Menu

Masuk Padang Wajib Tunjukkan Surat Vaksin, Pos Penyekatan Didirikan Selama PPKM Darurat

  Dibaca : 369 kali
Masuk Padang Wajib Tunjukkan Surat Vaksin, Pos Penyekatan Didirikan Selama PPKM Darurat
Aparat kepolisian akan mendirikan pos penyekatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Padang. Keempat pos akan dijaga 24 jam oleh personel kepolisian.

M YAMIN, METRO–Aparat kepolisian akan mendi­rikan pos penye­ka­tan selama Pemberlakuan Pembatasan Ke­giatan Ma­sya­rakat (PPKM) Da­rurat di Kota Padang. Keempat pos akan dijaga 24 jam oleh per­sonel kepolisian.

“Personel gabungan men­jaga pos selama 24 jam untuk menekan mobi­litas yang masuk ke Pa­dang atau se­balik­nya,” kata Kapolresta Pa­dang, Kombes Pol Imran Amir saat ra­pat koordinasi ber­sama Forkopimda, Senin (12/7) di Palanta rumah dinas Walikota Padang.

Ditambahkannya, ke­empat titik lokasi penye­ka­tan di antaranya dua pos di wilayah perbatasan an­tara Kota Padang de­ngan Kabupaten Padang­pa­ria­man, satu pos per­batasan Kabupaten Pe­sisir Selatan dan perba­tasan Padang dan Kabu­paten Solok.

“Semua pos tersebut diaktifkan selama 24 jam hingga tangga 20 Juli 2021. Petugas akan stand by dari pukul 08.00 WIB,” katanya.

Untuk personel, kata dia, ditugaskan bershift. Sift pertama dari pagi hingga pukul 12.00 WIB. Kemudian dilanjutkan shift kedua yak­ni sampai pukul 20.00 WIB.

“Untuk itu, kami meng­harapkan petugas dari For­­ko­pimda yang ditugas­kan ke pos penyekatan, mereka yang paham soal antigen dan surat vaksin,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Padang, Hendri Septa sepakat dengan ga­ga­san yang disam­paikan Kapolresta. Bagi masya­rakat yang memasuki wila­yah Kota Padang harus me­nunjukkan bukti telah divaksin atau PCR.

“Kita setuju dengan didirikannya pos penye­ke­tan. Artinya ini sudah kita la­kukan dulunya ketika PSBB. Tujuannya ada untuk membatasi mobilitas mas­ya­rakat yang mau ke Pa­dang,” imbuhnya.

Menurut Wali Kota Pa­dang, Hendri Septa, aturan penyekatan ini dimulai pada Selasa (12/7). Pihak­nya akan mulai melakukan sosialisasi kepada masya­rakat dan menyebarkan surat edaran.

“Efektif Selasa, karena Senin ini kami baru selesai rapat bersama Forko­pim­da. Hari ini kami sosialisasi, menyampaikan surat eda­ran,” kata Hendri usai ra­pat.

Hendri menyebutkan, syarat agar masyarakat bisa keluar masuk dalam kota harus menyiapkan bukti hasil vaksinasi. Jika tidak ada, masyarakat bisa menunjukkan surat bukti rapid antigen.

“Bukti vaksin minimal suntik pertama. Kemudian surat bukti rapid antigen yang dilangsungkan H-1,” jelasnya.

Hendri mengung­kap­kan, instansi gabungan ter­kait akan mulai menyiap­kan pos penyekatan hari ini. Termasuk, pemasangan pembatasan jalan (barrier).

“Unsur Polri, TNI, Sat­pol PP hingga Perhu­bu­ngan siaga 24 jam dibagi ti­ga shift. Kita letakkan barrier. Personel gabungan akan mengecek orang yang masuk ke Kota Pa­dang dan keluar menuju kota lain,” imbuhnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional