Menu

Masjid Tabligiyah Garegeh Lelang Mobil Wakaf Forsa GLX

  Dibaca : 104 kali
Masjid Tabligiyah Garegeh Lelang Mobil Wakaf Forsa GLX
LELANG—Masjid Tabligiyah Garegeh melelang mobil wakaf merek Forsa GLX selama bulan Muharram 1443 H.

BUKITTINGGI, METRO–Panitia pembangunan Mas­jid Tabligiyah Garegeh, kemabli melakukan lelang mobil hasil waqaf dari warga. Kali ini, satu unit mobil Forsa GLX yang diserahkan ke­luarga Awaluddin DT Pan­duko Reno dari Sarik Laweh Batu Hampa Lima Puluh Kota, dengan harga awal Rp 12 juta.

Ketua Panitia Lelang Mas­jid Tablighiyah Garegeh se­kaligus Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Tab­lighiyah, M. Abdullah Salim, menyampaikan, pada awal Muharram 1443 H ini, Masjid Tablighiyah Garegeh kembali melakukan lelang kedua  atas waqaf mobil yang diberikan oleh masyarakat.

Jika pada Syawal 1442 H lalu, Masjid Tablighiyah me­nerima waqaf mobil Mitsu­bishi Outlandrer yang dise­rahkan Keluarga Hj Imrawati, saat ini Masjid Tablighiyah Garegeh menerima kembali satu unit Mobil Suzuki Forsa GLX Tahun 1989. Setelah me­lakukan survey pasar kita akan memulai lelang kedua ini dengan harga penawaran dimulai dari Rp12 juta. Bagi masyarakat yang berminat silahkan menghubungi kami baik langsung maupun via whatsapp 081275954414,” je­las Salim, Selasa (10/08).

Mobil Suzuki Forsa GLX tahun 1989 diwaqafkan Ke­luarga Awaluddin Dt Panduko Reno dari Sarik Laweh Batu Hampa Limapuluh Kota dan diterima Niniak Mamak I­nyiak Sy Dt Nan Gamuak, beserta Pengurus Masjid Ta­blighiyah H Afdal Tuanku Sampono pada 1 Agustus 2021. Kemudian Panitia Le­lang melakukan pengecekan mobil dan survey harga pa­sar.

 Anggota DPRD Bukit­ting­gi, sekaligus ketua panitia pembangunan, Dedi Fatria Dt Mangkuto Sutan mengu­cap­kan terimakasih, kepada ke­luarga Dt Panduko Reno di Batu Hampar Limapuluh Kota, atas waqaf mobil yang dibe­rikan. Begitu besar perhatian masyarakat untuk selesainya pembangunan Masjid Tab­lighiyah, bahkan berda­ta­ngan dari luar daerah.

“Perlu juga kami sam­paikan progress pemba­ngu­nan Tablighiyah sudah men­dekati 40 persen sampai Hari Raya Idul Adha kemaren, waqaf yang sudah diterima sekitar Rp 18 miliar, yang bersumber dari masyarakat langsung, baik berupa uang, emas, semen, besi, pasir, batu bata dan mobil. Selain waqaf tersebut, juga yang paling besar waqaf  tanah seluas 2.238 meter jika dinilai dengan uang sekitar Rp 5 milyar dari keluarga Hj Emmi Jamaan suku Pisang Garegeh. Se­moga semua waqaf ini men­jadi amal jariyah untuk yau­mul akhir kelak,” ujar Dedi.

 Pembangunan Masjid Ta­b­lighiyah akan berakhir di angka sekitar kurang Rp 50 miliar. Masih butuh banyak bantuan dari masyarakat, pemerintah kota, provinsi bahkan pusat, untuk CSR BUMN sudah cukup banyak diterima seperti PT POS, PLN, Jasa Raharja, Taspen, juga dari Perbankan BNI, Bank Mandiri dan Bank Nagari.

Ketua Nazir Waqaf Masjid Tablighiyah Inyiak H SR Dt Tan Gagah, juga sudah be­rupaya memperluas areal Masjid Tablighiyah, dengan membeli tanah disekitar Mas­jid Tablighiyah dengan total yang sudah dibeli pada tahun ini dengan luas sekitar 1700 meter. Hal ini akan diperun­tukan untuk pusat ekonomi dan pusat Pendidikan Ta­blighiyah. Jika ditotal areal Tablighiyah yang awalnya 1900 meter sekarang sudah mendekati 6000 meter per­segi.

 Dedi Fatria yang meru­pakan anggota DPRD Kota Bukittinggi  juga telah me­nempatkan dana melalui dan pokok-pokok pikirannya se­bagai Anggota DPRD sebesar Rp 500 Juta untuk pem­ba­ngunan MDA Tablighiyah di 2022 nanti. Dedi Fatria juga berharap ada tambahan dana dari Pemerintah Kota Bu­kittinggi melalui Walikota atau Wakil Walikota diluar dana Pokirnya.

“Kami sangat yakin akan ada tambahan untuk 2022 ini dari Kepala Daerah Bu­kit­tinggi. Sebab jika kita per­hatikan RPJMD dan visi misi Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi kita saat ini, sangat konsen dalam memakmurkan Syiar Islam salah satunya Masjid,” sebut Dedi. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional