Close

Masa Depan Sawahlunto Ditentukan Kesehatan Ibu dan Anak

Deri Asta Walikota Sawahlunto

SAWAHLUNTO, METRO–Pemko Sawahlunto be­rupaya secara maksimal dukung kesehatan ibu dan anak melalui Posyandu. Upaya tersebut diwujutkan dengan peningkatan sarana dan prasarana, anggaran insentif dan o­perasional sampai pemberian makanan tambahan (PMT).

Sementara untuk me­ngoptimalkan dan memperluas peran Posyandu di Sawahlunto sudah diintegrasikan dengan Bina Keluarga Balita (BKB) dan PAUD. 

Walikota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan, Pemko Sawahlunto berkomitmen dalam mendu­kung kesehatan ibu dan anak. Masa depan Sawahlunto ditentukan oleh kesehatan ibu dan anak se­karang ini. 

“Masa depan kota ini ada di tangan anak – anak kita sekarang yang balita sekarang. Anak – anak itu tergantung juga dengan bagaimana ibu yang me­rawat dan mendidiknya. Maka itu, anak dan ibu ini adalah satu kesatuan, Pemko membantu ibu dan anak ini melalui Posyandu, BKB dan PAUD,” kata Deri Asta, saat menghadiri penilaian Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Pro­pinsi Sumatera Barat, pa­da Rabu (27/10)  di Posyandu Bunga Bunga Bang­sa, Kelurahan Durian II Kecamatan Barangin. 

Untuk alokasi yang disediakan Pemko Sa­wah­lunto untuk Posyan­du ini, dijelaskan Walikota Deri Asta yakni untuk operasional kader sebesar Rp 200 ribu/orang/bulan. Kemudian untuk Pemberian Makanan Tam­bahan (P­MT) itu difasilitasi sebesar Rp 7.500 /anak/bulan. 

“Sementara untuk da­na BOP Posyandu itu disediakan minimal Rp 1 juta/posyandu/tahun,” kata Walikota Deri Asta. 

Jumlah Posyandu yang telah terintegrasi BKB dan PAUD sekarang ini, seperti dilaporkan Kepala Dinsos PMD PPA Sa­wahlunto, Efriyanto, a­dalah 103 posyandu. 

“Jumlah kader Posya­ndu dari 103 Posyandu ini adalah 525 orang. Kemudian kita juga memiliki 55 Posyandu Lansia, dengan jumlah kader mencapai 275 orang,” kata Efriyanto. 

Kader Posyandu Bu­nga Bunga Bangsa yang dinilai Tim Provinsi tadi yaitu Lusi Oktrina, telah melakukan kegiatan inovasi sejumlah 26 kegiatan. Diantaranya ; pijat bayi, bank sampah, kantong pikumbang dan tas rajutan. 

Perwakilan tim penilai, Hendrawati Roza menyebutkan penilaian lapangan dilaksanakan dengan pe­ninjauan langsung dan wa­wancara. (pin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top