Menu

Masdinar, 2 Kali Dipaksa “Iblis” Bunuh Diri

  Dibaca : 2461 kali
Masdinar, 2 Kali Dipaksa “Iblis” Bunuh Diri
Awesome Review Contest bersama Samsung Galaxy A32 yang akan diadakan mulai 24 September sampai dengan 24 Oktober 2021.
gantung diri

ilustrasi

LIMAPULUH KOTA, METRO–Peristiwa gantung diri berbau mistis terjadi di Jorong Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (3/4) pagi. Masnidar (56), yang ditemukan tergantung di batang manggis, diduga warga menghabisi hidupnya atas suruhan dubilih (setan-red) yang setahun terakhir mengganggu hidupnya.

Jasad Masnidar ditemukan keluarganya tergantung dengan tali jemuran, di pokok batang manggis yang ada di belakang rumah. Lidah Masnidar terjulur, kakinya tegang, dan leher terkulai. Takut jadi tontonan warga, jasad korban langsung diturunkan, selanjutnya disemayamkan di rumah duka. ”Kami takut, jasad ibu jadi tontonan, makanya segera diturunkan,” ungkap Ami (41), keluarga korban, ketika dimintai keterangan oleh polisi. Setelah diturunkan, barulah perkara ini dilaporkan ke polisi.

Kapolsek Harau AKP Elvi Daimar yang mendapat laporan, bergegas ke lokasi dan melakukan penyelidikan bersama anggotanya. ”Penemuan mayat korban pukul 05.15 WIB. Keluarga baru melapor setelah mayat diturunkan,” ungkap Kapolsek.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, Kapolsek lalu berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Harau Dr Eka. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. ”Korban murni bunuh diri. Mungkin karena depresi, sebab sejak setahun belakangan sakit dan tidak kunjung sembuh,” papar Kapolsek.

Usai diselenggarakan, jasad Masnidar dikebumikan di pemakaman keluarganya. Isak tangis mengiringi kepergian ibu tua tersebut. Tak ada yang menyangka, Masnidar yang dikenal baik, akan mati dengan cara tragis dan tak lazim itu.

Dipaksa Dubilih

Aroma mistis benar-benar menguar dalam peristiwa kematian Masnidar. Orang kampung percaya, Masnidar bunuh diri karena dipaksa dubilih (iblis) yang merasukinya. Cerita di luar logika ini diperkuat perbuatan Masnidar, yang sebelum ditemukan tewas, sudah dua kali mencoba menghabisi hidupnya. Mulai dari menenggak racun, sampai dengan tali. ”Ibu dipaksa dubilih gantung diri,” begitu ungkapan Anis (54), pemilik warung yang tak jauh dari rumah korban.

Cerita dari mulut ke mulut. Sejak setahun belakangan, Masnidar mengalami penyakit yang aneh. Beberapa kali diperiksa dokter, namun tidak ditemukan penyakit medis yang hinggap di tubuhnya. Meski demikian, setiap hari, Masnidar sering berkelakuan aneh dan demam. ”Dia seperti itu karena dubilih. Sering dibawa ke dokter, tapi tak sembuh,” kata Anis (54).

Hal yang sama dikatakan Putri. Dia berkeyakinan, almarhum dirasuki dubilih yang kuat. Beberapa kali coba diusir dengan bantuan paranormal, tapi tak mempan. Dubilih itu terus bersemayam di tubuh korban dan memaksanya melakukan hal-hal yang tak lazim. ”Tek Idan seperti itu karena dia kemasukan dubilih. Sudah satu tahun terakhir akal sehatnya sering hilang dan berkelakuan tak wajar,” ungkap Putri (20), pelayat.

Sebelumnya, 4 bulan kebelakang, Masnidar juga pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan menelan sebotol racun. Tapi, nyawanya tertolong karena cepat dibawa ke rumah sakit. Sejak itu, keluarga terus menjaganya agar tak berkelakuan aneh. Namun, pada Minggu pagi, keluarga seperti kecolongan. Mendiang bisa keluar rumah dan menggantung dirinya hingga tewas.

Ulah Iblis

Guru Besar IAIN Imam Bonjol Duski Samad mengungkapkan, meski tak bisa diterima secara medis, namun peristiwa yang dialami Masnidar merupakan bukti nyata kalau iblis akan terus menyesatkan manusia.

”Itu bukan mengada-ngada. Bisa jadi, benar-benar dirasuki iblis. Kan sudah garisan kalau iblis menggoda manusia sampai kiamat datang. Apa yang terjadi di Limapuluh Kota merupakan bukti konkrit perbuatan iblis,” tutur Duski Samad. (cr4/cr2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional