Menu

Masuk ke Kebun Warga, Firdaus Tewas Kesetrum Pagar Kawat Pengusir Babi

  Dibaca : 331 kali
Masuk ke Kebun Warga, Firdaus Tewas Kesetrum Pagar Kawat Pengusir Babi
OLAH TKP— Polisi melakukan olah TKP terkait tewasnya Firdaus (40) di kebun warga akibat kesetrum pagar kawat yang dialiri listrik.

PADANG, METRO
Nekat memasuki kebun warga yang dipasangi pagar, seorang pria telanjang dada ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan kondisi mengalami luka bakar, Rabu (9/9) sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwaitu terjadi di Koto Luar, Kecamatan Pauh dan kontan saja membuat geger masyarakat setempat.

Usut punya usut, korban yang diketahui bernama Firdaus (40) diduga tewas akibat menyentuh pagar kawat yang memang sengaja dialiri listrik untuk mengusir hama babi yang merusak tanaman di kebun tersebut. Dugaan itu diperkuat oleh keterangan pemilik kebun yang mengakui memasang pagar kawat berlistrik sejak sebulan belakangan.

Kapolsek Pauh, AKP Anton Luther mengatakan, setelah mendapat laporan adanya penemuan mayat di kebun warga, pihaknya pun langsung datang ke lokasi. Korban ditemukan tewas tergeletak di tanah pemilik kebun bernama Bustami yang melihat ada mayat berjenis kelamin laki-laki dengan posisi tertelungkup.

“Setelah kita datang ke lokasi, kita melakukan identifikasi dan olah TKP. Memang kondisi korban mengalami luka bakar akibat kesetrum. Kita mintai keterangan dari pemilik kebun, sehingga didapatkanlah pengakuan kalau di kebun itu dipasang pagar kawat yang dialiri listrik. Tujuannya mengusir hama babi,” kata AKP Anton Luther.

AKP Anton Luther menjelaskan, setelah proses olah TKP dilaksankana, jenazah korban pun kemudian dievakuasi dari kebun warga tersebut dan dibawa ke rumah duka di Jalan Taruko Rodi, RT 04 RW 01, Kelurahan Koto Luar, Kecamatan Pauh. Pihaknya berkomunikasi dengan keluarga korban untuk dilakukan visum, tetapi keluarga menolak lantaran persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan.

“Jadi, antara keluarga korban dan pemilik kebun sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan saja tanpa menempuh jalur hukum. Keluarga membuat surat pernyataan tidak dilakukan visum atau autopsi terhadap jasad korban dan tidak menuntut di kemudian hari. Setelah itu, kita serahkan jasad korban kepada keluarga untuk dikebumikan,” ungkap AKP Anton Luther.

Dijelaskan AKP Anton Luther, dari keterangan ayah dan kakak kandungnya, Firdaus diketahui sedang menjalani program rehabilitasi penyalahgunaan narkotika oleh Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika (BRSKPN) Galih Pakuan di Kota Bogor, Jawa Barat.

“Selain itu, dari keterangan pemilik kebun, pagar kawat yang dialiri listrik sudah dipasang sejak sebulan belakangan. Hal itu dilakukan pemilik kebun lantaran tanaman-tanaman yang ada di kebunnya dirusak oleh hama babi. Terkait adanya kejadian ini, kita mengimbau masyarakat agar memberikan tanda atau tulisan kalau di pagar yang dipasang dialiri listrik,” ujar AKP Anton Luther. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional