Menu

Masuk Nominasi Penerima Penghargaan KLA, Bupati Dhar­masraya Paparkan Program Layak Anak ke KPPPA

  Dibaca : 83 kali
Masuk Nominasi Penerima Penghargaan KLA, Bupati Dhar­masraya Paparkan Program Layak Anak ke KPPPA
PAPARKAN— Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat memaparkan sejumlah program KLA ke TIM Verifikator KPPPA RI secara daring dari Aula Lantai II Kantor Bupati Dharmasraya, Kamis (27/5).

DHARMASRAYA, METRO–Bupati Sutan Riska Tu­an­ku Kerajaan mene­gas­kan bahwa kabupaten Dhar­masraya terus beru­paya melaksanakan se­jumlah program dalam mewujudkan kegiatan pe­ngembangan Kabupaten layak anak di Dhar­ma­s­raya. Hal ini disampaikan Bupati Sutan Riska kepada TIM Verifikator KPPPA RI secara daring dari Aula Lantai II Kantor Bupati Dharmasraya, Kamis (27/5).

Pada kesempatan itu, Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang didampingi pejabat dinas dan unsur terkait juga mengikuti veri­fikasi lapangan evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA), yang dilaksanakan Kementerian Pem­berda­yaan Perempuan dan Per­lindungan (KPPPA) RI Anak dalam rangka penilaian KLA Tingkat Nasional Ta­hun 2021.

Bupati mengucap syu­kur, karena Kabupaten Dhar­masraya bisa sampai pada tahap verifikasi la­pangan untuk penilaian KLA tingkat nasional pada tahun 2021.

“Hal ini tentunya mem­buat saya lebih semangat lagi untuk melaksanakan program dan kegiatan yang menjamin terpenuhinya hak anak dan perlindungan anak di Kabupaten Dhar­masraya,” ujar bupati.

Di hadapan tim veri­fikator Bupati mema­par­kan, sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah Ka­bu­paten Dharmasraya da­lam pengembangan kabu­paten layak anak. Yakni menyusun regulasi kebi­jakan pengembangan Ka­bupaten Layak Anak, di­antaranya Perda Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pem­berdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Perbup Nomor 6 Tahun 2019 ten­tang Pengembangan Ka­bupaten Layak Anak, Per­bup Nomor 5 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Pe­ngembangan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Dharmasraya tahun 2019-2023.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, lanjutnya, juga telah membentuk Gu­gus Tugas Layak Anak, yang bertugas meng­koor­dinasikan berbagai upaya pengembangan Kabu­pa­ten Layak Anak mulai dari tingkat kabupaten hingga nagari atau desa.

Kemudian, sam­bung­nya melaksanakan program kegiatan pe­ngem­bangan Kabupaten layak anak berdasarkan 24 in­dikator Kabupaten Layak Anak yang dikelompokkan ke dalam lima cluster. Per­tama, hak sipil dan kebe­basan. Kedua, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Ketiga, kese­hatan dasar dan kesejah­teraan. Keempat, kegiatan pemenuhan hak anak di Kabupaten Dharmasraya diantaranya pemberian akta kelahiran secara gra­tis, pemenuhan hak par­tisipasi anak melalui pem­bentukan forum anak mulai dari tingkat kabupaten hing­ga nagari, pencegahan perkawinan usia anak, program PAUD holistik inte­gratif, penyediaan pela­yanan konsultasi bagi ke­luarga dan anak, penye­diaan infrastruktur yang ramah anak, Puskesmas dengan pelayanan ramah, sekolah ramah anak, serta mengadakan kegiatan pe­ngembangan kreativitas anak.

Kelima, lembaga laya­nan perlindungan khusus anak di Kabupaten Dhar­masraya. Seperti pusat layanan terpadu pem­ber­dayaan perempuan dan anak, Satgas perlindungan perempuan dan anak ting­kat kecamatan, Perlin­du­ngan Anak terpadu Ber­basis Masyarakat atau PATBM tingkat nagari ke­mu­dian Forum Komunikasi Pemberdayaan Perem­pu­an dan Perlindungan Anak.

Dalam melaksanakan program tahunan Kabu­paten layak anak, imbuh Bupati, Pemerintah Kabu­paten Dharmasraya mela­kukan kemitraan dengan lembaga masyarakat, du­nia usaha dan lain-lain. “Hingga saat ini telah dila­kukan pengembangan Ka­bu­paten layak anak hingga di tingkat kecamatan dan nagari,” ungkapnya.

Tidak itu saja, kata bu­pati, sejumlah inovasi juga telah dilakukan pemerintah daerah dalam rangka me­menuhi hak anak di Ka­bupaten Dharmasraya. Di antaranya percepatan pe­la­yanan administrasi mela­lui aplikasi Dharmasraya PUAS, inovasi Suku Anak Dalam Terobos Hutan De­mi Administrasi Kepen­dudukan (SAD to Happy) yang berhasil masuk dalam deretan top 99 inovasi pe­layanan publik tingkat na­sional, posyandu remaja, kelas ibu hamil untuk me­ngu­rangi angka kematian ibu dan anak, kegiatan la­yanan fisiologi bagi orang­tua dan anak untuk men­cegah perkawinan usia anak, serta membentuk Satgas perlindungan pe­rempuan dan anak di tiga wilayah kecamatan ter­jauh.

“Semoga apa-apa yang telah kami paparkan dapat menjadi bahan pertim­ba­gan bagi tim verikator, untuk Kabupaten Dhar­masraya dapat kembali meraih penghargaan KLA tingkat nasional tahun ini,” tandas bupati. (gus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional