Menu

Masker Langka di Tanahdatar, Dinkes Sarankan Bikin Sendiri

  Dibaca : 356 kali
Masker Langka di Tanahdatar, Dinkes Sarankan Bikin Sendiri
Masker Langka di Tanahdatar

TANAHDATAR, METRO
Masker menjadi suatu barang yang cukup langka di Tanahdatar, khususnya Batusangkar. Selian itu harganya pun melambung tinggi, naik secara drastis, harga normal dikisaran 18 ribu hingga 35 ribu perkotak. Namun, saat sekarang bisa mencapai Rp300 ribu hingga Rp350 ribu itu pun susah didapatkan.

Salah satu pemilik apotik di Kota Batusangkar menyebutkan, langkanya masker dikarenakan tidak adanya pengiriman dari distributor, kalaupun ada datangnya bukan dari disteibutor dan harganya selangit.

“Harga yang ditawarkan mencapai Rp300 ribu hingga Rp350 ribu, kita bukan tak sanggup membeli, tapi kita tak tega menjualnya pada masyarakat,” katanya.

Kelangkaan masker ini, Dinas Kesehatan Tanahdatar melalui Sekretaris H Edward menyarankan, agar masyarkat jangan panik menghadapi situasi ini, karena Kabupaten Tanahdatar hinggga saat ini bebas dari yang namannya virus corona.

“Di Tanahdatar hingga saat ini belum ditemukan pengidap penyakit atau virus corona,” kata Edward.

Untuk itu, bagi masyarakat yang sehat tidak usah menggunakan masker, tapi bagi masyarakat yang terkena flu atau batuk, ia menyarankan sebaiknya menggunakan masker. “Bila masyarakat terkena flu dan batuk datanglah berobat ke sarana kesehatan kesehatan, minta masker dan akan diberikan secara cuma cuma alias gratis,” kata Edward.

Ia menambahkan, kalau masker itu harganya mahal kenapa harus dibeli, masyarakat bisa membuatnya sendiri atau gunakan saputangan sebagai ganti masker. Disamping itu, ia mengharapkan agar pera pelaku atau pedagang jangan memanfaatkan situasi ini, tidak akan berkah keuntungan yang didapat, bika kita bermain diatas penderitaan, kesulitan dan penderitaan orang lain.

Disampaikan, kasus corona atau covid 19 belum ada di Tanahdatar. Dari seluruh data yang dikirim oleh seluruh sarana kesehatan secara berkala baik laporan harian maupun mingguan, dalam dua bulan terakhir belum ada peningkatan.

“Data pasien penderita flu atau batuk di Tanahdatar, tetap seperti biasa seperti sebelum merebaknya kasus corona, artinya tidak terdapat peningkatan,” kata Edward.

Bagi masyarakat yang suka bepergian kuar negeri sebaiknya segera memeriksakan diri ke klinik kesehatan pemerintah maupun swasta, agar bika terjadi flu dan batuk bisa dideteksi sejak dini, pungkasnya. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional