Close

Mantan Tabib jadi Bandar Narkoba

Mantan Tabib Diduga Jadi Bandar Narkoba
Mantan tabib pengobatan mata tradisional, R (32) asal Limapuluh Kota, dibekuk jajaran Sat Resnarkoba Polres Payakumbuh karena diduga sebagai bandar dan pemakai narkotika jenis sabu, Jumat (16/10/2015) sekitar pukul 21.30 WIB di rumah istrinya.

PAYAKUMBUH, METRO–Mantan tabib pengobatan mata secara tradisional, R (32) asal Jorong Subarang Parit, Kenagarian Koto Tangah Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota dibekuk jajaran Sat Resnarkoba Polres Payakumbuh karena diduga sebagai bandar dan pemakai narkotika jenis sabu, Jumat (16/10) sekitar pukul 21.30 WIB di rumah isterinya.

Usai penangkapan R, Kasat Resnarkoba, AKP Romarpus Almi juga menangkap seorang yang sudah lama menjadi Target Operasi (TO) narkoba Polres Payakumbuh BB (23) yang juga warga Subarang Parit. Penangkapan kedua tersangka yang telah lama diincar tersebut berhasil dilakukan setelah polisi melakukan pengintaian panjang.

Saat dipastikan tersangka menyimpan narkoba, sejumlah polisi berpakaian preman yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba dan Kanit I Narkoba, Aipda Ardiyanto bergerak menuju lokasi.

Berawal dari penangkapan R, Jumat (16/10) sekitar pukul 21.30 WIB di rumah istrinya, tersangka mengaku sebelumnya memang membeli narkoba jenis sabu dengan paket besar seharga puluhan juta. Sabu tersebut dia beli kepada seorang teman di Medan, Sumatera Utara dan dikirimkan melalui jasa paket.

Namun saat ditanya polisi dimana menyimpan narkoba tersebut dirinya mengakui, tak lagi menyimpan narkoba di rumahnya, sebab paket sabu tersebut telah diserahkan kepada tersangka untuk dijual. Tak percaya dengan ucapan tersangka, polisi melakukan penggeledahan di rumahnya.

Namun, dari dalam rumah R tidak ditemukan narkoba apapun. Tidak mau kehilangan buruan, akhirnya polisi lansung bergerak cepat ke kediaman BB sesuai dengan apa yang disampaikan R. Saat ditangkap tersangka BB tengah duduk-duduk tidak jauh dari tempat kediamannya. Saat mengetahui sejumlah polisi datang, tersangka mencoba melarikan diri.

Sayang, aksi tersebut berhasil digagalkan dan tersangka akhirnya digelandang ke rumahnya untuk mencari barang bukti. Sekitar satu jam melakukan penggeledahan, polisi berhasil mengamankan paket narkoba jenis sabu-sabu yang disimpan tersangka di balik lemari kain.

Kepada polisi, R mengakui jika dirinya memang menggunakan narkoba jenis sabu sejak tahun 2010 lalu karena terpedaya dengan ajakan kakak angkatnya. Di samping faktor itu, R mengakui usaha pengobatan di klinik mata tidak berjalan lancar hingga dia banting stir untuk menjadi pemakai sabu sekaligus bandar.

”Memang sebelum saya bekerja di sebuah klinik mata di Padang dan Pasaman, karena pasien yang datang terus berkurang sejak dua tahun terakhir dan klinik jadi sepi. Sejak saat itu saya menggunakan narkoba dan menjualnya. Beberapa waktu lalu saya pernah menggadaikan rumah dan tanah untuk membeli Narkoba seharga Rp75 juta dari Medan dan dikirimkan lewat paket. Namun, paket sabu tersebut telah habis saya jual seminggu yang lalu,” terang R dihadapan penyidik Satresnarkoba Polres Payakumbuh.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Yuliani membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap dua terduga pemakai sabu dan pengedar. Kedua tersangka memang telah lama menjadi Target Operasi (TO) Satuan Reserse Narkoba Polres Payakumbuh. Saat mendapat informasi keberadaan tersangka dari masyarakat, pihaknya langsung melakukan pengintaian hingga akhirnya keduanya berhasil dibekuk dengan sejumlah paket kecil sabu seharga Rp 2 juta rupiah.

”Hingga kini, tersangka dan barang bukti telah kita amankan di Mapolres,” terang Kapolres Payakumbuh, AKBP Yuliani melalui AKP Romarpus Almi dan Kanit I Narkoba, Aipda, Ardiyanto, Minggu (18/10) sore.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top