Menu

Mamak “Cilako” Rampok Kamanakan, Masuk Penjara Ditangisi Anak-Istri

  Dibaca : 727 kali
Mamak “Cilako” Rampok Kamanakan, Masuk Penjara Ditangisi Anak-Istri
KONFERENSI PERS— Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar, Anwarudin Sulistiyono saat konferensi pers terkait penyidikan kasus penyimpangan pembayaran ganti rugi lahan pembangunan jalan tol Padang-Sicincin.
pencuri 3

ilustrasi

TANAHDATAR, METRO–Kian hari, aksi kejahatan semakin edan saja terjadi. Saking edannya, di Jorong Sikaladi, Nagari Pariangan, Tanahdatar, seorang mamak, tega merampok keponakannya sendiri. Sang kamanakan dipukuli pakai balok. Pingsan. Lalu, tas berisi barang elektroniknya dibawa kabur oleh orang yang seharusnya menjadi tumpuan harapan dan pemberi bimbingan. Sang mamak berhasil ditangkap polisi pada Kamis (19/11) dinihari di rumah mertuanya.

Diiringi tangis anak dan istri, pelaku digiring polisi ke sel tahanan.
Mamak yang tak ubahnya si raja tega itu bernama Indra (29). Sedangkan sang kamanakan yang jadi sasaran kebrutalannya adalah Irawati (21), mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Batusangkar. ”Saya tak menyangka sedikit pun akan dipukuli oleh mamak sendiri. Barang-barang berharga saya juga diambil,” terang Irawati ketika melapor ke Polsek Pariangan beberapa waktu lalu.

Cerita Irawati, perampokan yang dialaminya terjadi pada 12 Oktober silam. Awalnya, Indra meminta tolong kamanakannya untuk menginstal ulang laptop yang sedang rusak. Sebagai kamanakan, Irawati menuruti perintah sang mamak untuk memperbaiki laptop itu. ”Dia mamak saya, tak mungkin dibantah. Makanya, ketika disuruh memperbaiki laptop, saya manut saja. Saya memang pandai memperbaiki barang elektronik,” ungkap Irawati.

Pulang kuliah, Irawati langsung saja ke rumah mamaknya di kawasan Gaduang Batu, Jorong Tabek, Kecamatan Pariangan, Tanahdatar. Sampai di rumah itu, Irawati merasa aneh karena rumah sepi dan hanya ada Indra seorang. ”Ketika saya tanyakan istrinya kemana, mamak menjawab sedang keluar. Lalu, saya dipersilahkan duduk dahulu. Tak ada rasa canggung,” papar sang kamanakan.

Sewaktu korban duduk, di situlah muncul niat buruk Indra. Dia melihat tas korban penuh sesak dengan barang elektronik. Indra ingin menguasainya. Mengambil barang berharga yang ada di dalam tas. Menurut Kapolsek Pariangan Iptu Erman, Indra tak lagi berpikir panjang. Dia lupa, kalau perbuatan itu akan mengantarkannya ke penjara.

Lalu, diambilnya kayu dan langsung diayunkan ke kepala korban. Plaaakkk.. Hantaman kayu tepat mengenai kepala korban. ”Saat korban jatuh, pelaku berusaha merebut tas itu. Korban sempat melawan, tapi kalah tenaga. Usai mengambil tas, pelaku langsung melarikan diri,” ucap Kapolsek.

Tahu dirinya akan berhadapan dengan hukum, Indra kabur keluar Tanahdatar. Sementara, korban yang kesakitan, segera melapor ke Mapolsek Pariangan. ”Menerima laporan korban, petugas langsung bergerak dan mendatangi rumah pelaku. Namun, dia tidak ada. Kabur duluan. Mungkin tahu korban akan melapor dan dia akan dikejar polisi,” tutur Iptu Erman, Kamis siang.

Tidak tanggung-tanggung, Indra kabur sekian lama. Setidaknya, ada 37 hari dia menghilang. Polisi yang terus melakukan penyelidikan, akhirnya mengetahui kalau Indra bersembunyi di rumah mertuanya di kawasan Indrapura, Pesisir Selatan. ”Pada Rabu siang, petugas langsung berangkat ke Pessel untuk menangkap pelaku. Koordinasi dengan petugas kepolisian yang ada di sana juga dilakukan, sekaligus untuk memantau serta membatasi ruang gerak pelaku,” ucap Kapolsek.

Setelah mengetahui rumah mertua pelaku, polisi langsung bergerak dan melakukan pengepungan. Pintu rumah dibuka. Indra yang sedang berada di rumah terperanjat bukan main. Dia berusaha kabur, tapi terlambat sebab rumahnya duluan dikepung oleh petugas. “Pelaku akhirnya memilih untuk menyerahkan diri dibandingkan melawan petugas. Tangannya langsung diborgol,” tutur Iptu Erman.

Penangkapan Indra membuat buncah kampung mertuanya. Tak ada yang menyangka, selama berada di Indrapura, pelaku berkelakuan baik. Tangis keluarganya juga langsung pecah menyaksikan Indra diarak polisi dengan tangan terborgol. Anaknya yang masih berusia 6 tahun juga tak bisa menahan tangis dan memeluki ibunya. ”Dia langsung dibawa ke Polsek Pariangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sekaligus diinterogasi,” tambah Kapolsek.

Akibat perbuatannya, Indra terancam hukuman berat karena melanggar Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Selain hukuman penjara, Indra juga jelas dikucilkan oleh orang kampungnya, sebab perbuatannya merampok keponakan sendiri. “Saat ini tersangka telah mendekam di sel tahanan Mapolsek Pariangan. Kita juga mendalami adanya dugaan kalau pelaku sudah pernah juga beraksi di tempat lain,” sebut Iptu Erman. (n)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional