Menu

Masjid Cahaya Tua Pejat Diresmikan

  Dibaca : 171 kali
Masjid Cahaya Tua Pejat Diresmikan
Direktur Bisnis Regional PT. PLN Wiluyo Kusdwiharto (Tengah) menandatangani prasasti mesjid cahaya di KM.2 Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (14/5). Pembangunan mesjid yang menelan biaya Rp 987 juta itu, berlangsung selama 7 bulan. (Antara Sumbar/Fandi/2019)

MENTAWAI, METRO – Pengoperasional Masjid Cahaya yang berada di KM2, Tua Pejat diresmikan Direktur Bisnis Regional PT. PLN (Persero), Selasa (14/5). Masjid ini peletakan batu pertama dilaksanakan Gubernur Sumbar September 2018 lalu, kemarin sudah tuntas pembangunannya 100 persen.

General Manager PLN (UIW) Sumbar, Bambang Dwiyanto mengatakan, peresmian Masjid Cahaya yang berada di Km 2 merupakan rangkaian kegiatan safari Ramadhan dari Direktur Bisnis Regional Sumatra, Wiluyo Kuswiharto di Sumatera Barat.

Bambang menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Cahaya ini menghabiskan anggaran sebesar Rp987.586. 000 yang dananya berasal dari yayasan Baitul Mal dan penggalangan dana dari seluruh karyawan PLN (UIW) Sumbar.

“Alhamdullilah pada hari ini kita melakukan peresmian Masjid Cahaya di KM 2 Tua Pejat, Mentawai. Pembangunan masjid ini berasal dari dana yayasan Baitul Mal PLN dan sumbangan dari segenap karyawan PLN UIW Sumatera Barat,” ucapnya.

Dengan diresmikan Masjid Cahaya ini masyarakat dapat menggunakan rumah ibadah ini dalam berbagai kegiatan agama di Tua Pejat.

“Kami berharap dengan telah diresmikan Masjid Cahaya ini dapat digunakan masyarakat di Tua Pejat dengan semaksimal mungkin untuk kegiatan keagamaan. Apalagi pada saat ini bulan Ramadhan, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk shalat taraweh,” sebutnya.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PT. PLN,  Wiluyo Kuswiharto mengatakan, sejak peletakan batu pertama setahun yang lalu, Masjid Cahaya dapat menciptakan generasi islami di kepulauan Mentawai. Selain itu, Masjid Cahaya dapat menjadi pusat peradaban perkembangan umat muslim di Mentawai.

“Sejak peletakan batu pertama setahun yang lalu, Masjid Cahaya akhirnya siap seratus persen. Kedepannya,  masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat peradaban Islam di kepulauan Mentawai,” ucapnya.

Selain meresmikan Masjid Cahaya, PT. PLN juga menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk pembangunan sarang burung walet di Islamic Center di Pulai Siberut, Mentawai. PT PLN juga memberikan sebesar Rp38 juta  untuk perbaikan air isi ulang bagi masyarakat Mentawai serta memberikan bantuan tambahan berupa karpet shalat erta sound system dengan nilai sebesar Rp38 juta rupiah.

Alidin selaku Ketua Masjid Cahaya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh PT.PLN didaerahnya. Menurutnya kehadiran Masjid Cahaya sangat strategis sekali bagi masyakat di sekitar KM 2 hingga KM 3.

“Dahulu, untuk melaksanakan shalat Jumat, masyarakat harus pergi ke masjid yang berada di KM 0 atau KM 4,” katanya. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional