Menu

Masyarakat Waspadai Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19

  Dibaca : 53 kali
Masyarakat Waspadai Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19
WASPADA—Para ahli meminta masyarakat agar tetap mewaspadai ancaman gelombang ketiga Covid-19.

JAKARTA, METRO–Sosiolog Universitas Uda­yana Bali Wahyu Budi Nugroho meminta agar tetap mewaspadai ancaman gelombang ketiga Covid-19. Pasalnya, menurut dia, mal di wila­yah Pulau Dewata sudah dibuka 50 persen dan beberapa tempat wisata pun sudah tak ditutup lagi.

 “Dari fenomena revenge travel (peningkatan wisata­wan) pascapembukaan mal dan beberapa tempat wisata yang patut diwaspadai dari fenomena ini adalah ancaman gelombang ketiga COVID-19,” kata Wahyu saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Sabtu (11/9).

Wahyu mengatakan ketika berada di tempat publik yang rentan terjadi kerumunan, maka tetap harus waspada terhadap munculnya ge­lom­bang ketiga Covid-19. Apalagi, adanya varian baru Mu yang pertama kali muncul di Kolombia.

“Ketika dikaitkan dengan fenomena revenge travel, negara-negara yang awalnya mempopulerkan istilah revenge travel adalah mereka yang sudah memvaksin lebih dari 50 persen penduduknya. Bagaimana dengan kita di Indonesia? Nah, ini yang sebenarnya jadi perhatian banyak pihak,” katanya.

Oleh karena itu, dia meminta semua pihak terutama pemerintah dan pelaku pariwisata harus sigap dan siap menghadapi situasi yang makin dinamis. Wahyu menilai masih diperlukan pembatasan kunjungan wisatawan dan sosialisasi untuk terus menerapkan protokol kesehatan dalam berwisata harus terus digaungkan.

“Boleh jadi, pembatasan wisatawan dengan cara men­daftar secara online terlebih dahulu, bisa juga dilakukan. Namun, hal ini agaknya terbatas atau baru bisa dilakukan pada objek-objek wisata yang dikelola secara profesional seperti mal, museum, kebun binatang, atau objek-objek wisata yang dikelola pemerintah,” jelasnya.

Kemudian, untuk objek wisata lokal, kedisiplinan pelaku pariwisata lokal dan aparat masih diperlukan untuk memastikan ditaatinya protokol kesehatan oleh wisata­wan, terutama dalam segi jumlah pengunjungnya.

Dia juga mengingatkan, sebagaimana wacana yang sempat muncul beberapa waktu lalu, yaitu ketaatan prokes sebagai salah satu daya tarik baru untuk pariwisata.

Sebelumnya, Ahli Virologi Universitas Udayana Bali Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengatakan bahwa penye­ba­ran virus COVID-19 varian Mu tidak secepat penyebaran va­rian Delta. Namun, belum ada bukti untuk mengetahui tingkat keparahan dari masing-ma­­sing varian virus tersebut. Ba­gi masyarakat yang sudah vak­­sin memiliki kekebalan tubuh yang baik sehingga belum per­lu untuk dikha­wa­tir­kan.(jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional