Menu

Maret 2020, Paket Tender Solsel Baru 4,6 Persen

  Dibaca : 414 kali
Maret 2020, Paket Tender Solsel Baru 4,6 Persen
Admi Zulkhairi Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabuapaten Solsel

SOLSEL, METRO
Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) dengan DPRD setempat, untuk percepatan proses tender pengadaan barang dan jasa saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengadaan Barang dan Jasa akhir Januari lalu mungkin akan sulit terselesaikan. Pasalnya, angka 50 persen yang ditargetkan jelang Ramadhan bakal sulit tercapai. Hal ini mengingat hingga saat ini, baru 7 paket yang telah masuk ke Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Kemudian, 3 paket sudah selesai dilelang dan 4 dalam proses.

“Hingga saat ini  baru 7 paket tender yang diumumkan. Tiga sudah selesai ditender dan empat paket masih dalam proses. Sedangkan ada 2 non tender yaitu Perencanaan pembangunan kawasan Camintoran dan Perencanaan pembangunan kawasan HWB,” ujar Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setkab Solsel, Admi Zulkhairi, Rabu (4/3).

Dia menjelaskan, awal bulan triwulan pertama 2020 ini, pencapaian proses tender di Solsel baru berada diangka 4,6 persen. Ini sangat jauh dari total 150 paket tender pengadaan barang dan jasa tahun ini.

Tujuh paket tersebut yakni, paket pengadaan makan petugas rumah sakit-BLUD RSUD Solsel dengan nilai kontrak sebesar Rp 775,5 juta. Kemudian, paket pengadaan makan pasien rumah sakit-BLUD RSUD Solsel dengan nilai kontrak sebesar Rp 506 juta. Lalu, paket jasa konsultasi perencanaan RSUD pratama.  “Ketiga paket ini sudah selesai ditender. Khusus untuk paket jasa konsultasi perencanaan RSUD pratama, nilai kontraknya belum dibuat. Tapi juga sudah selesai ditender,” sebut Zulkhairi.

Empat paket lainnya, lanjut Admi, masih dalam proses tender. Yakni, paket pengadaan backhoe loader dengan Harga Penawaran Satuan (HPS) senilai Rp 999,9 juta. Kemudian, lanjutan pembangunan pasar semimodern Padang Aro dengan HPS senilai Rp 628,8 juta.

Selanjutnya, pembangunan drainase Jorong Bangko Bomas dan Mantirai dengan HPS senilai Rp 350 juta. Terakhir, jasa konsultasi perencanaan pembangunan gedung baru Puskesmas Rawatan Mercu dengan HPS senilai Rp 259,9 juta. “Ke empat paket ini sedang dalam proses upload dan pembukaan dokumen lelang. Sedangkan, paket Puskesmas Rawatan Mercu itu sudah tender ulang. Pertama gagal karena tidak ada yang memasukkan penawaran,” ujarnya

Dia mengatakan, di Solsel ada 449 paket untuk semua jenis Pengadaan. Dimana 134 paket konstruksi, 160 pengadaan barang dan jasa, 139 jasa konsultasi serta 7 Jasa lainnya. Sebetulnya, untuk proses di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa tidaklah memakan waktu yang lama, intinya pengerjaan itu tergantung dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) karena mereka yang punya paket untuk ditenderkan. “Kami hanya memproses agar paket tersebut bisa dilelang, tentunya OPD memasukan dokumen untuk selanjutnya kami lelang,”katanya.

Melihat komitmen dalam percepatan tender di kabupaten itu, Admi pesimis akan mencapai angka 50 persen jelang bulan Ramadhan yang jatuh pada April mendatang. Salah satu kendala lambatnya tender bergulir, lambatnya OPD terkait yang memiliki paket tender dalam memasukkan dokumen lelang ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.
Meski demikian, bukan tidak mungkin separuh paket yang ada itu tercapai. Hal itu tentunya OPD juga berpacu dalam memasukkan dokumen yang lengkap untuk segera dilelang. Sebab, pihaknya juga berkomitmen tidak akan menunda setiap paket tender yang masuk ke unit PBJ.

Untuk satu paket perencanaan minimal butuh waktu 58 hari proses tender. Sedang untuk satu paket konstruksi, minimal  menghabiskan waktu satu bulan. Jadi katanya, jika ada 75 paket saja yang masuk dalam rentang sepekan ke depan, maka 50 persen target sudah tercapai.  “Unit PBJ sudah menyurati OPD-OPD terkait agar secepatnya memasukkan dokumen lelang. Namun saat ini baru tujuh paket yang masuk. Besok (hari ini, red) kami kembali akan melayangkan surat lagi, agar OPD yang memiliki paket tender menyerahkan dokumen tender paling lambat 10 Maret nanti,”pintanya.

Dikatakan, kiat dalam percepatan proses tender di masa mendatang, OPD harus sudah menyusun dokumen perencanaan di tahun berjalan. Artinya, dokumen perencanaan sudah siap tahun ini, sehingga pengerjaan konstruksi bisa dimulai di awal tahun depan. “Tapi yang terjadi, dokumen perencanaan masih disusun ditahun yang sama  dengan pengerjaan konstruksi. Tentu proses tender jadi lambat, sebab susun dulu dokumen perencanaan, lalu ditender. Setelah selesai baru tender pengerjaan konstruksi. Tentunya pelaksanaan pembangunan akan molor,”jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Solsel bersama DPRD setempat memasang target 50 persen paket tender terkontrak sebelum Ramadhan. Komitmen ini muncul di sela kegiatan Bimtek pengadaan barang dan jasa dan finalisasi pengentrian Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup), di Hotel Pengeran City, Padang, akhir Januari lalu. Ketua DPRD Solsel, Zigo Rolanda menyatakan, lebih cepat bergulirnya proyek-proyek pemerintah, tentunya dapat memacu perputaran ekonomi masyarakat di kabupaten tersebut. ”Proses tender yang cepat merupakan keinginan bersama. Dengan begitu masyarakat juga akan cepat menikmati hasil pembangunan,” katanya. Bahkan, legislatif lanjut Zigo, siap membuka ruang konsultasi untuk mencapai tujuan tersebut. “Jika ada kendala dalam proses pengadaan, jangan takut untuk berkonsultasi dengan DPRD. Lembaga DPRD, terbuka untuk menerima masukan atau ada yang ingin berkonsultasi,”ujar Zigo. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional