Close

Masjid Asy-syifa SPH Diresmikan, Berharap sebagai Penyembuh bagi Pasien dan Jamaah yang Datang

PENANDATANGANAN PRASASTI— Peresmian masjid ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Komisaris Utama PT Semen Padang, Dr. Drs. Mohammad Agus Samsudin, MM, Direktur Utama sekaligus Pembina YSP, Yosviandri yang didampingi oleh Ketua Pengurus YSP Iskandar Zulkarnain Lubis dan Direktur SPH, dr. Selfi Farisha.

BYPASS, METRO–Yayasan Semen Padang (YSP) dan Semen Padang Hospital (SPH) meresmikan Masjid Asy-syifa yang ada di lingkungan rumah sakit tersebut, Jumat (12/11).

Hadir dalam kesempatan itu Komisaris Utama PT Semen Padang, Dr. Drs. Mohammad Agus Samsudin, MM, Komisaris PT Semen Padang, Prof. Werry Darta Taifur, Direktur Utama sekaligus Pembina Yayasan Semen Padang, Yosviandri, Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Pa­­dang Oktoweri, Ketua Pengurus YSP Iskandar Zulkarnain Lubis, Direktur Utama SPH, dr. Selfi Farisha, karyawan Yayasan Semen Padang dan Semen Padang Hospital, para dokter serta masyarakat sekitar yang ada di lingkungan rumah sakit.

Komisaris Utama PT Semen Padang, Dr. Drs. Muhammad Agus Samsudin mengatakan, Masjid harus berfungsi dan bersinergi dengan rumah sakit. “Orang yang sakit itu tidak hanya raga tapi juga jiwanya. Nah, saya kira peranan masjid bisa masuk disana, lebih kepada bimbingan rohaninya. Karena yang datang ke rumah sakit itu ada yang penyakitnya berat ada yang ringan. Bagai­mana secara rohani di bantu oleh masjid. Saya berharap masjid bisa melakukan bimbingan secara rohani kepada saudara-saudara kita yang sakit. Ini juga sesuai dengan nama masjidnya, Asy-syifa,” je­las­nya.

Yang kedua ia berharap harus ada kegiatan tambahan. “Karyawan rumah sakit ini banyak, sehingga beragam kegiatan seperti donasi dan zakat, melalui masjid dapat disalurkan untuk pasien-pasien yang tidak mampu. Jadi nantinya masjid bersinergi dengan rumah sakit. Ketiga, masjid ini harus ramai dengan kegiatan keagamaan,” jelasnya.

Pembina YSP, Yosviandri sangat mengapresiasi kepada Pengurus YSP dan Manajemen SPH yang me­ng­inisiasi pembangunan Masjid yang asri dan me­nyejukkan sudah berdiri.

“Besar harapan kami, masjid ini nantinya sesuai dengan namanya Asy-syifa dapat menjadi tempat penyembuh bagi jamaah yang datang serta mendapat petunjuk dan rahmat dari Allah SWT,” katanya.

Tidak hanya itu, masjid ini juga diharapkan sebagai penyambung silaturahmi, baik insan yayasan, insan SPH, pasien dan keluarga, pasien serta mas­yarakat. “Semoga dengan adanya masjid ini, memfasilitasi karyawan, keluarga pasien, pengunjung rumah sakit untuk beribadah lebih nyaman. Terima kasih dan selamat kepada pengawas, pengurus Yayasan Semen Padang, rekan-rekan insan SPH, serta panitia pelaksana, masjid ini berhasil didirikan dan saya berbahagia dapat meres­mi­kannya pada hari ini,” pa­parnya.

Ketua Pengurus YSP Iskandar Zulkarnain Lubis dalam laporannya mengatakan, pembangunan mas­jid ini dilaksanakan sebagai fasilitas ibadah yang mem­fasilitasi keluarga pa­sien, pengunjung rumah sakit dan karyawan sehingga membuat lebih nyaman untuk beribadah. Sebelumnya ada musala disetiap lantai rumah sakit, namun dengan banyaknya pengunjung maka kapasitas mushalla tidak tercover lagi dijam sibuk.

“Masjid ini dibangun dan selesai dalam waktu kurang lebih lima bulan diatas tanah seluas  + 300M2 dengan luas bangunan + 260 M2 dengan tinggi  bangunan + 7,2 M serta kapasitas jamaah 40 100 orang,” katanya saat memberikan sambutan.

Pembangunan masjid ini menelan biaya sekitar Rp2 miliar yang berasal dari dana YSP serta partisipasi dari donatur, karyawan, dokter untuk kelengkapan sarana dan prasarananya.

Ia mengatakan, nama masjid dipilih Asy-syifa karena mempunyai makna  penyembuh  sehingga sinkron dengan lokasinya yang berada dalam area rumah sakit. “Alhamdulillah, pembangunan masjid yang diinginkan dan impikan akhir­nya telah berdiri. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari kerja keras dan partisipasi dari berbagai pihak baik berupa pikiran tenaga dan materi demi terwujudnya masjid ini,” ungkapnya.

Sekretaris YSP, Puspha Sari mengatakan, pembangunan Masjid ini merupakan amanah yang disampaikan dalam Anggaran Dasar Yayasan Semen Pa­dang, yakni mendirikan sarana ibadah (pasal 3 ayat 3 huruf a) sekaligus sebagai program tanggung jawab sosial SPH untuk ma­sya­rakat.

“Sesuai dengan arti namanya Asy-Syifa, masjid ini semoga menjadi tempat mencari kesembuhan hati dan jiwa. Semua yang beribadah ke masjid ini semoga mendapatkan ketenangan, bisa melepaskan stres dan tekanan serta mampu meningkatkan kesehatan jiwa bagi pasien dan karyawan SPH,” sebutnya.

Dilanjutkan Direktur Utama SPH, dr. Selfi Farisha mengatakan, kegiatan kunjungan kepada pasien rawat inap telah dimulai, dengan dibangunnya mas­jid ini, pihaknya berharap bisa mendukung kebutuhan pasien dan keluarga pasien, karyawan dan ma­s­yarakat sekitar dalam men­jalankan ibadah.

“Bagi pasien tak hanya butuh obat untuk badan, tapi juga untuk jiwa. Semoga dengan diresmikannya masjid ini bisa jadi penyejuk bagi pasien dan keluarga. Rumah sakit mem­beri obat fisik, dan masjid memberikan kesehatan kepada jiwa. Selain itu, bagi karyawan SPH, agar masjid menjadi pengingat dalam bekerja sehingga semakin berkah,” jelasnya.

Terpisah, Designer Masjid As-Syifa, Putri Palupi mengatakan, untuk tata ruang, selain ruang dalam masjid, juga terdapat area semi indoor dan outdoor. “Jadi ada area ibadah tertutup dengan kapasitas maksimal sampai 40 orang, area ibadah semi terbuka yg di teras tiga sisi bisa tambah hingga 60 orang, lalu area terbuka atau pelataran bisa dipakai untuk sha­lat yang jumlah ja­maah­­nya banyak, misal untuk shalat Ied,” paparnya.

Ia melanjutkan, desain masjid menyesuaikan desain Rumah Sakit SPH yang anti mainstream. Material dan warna yang diguna­kan mirip dengan yang dipakai di SPH. “Maksudnya kalau kita lihat bangunan SPH itu dari luar tidak terlihat seperti bangunan rumah sakit. Seperti masjid ini juga tidak ada kubah khas masjid pada umumnya. Tapi ciri khas islam tetap terlihat dari ornamen-ornamennya,” terangnya. (ren/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top