Menu

“Maling” Dibunuh di Pasar Raya, Dendam Karena Adik Dipukul

  Dibaca : 1431 kali
“Maling” Dibunuh di Pasar Raya, Dendam Karena Adik Dipukul
PEMBUNUHAN— Korban dalam penanganan medis sebelum menghembuskan nafas terkhirnya (kiri). Sementara (kanan), pelaku RN beserta rekannya diinterogasi di Polresta Padang.

PADANG, METRO – Sakit hati lantaran adiknya dipukul hingga berdarah, RN (38) menghabisi nyawa Marta Marulafau (30). Urang bagak ini menusuk korban menggunakan sebilah pisau di bagian paha sebelah kiri, Selasa (15/1) malam di kawasan Pasar Raya Padang, Kecamatan Padang Barat.

Kapolresta Padang Kombespol Yulmar Tri Himawan melalui Kasat Reskrim Polresta Padang AKP Edriyan Wiguna mengatakan, kejadian ini berawal dari rasa dendam dan sakit hati pelaku setelah adiknya mengadukan bahwa dirinya telah dipukul Marta.

}Melihat adiknya berlumuran darah, dia lansung mencari korban ke Pasar Raya dengan mengajak rekannya Gendut. Dia membawa senjata tajam. Sesampai di pasar, RN lansung menanyakan keberadaan korban yang secara kebetulan menanyakan langsung kepada Marta,” ujar Edriyan.

Dilanjutkan Edriyan, mendengar hal tersebut Marta langsung lari dari hadapan RN, menuju Mapolresta Padang. RN berusaha mengejar Marta dan meneriakinya maling. Sontak, cukup hebohlah kawasan pasar yang mulai sepi itu.

”Korban dikejar pelaku dan masyarakat yang mendengar teriakan. Kebetulan di lokasi terdapat dua orang anggota Sabhara Polresta Padang yang tengah patroli. Anggota yang patroli langsung mengamankan korban yang diteriaki maling oleh warga,” ungkap Edriyan.

Ditambahkannya, di saat diamankan anggota tersebutlah pelaku diduga langsung mengayunkan pisau ke arah paha sebelah kiri korban. Namun anggota yang mengamankan tidak tahu bahwa pelaku mengayunkan pisau.

”Anggota hanya mengira pelaku sekadar memukul korban. Namun beberapa saat kemudian barulah terlihat darah bercucuran dari paha kiri korban yang sudah terlihat tak berdaya,” ujarnya.

Anggota polisi langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolresta Padang. Sementara korban langsung dibawa masyarakat yang berada di sekitar kejadian ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk mendapatkan penanganan medis.

”Sesampai di rumah sakit itulah korban diduga menghembuskan nafas terkhirnya. Karena kehabisan darah dan luka yang cukup dalam. Sedangkan pelaku diamankan di Mapolresta Padang yang kemudian juga mengamankan rekan pelaku, Gendut,” ujarnya.

Untuk saat ini pelaku telah diamankan di Mapolresta Padang bersama barang bukti sebilah pisau yang masih berlumuran darah untuk proses hukum selanjutnya. “Pelaku terancam Pasal 351 Ayat 3 KUHP tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku terancam hukuman di atas 6 tahun penjara,” pungkas Edriyan. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional