Close

Masuk 100 Besar ADWI 2021, Penggiat Wakanda Bangga di Lima Puluh Kota 

LIMAPULUH KOTA, METRO–Masuk 100 besar Anu­gerah  Desa Wisata Indonesia (ADWI), Penggiat Wisata Kapalo Banda (Wa­kanda) Taram, Kecamatan Harau, Yahdi, mengaku bangga. Walau tidak ma­suk pada 50 besar, namun objek wisata Kapalo Banda sudah memberikan mam­faat nyata terhadap pe­ningkatan perekonomian masyarakat desa.

“Memang pencapaian yang sangat luar biasa. Desa wisata menjadi aspek kemanfaatan terhadap ma­syarakat di berbagai lini ekonomi dan sosial dan itu telah di rasakan masya­rakat Taram dan terus di tingkatkan. Anugrah ADWI adalah sebagai bosster dalam pencapaian pe­ngab­­dian kepada ma­sya­rakat,” ungkap Yahdi, peng­giat wisata Kapalo Banda, Taram, kepada wartawan baru-baru ini.

Menurutnya, ke­suk­se­san suatu Desa Wisata itu tidak bisa hanya diukur dengan penghargaan. Na­mun yang terpenting su­dah sampai dimana mem­berikan dampak positif terhadap masyarakat se­tempat baik secara eko­nomi maupun sosial. “Sti­mulus sebenarnya be­rang­kat dari hati sendiri. Ke­suksesan suatu desa wi­sata itu tdak bisa di ukur dengan penghargaan. Te­ta­pi sudah smpai dimana memberikan dampak ter­hadap ma­sya­ra­kat,” sebut Yahdi.

Keberadaan Desa Wi­sata Kapalo Banda, secara ekonomi sangat banyak. Disampaikan Yahdi, setiap pekan lebih kurang ada 5000 pengunjung yang da­tang dari berbagai daerah di Sumbar maupun daerah tetangga seperti Riau. Bila dihitung, lebih kurang ada sekitar 300 juta uang yang beredar di Desa Wisata Kapalo Banda. Kemudian juga dari segi sosial.

“Dampak secara eko­nomi. Masyarakat desa wisata Kapalo Banda ba­nyak. Dengan tingkat kun­jungan yang lebih kurang 5000/minggu itu perpu­ta­ran uang di kapalo banda tidak kurang dari 300 juta yang di habiskan di kapalo banda.

Dari sosial, pemuda pengelola kapalo banda itu selalu memilih sampah dan sampah warga tanggung­jawab pemuda,” jelasnya.

Selain itu, disampaikan Yahdi, berbagai perbaikan terus dilakukan pem­be­nahan oleh pemuda baik perbaikan fasilitas jalan, bandar maupun lampu pe­nerangan. Kemudia juga mempercantik tampilan desa wisata dan me­lahir­kan inovasi yang me­narik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Selain itu, desa Wisata Kapalo banda juga dapat menjadi benteng bagi generasi mu­da setempat dari budaya asing  maupun pengaruh buruk narkoba dan ke­nakalan remaja.

“Yang mana nilai jual desa wisata adalah culture desa wisata kapalo banda. Sehingga membentengi pengaruh budaya asing kapada pemuda pemudi Taram. Karna mereka bang­ga belajar budaya seperti tari randai dan si­lek, karena menarik bagi wisatawan. Dari beberapa aspek luar biasa. Dengan wisata  bisa memperbaiki semuanya,” harapnya.

Sebelumnya Kemen­terian Pariwisata dan Eko­nomi Kreatif mengumum­kan 100 besar dalam Anu­gerah Desa Wisata Indonesia. Termasuk Dua na­gari di Lima Puluh Kota yaitu Desa Wisata Kapalo Banda Taram, Kecamatan Harau dan Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gu­nu­ang Omeh yang memiliki kampung adat Saribu Gon­jong. Namun Kapalo Banda tidak masuk dalam 50 besar ADWI 2021. Sementara Kampung Adat Saribu Gon­jong masuk dan ren­cana akan dikunjungi men­teri Pariwisata dan Eko­nomi kreatif. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top