Close

Masyarakat harus Hati-hati, Konsumsi OT Mengandung Bahan Kimia Obat

SAMBUTAN—Elzadaswarman saat memberikan sambutan pada acara FGD sosialisasi terkait OTyang mengandung BKO.

PAYAKUMBUH, METRO–Optimalkan edukasi ma­syarakat terkait obat tradisio­nal mengandung bahan kimia obat, Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Payakumbuh adakan sosialisasi yang dibuka oleh Pj. Wali Kota Pa­yakumbuh di Ballroom Hotel Kolivera, Kamis (27/10).

Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur akademisi, pelaku usaha, tokoh masyarakat, lintas sektor/pemerintah dan media guna mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat. Pj. Wali Kota yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten II Elzadaswarman (Om Zet) mengatakan obat tradisional (OT) yang merupakan warisan budaya bangsa itu, saat ini sa­ngat banyak digandrungi oleh masyarakat untuk kesembuhannya.

”Sebagai konsumen kita tentu harus hati-hati untuk mengkonsumsi obat tradisio­nal ini, apalagi yang tidak ada izin dari BPOM. Karena saat ini ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang memproduksi OT ilegal mengandung ba­han kimia obat (BKO). Ini tentu berbahaya. Bukannya kesembuhan yang kita dapat, tapi penyakit baru yang akan menggerogoti tubuh kita,” tukuknya.

Makanya, Om Zet berpesan melalui sosialisasi yang diberikan Loka POM Payakumbuh ini diharapkan peserta yang hadir bisa mengedukasi ma­syarakat untuk memilah obat-obatan yang aman untuk di konsumsi.

”Jangan terbuai oleh iklan yang ditawarkan oleh pruduk-pruduk tak berizin itu, apalagi, jika obat-obatan ini diracik tanpa takaran atau anjuran dari dokter. Cermat dalam memilih obat untuk kesehatan kita. Semoga ilmu yang didapat disini bisa diteruskan kepada ma­syarakat kita di Payakumbuh ini,” harapnya.

Sementara itu Kepala Loka POM Payakumbuh Iswadi me­nyatakan saat ini masyarakat tertarik dengan khasiat obat tradisional yang sifatnya pe­nyembuhan instan, dan akhirnya obat tradisional ini cenderung menjadi pilihan, ditambah lagi keberadaannya yang merajalela di pasaran.

”Salah satu penyebab ke­napa masih banyak ditemukan obat tradisional bahan kimia obat ini, karena memang ma­syarakat kita cenderung untuk mencari obat tradisional yang efeknya instan. Makanya untuk mengidentifikasinya, kami (Loka POM – red) tidak bisa sendiri dibutuhkan kontribusi dan dukungan kita bersama,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu ju­ga, dia mengedukasi ma­sya­rakat terkait dengan kandungan obat tradisional dan suplemen kesehatan yang tidak boleh diedarkan. ”Selain me­ngedukasi masyarakat, kita juga memberi tips yang harus diperhatikan saat akan meng­konsumsi obat tradisional. Yakni diantaranya jangan gu­nakan obat tradisional bersama obat resep dokter, selalu periksa tanggal kadaluarsa, Kunjungi Website Badan POM www.pom.go.id untuk mengetahui OT mengandung BKO di (publik warning),” pungkasnya.  (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top