Menu

Masjid Selama Ramadhan Wajib Terapkan Prokes Ketat

  Dibaca : 273 kali
Masjid Selama Ramadhan Wajib Terapkan Prokes Ketat
Surya Jufri

SAWAHAN, METRO
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang sudah mengeluarkan imbauan tentang tata cara  pelaksanaan shalat berjamaah di masjid atau mushalla di Kota Padang kembali dilaksanakan secara normal. Hal ini juga berlangsung dalam pelaksanaan ibadah tarawih selama Ramadhan 1442 Hijriah.

Imbauan tersebut tercantum dalam Maklumat dan Tausiyah MUI Padang Nomor 004/MUI-PDG/XII/2020. Maklumat dan Tausyah ini dikeluarkan MUI Kota Padang pada 31 Desember 2020. Salah satu isinya, salat berjamaah termasuk shalat tarawih di masjid atau mushalla kembali dilaksanakan secara normal. Shaf rapi dan rapat. Tidak perlu berjarak lagi.

Menyikapi hal itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Padang, Surya Jufri menyampaikan, dengan diperbolehkan ibadah tarawih dan lainnya selama Ramadhan, pengurus masjid atau mushalla di Padang diminta tetap mengajak jamaah menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara baik. Hal itu untuk mencegah terjadi klaster baru penularan virus corona.

“Jangan mentang-mentang sudah Zona Kuning Padang, 3M diabaikan. Yang rugi warga juga nanti,” kata Jufri, Jumat (26/3).

Pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan tahun ini tetap dilakukan umat Islam dalam situasi pandemi Covid-19. Hanya saja, situasinya agak berbeda. Jika sebelumnya, umat Islam dianjurkan beribadah di rumah saja. Namun, tahun ini pelaksanaannya bisa dilakukan di masjid atau mushalla.

Untuk itu, para pengurus masjid diminta bertindak tegas apabila ada jamaah yang tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker. Pengurus masjid berhak melarang orang tersebut mengikuti shalat berjamaah hingga akhirnya mau menggunakan masker.

“Jika ada jamaah tak pakai masker, suruh dulu pakai masker baru boleh masuk. Selanjutnya, cuci tangan,” sebut Jufri.

Karena Ramadhan tinggal beberapa pekan lagi, anggota DPRD ini meminta para pengurus masjid harus mulai melakukan pembersihan seluruh areal masjid dengan disinfektan. Sehingga pelaksanaan ibadah selama Ramadhan tetap aman dan lancar.

Sebelumnya, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumbar Duski Samad mengimbau masyarakat untuk melaksanaan shalat tarawih pada Ramadhan 1442 H di masjid/mushalla. Hal ini berdasarkan surat imbauan menyambut Bulan Ramadhan yang dikeluarkan DMI Provinsi Sumbar, nomor 007/PW- DMII/SB/111/2021.

Duski Samad mengatakan DMI mengeluarkan imbauan ini dengan pertimbangan kasus covid-19 sudah bisa dikendalikan. Dalam imbauan tersebut, DMI Sumbar juga mengajak PD DMI kabupaten/kota, pengurus masjid/ musahala untuk mengajak umat melaksanakan salat tarawih, tadarus, tausiyah pada bulan Ramadhan di masjid, mushala ataupun surau.

“Pengurus masjid, mushala, dan surau diminta tegas menegakan protokol kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan, membawa sajadah sendiri, menunjuk petugas khusus untuk mengawasi penegakan protokol kesehatan,” tegasnya.

Kegiatan iktikaf, amil zakat, Idul Fitri dan ibadah lainnya tetap dilaksanakan dan disemarakan tetap dengan protokol kesehatan.

“Kita mendorong pelaksanaan ibadah selama Ramadhan, karena kita juga sudah mendengar pula pandangan pakar kesehatan yakni, Doktor Andani. Pertama, wabah ini sudah terkendali. Dan bahwa pengobatannya sudah ada, masyarakat juga sudah punya kesadaran,” katanya.

Selain itu kata Duski, penyebarannya dipastikan hanya lewat droplet, sehingga itu tidak akan terjadi kalau orang sedang shalat berjamaah.

“Kata Dokter Andani pun begitu, droplet itu terjadi ketika kita berhadap-hadapan. Itu alasan-alasannya. Selain itu, memang harus diakui bahwa situasi sosial masyarakat sudah sangat terbuka,” ungkapnya.

Jika tidak kita izinkan untuk shalat berjamaah, dikhawatirkan akan menjadikan iman dalam jiwa masyarakat akan semakin lari dan tergerus,” katanya. (ade/hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional