Menu

Mantan Pimpinan Bank Terjerat Kasus Asusila

  Dibaca : 123 kali
Mantan Pimpinan Bank Terjerat Kasus Asusila
DIPERIKSA— DHN, mantan pimpinan bank Capem Bukittinggi menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Bukittinggi. (ulfa/posmetro)

BUKITTINGGI, METRO – Sempat mangkir pada pemeriksaan sebelumnya, mantan pimpinan bank milik BUMN di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Aur Kuning yang kini berstatus tersangka pelecehan seksual terhadap terhadap bawahannya (teller), memenuhi panggilan penyidik Sareskrim Polres Bukittinggi, Selasa (13/8).

Pantauan POSMETRO, tersangka berinisial DHN (38) datang ke Mapolres Bukittinggi turut didampinggi dua pengacara, istri dan dua orang saksi yang meringankan. Tersangka menjalani pemeriksaannya yang ke empat kalinya dalam tahap sidik melengkapi berkas perkara.

Tersangka diperiksa penyidik di ruangan Reskrim lantai dua, selama tiga jam mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Saat mantan pimpinan bank itu keluar dan ditanyai awak media, DHN enggan untuk memberikan keterangannya kepada wartawan. “Saya tidak bisa memberikan keterangan, tanya saja ke penyidik,” kata DHN.

Seperti yang diketahui, dugaan pelecehan seksual yang menimpa korban DPS terjadi sekitar tahun 2017. Saat itu DPS masih bekerja sebagai teller di kantor Cabang Pembantu (Capem) bank salah satu BUMN di Aur Kuning Kota Bukittinggi yang dipimpin DHN. Tidak senang diperlakukan tak senonoh, DPS kemudian melaporkan DHN ke Polres Bukittinggi untuk proses hukum.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/86/K/IV/2019 tertanggal 3 April 2019 tentang dugaan tindak pidana terhadap kesusilaan. Setelah melalui proses penyidikan pihak kepolisian akhirnya menetapkan DHN sebagai tersangka lantaran memenuhi unsur tindak pidana. Kini, Polres Bukittinggi masih terus melengkapi berkas untuk segera dilimpahkan ke jaksa.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Andi MA Mekuo saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp menuliskan, kasus itu sedang dalam proses melengkapi petunjuk dari JPU, setelah semuanya dirasa cukup untuk dikirim kembali berkas perkaranya.

“Masih P19, makanya kita akan lengkapi segera. Jika sudah dilengkapi, berkas akan dikirim lagi ke jaksa. Setelah itu, menunggu petunjuk kembali atau apakah dapat dinyatakan telah lengkap oleh JPU kota bukittinggi,” tulisnya. (u)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional