Menu

Masjid Asy Syifa RSUP M Djamil Diresmikan, Menkes: Pemerintah Percepat Vaksin Mandiri

  Dibaca : 109 kali
Masjid Asy Syifa RSUP M Djamil Diresmikan, Menkes: Pemerintah Percepat Vaksin Mandiri
PERESMIAN— Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin didampingi Direktur Utama RSUP M Djamil Yusirwan Yusuf menggunting pita menandakan Masjid Asy Syifa di kawasan RSUP M Djamil resmi dibuka, Jumat (9/4).

JATI, METRO
Masjid Asy Syifa di kawasan RSUP M Djamil Padang diresmikan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Jumat (9/4). Pembangunan Masjid Asy Syifa tersebut dibangun menggunakan dana CSR dari Bank Mandiri sebesar Rp 500.000.000.

Budi Gunadi Sadikin yang didampingi langsung Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Yusirwan Yusuf mengharapkan dengan dibangunnya masjid ini bisa dijadikan contoh bagi rumah sakit-rumah sakit lain sebagai investasi. “Mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi rumah sakit lain, sebagai investasi yang seimbang antara duniawi dan surgawi,” ujar Budi.

Budi juga mengharapkan, masjid ini bisa dipergunakan sebagaimana mestinya sebagai tempat beribadah. “Masjid jangan bangunannya saja yang bagus, tetapi masjid itu digunakan sebaik-baiknya tempat ibadah, semoga bisa selalu ramai, yang pasti meskipun dalam beribadah tetap jaga kesehatan karena kita masih dalam kondisi pandemi, selalu gunakan masker,” pesannya.

Sebelumnya, Budi Gunadi Sadikin juga meresmikan Rumah Sakit Otak Muhammad Hatta (RSOMH) di Kota Bukittingi. Kemudian, disinggung terkait dana vaksin, ia menyebutkan, pemerintah telah alokasikan dana ratusan miliar untuk percepatan vaksin mandiri.

Dikatakannya, bahwa saat ini Indonesia mencoba melakukan riset mengenai vaksin mandiri atau vaksin buatan Indonesia. Sejumlah tim dari beberpa perguruan tinggi sudah memulai melakukan.

“Sekarang kita akan akselerasi dan kita sudah alokasikan anggaran sekitar Rp400 miliar untuk tim percepatan pembangunan vaksin dalam negeri,” katanya.

Kemudian dalam kesempatan itu, Menkes menyampaikan beberapa poin.Pertama, bahwa pihaknya telah mengontak AsraZeneca dan pemerintah Inggris untuk memastikan penyediaan vaksin. “Berharap apa yang sudah dijanjikan kepada kita, dapat dipenuhi. Kalau kurang, janganlah dikurangi semuanya,” katanya.

Kedua, Cina merupakan negara yang paling konsisten mengirimkan vaksin ke Indonesia. Mengenai ini, Menkes mengaku telah melakukan diskusi dengan pemerintah Cina.

“Diskusi itu menanyai apakah bisa memberikan tambahan untuk jaga-jaga, kalau misalnya AsraZeneca ini terlambat dikirim,” ujarnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional