Menu

Mantan Pekerja Minta Tambang Ombilin Dijaga Kelestariannya

  Dibaca : 108 kali
Mantan Pekerja Minta Tambang Ombilin Dijaga Kelestariannya
Tambang Batu Bara Ombilin (TBBO) Kota Sawahlunto (foto : Photo : VIVA/ Andri Mardiansyah/ Padang)

SAWAHLUNTO, METRO – Pasca ditetapkannya Ombilin Coal Mine Heritage of Sawahlunto, sebagai World Heritage Unesco, intensitas kunjungan wisatawan asing mulai meningkat. Yang terbaru, sepasang turis asal Jepang Koniomi Yanagihara dan Michiko, datang ke Sawahlunto, setelah mengetahui melalui pemberitaan di negaranya.

Ketertarikan Kaniomi Yanagihara sangat beralasan, karena dilatarbelakangi oleh sejarah. Pria yang kini berusia 77 tahun itu pada tahun 1990 an, pernah bekerja sekitar dua tahun di Indonesia tepatnya di tambang batubara Ombilin sebagai tenaga expert Jatec (Japan Technology) dengan posisi jabatan penting dan strategis di industri pertambangan batubara.

Dilansir airmagz.com , Yanagiharai mengemukakan, dia tertarik datang setelah mengetahui tambang batubara Ombilin di akui sebagai warisan dunia Unesco dari berbagai pemberitaan media di Jepang. Sebagai orang yang pernah 30 tahun lalu tinggal di Sawahlunto, dia datang memanfaatkan masa tuanya berwisata ke kota ini bersama istrinya Michiko.

Di Sawahlunto,  pensiunan Mitsui E&S Machinery co.Ltd. ini mengunjungi berbagai destinasi wisata kota tua Sawahlunto, seperti museum tambang Ombilin, tambang dalam Sawahrassau V, eks tambang terbuka, Balai Diklat Tambang Bawah Tanah yang dikelola Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), serta objek paling ikonis, Lubang Tambang Mbah Soero, di pusat kota tua Sawahlunto.

Dalam lawatan dua harinya ke destinasi tersebut, wiastawan negeri sakura itu terkesan dengan keramahtamahan warga kota. Apalagi,  dia diterima sebagai tamu kehormatan oleh Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta. Selain napak tilas, menyisir jejaknya saat meninggalkan kota tambang tua ini sekitar 30 tahun lalu, yang banyak berubah tanpa merusak benda cagar budaya yang masih kokoh berdiri menjulang langit.

“Namun saya juga sedih, tambang Ombilin tidak lagi beroperasi, sehingga hanya tinggal kenangan dibalik  puing-puing dan besi tua yang teronggok, ditutupi semak dan rumput liar” tuturnya.

Tapi ia puas, orang disini ramah, apalagi walikotanya sangat baik dan senang menyambut tamu. Satu hal yang tak hilang dari ingatan, pohon mangga yang saya tanam di Wisma Ombilin masih hidup dan berbuah. Tolong jangan ditebang, suatu saat ia datang lagi menikmati kota warisan dunia ini.

Dalan bahasa Inggeris bercampur Indonesia ia berwisata ke Sawahlunto, Yanagihara dan istri melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan Bandung, bergabung dengan sahabat lamanya para senior pensiunan Tambang Ombilin seperti, Oscar Mardin, Dadzui Ismail, Arifin Thaib, Flidelin Katili dan lainnya.

Ir.H.Dadzui Ismail, parktisi tambang Ombilin berharap, meski tamnbang Ombilin tidak lagi dioperasikan, tapi tetap harus dirawat sebagai bagian dari perjalanan sejarah peradaban penambangan batubara di dunia, khusunya Indonesia. (*/zek)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional