Menu

Manchester City VS Chelsea, Saling “Bunuh” Demi Terbaik Eropa

  Dibaca : 172 kali
Manchester City VS Chelsea, Saling “Bunuh” Demi Terbaik Eropa
Manchester City vs Chelsea

Babak final Liga Champions 2020/21 akan digelar di Estadio do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (30/5). Dua wakil Inggris, Manchester City dan Chelsea, akan saling bunuh untuk jadi yang terbaik.

Manchester City sampai di final pertamanya ini setelah menjuarai Grup C. Sesudah itu, pasukan Josep Guardiola berturut-turut menyingkirkan Borussia Monchengladbach (agregat 4-0), Borussia Dortmund (4-2), dan finalis musim lalu PSG (4-1).

Sementara itu, Chelsea menjuarai Grup E bersama Frank Lampard. Setelah itu, bersama Thomas Tuchel, mereka mengeliminasi Atletico Madrid (agregat 3-0), Porto (2-1), dan sang raja kompetisi Real Madrid (3-1).

Manchester City dan Chelsea sudah bertemu tiga kali di kompetisi domestik musim ini. Man­chester City menang sekali, dan Chelsea menang dua kali.

Pada pekan ke-17 Premier League musim ini, Manchester City menang 3-1 di kandang Chelsea. The Citizens menang lewat gol-gol Ilkay Gundogan, Phil Foden, dan Kevin De Bruyne. Waktu itu, Chelsea masih ditangani Lampard.

Setelah itu, mereka ber­temu di semifinal FA Cup. Kali ini, Chelsea su­dah ganti dilatih oleh Thomas Tuchel. Main di Wembley, The Blues menang 1-0 lewat gol tunggal Hakim Ziyech.

Terakhir, Manchester City menjamu Chelsea pada pekan ke-35 Premier League. Tuchel lagi-lagi mengalahkan Guardiola. Chelsea besutannya me­nang 2-1. Sempat tertinggal oleh gol Raheem Sterling, Chelsea membalikkan kea­daan lewat gol-gol Ziyech dan Marcos Alonso.

Manchester City dan Chelsea baru pernah saling berhadapan dua kali di pentas Eropa, yakni ketika mereka bertemu di semifinal European Cup Winners’ Cup 1970/71. Chelsea menyingkirkan Manchester City dengan agregat 2-0 setelah menang masing-masing dengan skor 1-0 kandang dan tandang.

Ini adalah final Liga Champions pertama bagi Manchester City. Sementara itu, ini merupakan final ke-3 bagi Chelsea, yang sudah pernah juara sekali pada tahun 2012.

Manajer Manchester City, Josep Guardiola, su­dah pernah dua kali menjuarai Liga Champions sebagai pelatih, yakni bersama Barcelona pada musim 2008/09 dan 2010/11. Sementara itu, manajer Chel­sea, Tuchel, baru musim lalu mencapai final kompetisi ini bersama PSG, dan kalah 0-1 dari Bayern Munchen.

Dua final Liga Champions Chelsea sebelumnya semuanya berakhir dengan adu penalti. Mereka kalah dari Manchester United pada 2008 (1-1, 5-6), kemudian menang atas Bayern Munchen pada 2012 (1-1, 4-3). Akankah tren adu penalti itu terulang lagi?

Lalu, siapakah yang akan keluar sebagai pemenang? Akankah Man­chester City meraih gelar perdananya dan menjadi juara anyar, atau Chelsea yang akan meraih titel mereka yang kedua?

Formasi Maut Chelsea Yang Siap Kubur Treble Manchester City

Chelsea pasti berusaha keras untuk mengalahkan Manchester City di final Liga Champions, agar mu­sim ini tidak hampa gelar.

Misi Chelsea mengakhiri musim ini tanpa gelar bisa terwujud. Asalkan, The Blues, bisa mengalahkan Manchester City, pada final Liga Champions, yang di­gelar di Stadion Dragao, Porto, Minggu (30/5) dini hari WIB.

