Menu

Malaria mulai Menyerang Warga

  Dibaca : 1230 kali
Malaria mulai Menyerang Warga
Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Yusuf.

malaria

PASAMAN, METRO–Cegah penyakit demam berdarah dengue (DBD) merebak, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman akhirnya melakukan fogging atau pengasapan di beberapa nagari atau jorong di Kecamatan Lubuk Sikaping. Fogging dilakukan di daerah yang disinyalir tingginya serangan nyamuk malaria, seperti di Jorong Kapalo Koto, Kecamatan Lubuk Sikaping, dan sekitarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pasaman, Desrizal menjelaskan, fogging dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan epidemologi di sekitar rumah warga yang menemukan indikasi serangan nyamuk.

“Di Kapalo Koto sudah ada jatuh korban sekitar dua orang. Makanya kami langsung ambil tindakan,” kata Desrizal.

Selain di sekitar perumahan warga, petugas juga melakukan pengasapan pada saluran air, kandang ayam, mushalla, hingga menyisir ke semua lokasi yang terindikasi tempat nyamuk bersarang.

“Ini kegiatan sangat positif sekali, memang warga sudah lama mengharapkan fogging ini dilakukan sejak peralihan musim kemarin. Namun baru bisa terlaksana sekarang,” kata Desrizal.

Menurut Desrizal, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 281 Tahun 2009, fogging dilakukan pada radius 200 meter dari lokasi penderita. Di sisi lain, dinas juga menganjurkan masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Seperti di penampungan air yang tidak langsung berhubungan dengan tanah seperti saluran air yang diplester menggunakan semen hingga menimbulkan genangan air.

Karena itu, untuk mencegah penyebaran nyamuk aides aygepty, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan di sekitar rumah warga, dengan menggalakkan 3M plus.

“Memang fogging itu hanya mematikan nyamuk dewasnya, kalau jentiknya nggak mati, tapi setidaknya kan nyamuk dewasa tidak menetas lagi. Kami harapkan masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

Di sisi lain, sedikitnya 18 kasus penyakit DBD ditangani di RSUD Lubuk Sikaping sejak Juni lalu. Tidak itu saja, penyakit diare pun menyerang warga Pasaman. Dari hitungan waktu yang sama, sedikitnya 20 kasus diare tengah ditangani pihak RSUD.

Menurut Dirut RSUD Lubuksikaping dr Hidayah, meningkatnya jumlah serangan kedua penyakit tersebut dikarenakan perubahan cuaca yang menjadi  salah satu penyebabnya. Karena dari itulah, pihak rumah sakit sendiri menghimbau masyarakat agar selalu waspada dan menjaga kesehatan.

“Pada saat musim penghujan sekarang ini penyakit DBD dan diare sangat mudah menyerang, karena itu masyarakat diharapkan selalu menjaga kesehatan,” kata Hidayah.

Menurut Hidayah, di daerah-daerah banjir atau rawan banjir, jumlah pasien penyakit diare pasti meningkat. Untuk itu perlu perhatian serius dari instansi terkait seperti Dinas Kesehatan untuk menangani hal ini secepatnya. Agar penyakit yang bisa dan mampu merenggut nyawa ini dapat ditekan dan dihindari sehingga masyarakat lebih bebas untuk beraktivitas. (cr5)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional