Close

Masyarakat Butuh Pencerahan Soal Museum di Kota Bukittinggi

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi melalui Bidang Kebudayaan gelar Sosialisasi Pemanfaatan Museum di Istana Bung Hatta, 7-8 November 2021.

BUKITTINGGI, METRO–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi melalui Bidang Kebudayaan gelar Sosialisasi Pemanfaatan Museum di Is­tana Bung Hatta, 7-8 November 2021. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pendidik dan masyarakat tentang arti pen­ting museum.

Pada hari pertama, kegiatan diawali Sosialisasi tentang Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, yang dilanjutkan Sosialisasi tentang Museum Rumah Adat Nan Baanjuang.

Kadisdikbud diwakili Kabid Kebudayaan Drs Mul Akhiar didampingi Kasi Permuseuman Beta Ayu Listyorini mengatakan, sosialisasi pemanfaatan Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta yang menampilkan peserta dari guru dan kepala sekolah.

Menurut Mul Akhyar, peran guru sangat dituntut untuk mengajak atau memotivasi siswa, berkunjung ke museum. Melalui kunjungan ke Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, siswa bisa belajar di museum serta akan lahir Bung Hatta-Bung Hatta baru.

“Siswa diharapkan bisa memiliki jiwa seperti Bung Hatta. Mereka bisa belajar dan rekreasi di museum. Untuk itu, guru dan kepala seko­lah harus berperan bagaimana memotivasi siswa datang ke Museum RKBH. Apalagi, Museum RKBH khusus tentang pendidikan.Sedangkan, Museum Rumah Adat Nan Baanjuang khusus budaya secara umum,” ujar Mul Akhyar.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi diwakili Plt Asisten I Setdako Isra Yonza, mengungkapkan, Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta merupakan tempat kelahiran seo­rang tokoh proklamator. Ketokohan dan keteladanan seorang Bung Hatta harus bisa ditiru oleh generasi penerus saat ini.

“Pemerintah Kota Bukittinggi ingin pelajar menjadikan sejarah sebagai tonggak kebangkitan dan semangat. Disinilah peran guru mendi­dik siswanya. Jadikan sejarah sebagai kebanggaan bagi mereka. Semoga siswa dapat memiliki karakter seperti halnya Bung Hatta,” terang Isra.

Sementara itu, pada hari kedua, Rabu (8/12) dilaksanakan Sosialisasi Pemanfaatan Museum Rumah Adat Nan Baanjuang. Museum Rumah Adat Nan Baanjuang berlokasi di dalam kawasan Taman Margasatwa dan Budaya Ki­nantan.Di dalam museum ini, terdapat benda-benda peninggalan sejarah dan budaya. Ada pakaian adat, lasuang, mata uang kuno, lampu togok, Batu Katimuno patung -patung hewan langka seragam zaman kolonial dan alat atau benda tradisional lainnya.

Sosialisasi Museum Rumah Adat Nan Baanjuang menampilkan narasumber Prof. Dr. Herwandi, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas/Guru Besar Ilmu Sejarah Unand dan Pamong Budaya BPNB Sumbar Silvia Devi.

Kedua narasumber menjelaskan tentang kondisi museum saat ini. Dimana kunju­ngan museum kurang, pe­ngelolaan masih konvensional dan koleksi dianggap masih monumen budaya yang sta­tis. Dalam kesempatan itu, juga diserahkan hadiah pemenang lomba Menulis benda-benda Koleksi Museum Rumah Adat Nan Baanjuang untuk kategori SD, SMP dan SMA se-Bukittinggi.(pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top