Sebenarnya, Chelsea mempunyai peluang untuk juara Piala FA. Sayang, di pertandingan puncak klub asal London Barat tersebut menyerah satu gol tanpa balas dari Leicester City.

Namun, mengalahkan Manchester City, bukan perkara mudah. Klub besutan Pep Guardiola itu tam­pil mengesankan sepanjang musim ini dengan mengu­kir dua gelar yakni Liga Primer Inggris dan Carabao Cup.

Di atas kertas, Manchester City lebih diunggulkan merengkuh trofi Li­ga Champions untuk pertama kalinya. Performa Chel­sea yang menurun jadi satu di antara alasannya.

Dalam empat per­tarungan terakhir yang dimainkan di semua ajang, Chelsea menelan tiga kekalahan. Klub yang identik dengan warna biru tersebut seolah kehabisan bensin jelang berakhirnya musim ini.

Kendati demikian, Man­chester City tetap harus waspada. Pelatih Chelsea Thomas Tuchel pasti menyiapkan strategi jitu buat membungkam The Citizens.

Apalagi, Tuchel yang baru datang pada akhir Januari lalu menggantikan Frank Lampard, sudah dua kali mengalahkan Guardiola. Menang 2-1 pada lanjutan Liga Primer dan menyingkirkan Manchester City di semi-final Piala FA dengan skor 1-0.

Seluruh pemain Chel­sea siap tempur untuk melawan Manchester City. Kemungkinan besar Tuchel bakal menggunakan formasi andalannya 3-4-2-1 untuk final nanti.

Edouard Mendy yang sempat cedera tulang ru­suk saat Chelsea kalah dari Aston Villa pada pekan terakhir Liga Primer, sudah ikut latihan. Pemain Senegal tersebut bakal dipercaya untuk mengawal ga­wang dari menit awal.

Beralih ke sektor pertahanan, ada Cesar Azpilicueta, Thiago Silva, dan Antonio Rudiger. Ketiga pemain tersebut bakal ba­hu-membahu untuk meredam dari gempuran serangan pemain Manchester City.

Reece James dan Ben Chilwell yang mempunyai kecepatan bakal berperan ganda. Mereka bakal mem­bantu serangan Chel­sea lewat sisi sayap dan turun ketika Manchester City, menebar ancaman.

Kehadiran James dan Chilwell, membuat duet Jorginho dengan N’Golo Kante di lini tengah Chel­sea, lebih mudah. Kedua pemain tersebut bisa fokus untuk mengatur tempo permainan.

Sementara Mason Mount dan Christian Pulisic, akan bertugas untuk membuka ruang. Mereka bisa memanfaatkan lebar lapangan buat mengirimkan umpan manis kepada Timo Werner.

Seperti biasa, Werner bakal menjadi penyerang tunggal. Walau penam­pilan sosok berusia 25 ta­hun tersebut tidak terlalu memukau di sepanjang musim ini.

Formasi Mewah Man City Yang Siap Tutup Musim Chelsea Nirgelar

Skuad mewah Ma­n­ches­ter City bisa menjadi batu sandungan bagi Chel­sea untuk mengakhiri mu­sim 2020/21 ini dengan satu gelar saja.

Manchester City punya ambisi besar untuk membuat sejarah pada akhir pekan ini ketika pasukan Pep Guardiola itu menghadapi Chelsea di final Liga Champions untuk pertama kalinya.

City menjalani musim 2020/21 yang menakjubkan. Selain memenangkan Liga Primer Inggris dan Carabao Cup serta semi-final Piala FA, mereka ingin menghadirkan trofi Liga Champions pertama da­lam sejarah klub.

Tim yang dihadapi City memang tidak mudah, apa­­lagi Chelsea mengalah­kan The Citizens dua kali. Klub besutan Thomas Tuchel itu menang 2-1 di Liga Primer dan mengalahkan sang rival 1-0 di semi-final Piala FA.

Dengan skuad mewah bermentalkan juara, City berpotensi menutup mu­sim The Blues tanpa gelar.

Guardiola memiliki skuad yang full sehingga setiap pemain yang akan diturunkan di Estadio Dra­gao, Porto, Minggu (30/5) dini hari WIB, bisa dalam kondisi yang fit.

Posisi penjaga gawang di starting XI pastinya layak diberikan kepada Ederson, yang menjalani musim luar biasa dengan membuat 26 clean sheet dari 47 pertandingan. Kiper asal Brasil itu mendapat penghargaan Tangan Emas Liga Primer berkat peforma apiknya dalam 36 penam­pilan di liga.

Kyle Walker akan dipastikan mengisi posisi bek kanan. Ia adalah pemain yangc epat, kuat, dan hebat dalam menguasai bola. Dengan kecepatannya, ia akan menjadi kunci tim untuk menghentikan serangan balik Chelsea.

Performa apik Oleksandr Zinchenko bisa membuat Joao Cancelo tidak masuk skuat inti. Guardiola memiliki keputusan yang berat untuk memilih di antara keduanya, namun pemain asal Ukraina itu punya peluang yang lebih besar untuk mengisi posisi bek kiri.

Ruben Dias dan John Stones akan dipasang sebagai duet di lini pertahanan tim. Jika fit, keduanya dipastikan akan tampil sebagai starter, apalagi kemitraan mereka terbukti impresif sepanjang musim ini.

Musim ini adalah musim terbaik Rodri dengan kostum City dan ia pernah menggantikan posisi Fernandinho, namun pemain berpengalaman itu yang tampaknya akan dipasang setelah ia menunjukkan penampilan yang mengesankan di semi-final lawan Paris Saint-Germain.

Ilkay Gundogan, pencetak gol terbanyak City musim ini, telah mengurangi kekhawatiran akan cedera sehingga ia berpeluang mengambil tempatnya di lini tengah bersama Bernardo Silva, yang tidak terkalahkan dalam 26 pertandingan terakhir Liga Champions yang dimainkan serta memiliki energi dan kunci kerja untuk memenangkan kembali bola dengan cepat.

Tampaknya tidak ada ruang bagi Sergio Aguero untuk masuk ke dalam starting XI sehingga striker asal Argentina itu hanya akan dipasang sebagai pemain cadangan.

Kevin De Bruyne akan melanjutkan perannya sebagai false nine, dengan Riyad Mahrez dan Phil Foden akan memberikan dukungan dari sisi sayap.

De Bruyne, pemain paling penting di klub, memiliki motivasi yang esktra melawan mantan klubnya. Sementara itu, Mahrez mencetak gol-gol kunci di perempat-final dan semi-final sehingga ia layak diandalkan. Foden akan menjadi pemain Inggris termuda ketiga yang menjadi starter di final Liga Champions.

Statistik Kedua Tim

Manchester City belum terkalahkan di Liga Champions musim ini, menang 11 kali dalam 12 pertandingan yang sudah mereka mainkan (M11 S1 K2).

Manchester City selalu mencetak minimal 2 gol dalam 7 laga terakhirnya di Liga Champions.

Manchester City mencatatkan 8 clean sheet dan tak pernah kebobolan lebih dari 1 gol di tiap laga dalam 12 pertandingan yang su­dah mereka mainkan di Liga Champions musim ini.

Manchester City cuma kalah 5 kali dalam 47 laga terakhirnya di semua kompetisi (M39 S3 K5).

Chelsea baru kalah sekali di Liga Champions musim ini (M8 S3 K1)

Selalu tercipta maksimal 2 gol dalam 7 laga terakhir Chelsea di Liga Cham­pions.

Dalam 5 laga terakhirnya di semua kompetisi, setelah menyingkirkan Real Madrid di semifinal, Chel­sea kalah 3 kali dan hanya menang 2 kali (M2 S0 K3).

Chelsea tanpa clean sheet, alias selalu kebobolan, dalam 5 laga terakhirnya di semua kompetisi. (*/rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional