Menu

Malangnya Nasib Yudha yang Tewas Dibacok OTK, Keluarga Berutang Biaya Rumah Sakit Puluhan Juta

  Dibaca : 551 kali
Malangnya Nasib Yudha yang Tewas Dibacok OTK, Keluarga Berutang Biaya Rumah Sakit Puluhan Juta
Saat Dirawat— Almarhum Yudha Pratama Putra saat dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU)Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang dalam keadaan kritis.

PADANG, METRO
Meninggalnya Yudha Pratama Putra (16) akibat dibacok oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Bypass persisnya dekat SPBU Pisang, Kecamatan Pauh pada 17 Mei lalu, tidak hanya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Namun, kepergian remaja 16 tahun itu menghadap Sang Khalik, ternyata juga menyisakan utang puluhan juta di rumah sakit yang harus ditanggung keluarga.

Pasalnya, sebelum menghembuskan napas terakhirnya Jumat (22/5), Yudha sempat kritis hingga menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU)Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang selama beberapa hari.

Bahkan Yudha sempat menjalani operasi, karena luka sabetan celurit di bagian belakang punggungnya yang cukup parah, hingga akhirnya meninggal dunia.

Sempat menjalani perawatan di rumah sakit plat merah, Yudha yang tidak terdaftar dan memiliki kartu BPJS, penanganan diberikan melalui jalur umum. Penanganan medis yang diberkan kepada Yudha, membuat pihak keluarga menanggung utang yang harus dibayarkan ke rumah sakit sebesar Rp82.397.000,- Sementara, keluarga Yudha yang hidup dalam kekurangan, membutuhkan uluran tangan agar persoalan utang tersebut bisa diselesaikan.

Untungnya, sejak kasus itu mencuat, salah salah satu komunitas yang peduli pasien kurang mampu bernama Pemuda Padang Berhijrah bergerak melakukan penggalangan donasi untuk membantu membayarkan utang rumah sakit almarhum Yudha. Meski sudah berupaya, tetapi donasi yang terkumpul masih belum cukup untuk melunasi utang rumah sakit tersebut.

“Keluarga terpaksa memberikan jaminan berupa KTP agar bisa membawa jenazah Yudha pulang dan dimakamkan. Jaminan itu diberikan karena biaya perawatan selama di rumah sakit belum tuntas. Yudha ini berasal dari keluarga tidak mampu dan Yudha juga tulang punggung keluarga selama ini, karena ayahnya yang juga sakit-sakitan di rumahnya di kawasan Pisang RT 01 RW 01 Nomor 08, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh,” kata Founder Pemuda Padang Berhijrah Winna Wahyuni, Rabu (3/6).

Winna Wahyuni menjelaskan, utang yang dimiliki Yudha di rumah sakit tersisa sebesar Rp70 juta dan sebelumnya sudah dicicil dari donasi yang sudah terkumpul. Awalnya, biayany Rp82.397.000,- dan kemudian donasi awal terkumpul Rp 5 juta langsung dibayarkan. Donasi kedua itu terkumpul Rp 7,8 juta dari hasil penggalangan dana sama-sama dengan beberapa akun sosial.

“Karena kemarin itu utanya sisa Rp77.397.000 makanya kami bayar genap Rp7.397.000 sehingga sisanya Rp70 juta.
Batas pembayaran utang yang dimiliki Yudha paling lambat 22 Juni 2020. Kita masih terus membuka donasi bagi dermawan yang ingin membantu Yudha dalam pelunasan utang di rumah sakit. Donasi dapat melalui rekening kemanusiaan BNI Syariah 3300002029 atas nama Yayasan Hamasah Insani. Konfirmasi transfer juga bisa menghubungi ke nomor handphone 083182823607,” jelasnya.

Ciri-ciri Pelaku Didapatkan Polisi
Menurut Kapolsek Pauh, AKP Anton Luther, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
Begitupun motif penyerang yang dilakukan oleh orang tidak dikenal tersebut. Sajuh ini, sebanyak delapan orang saksi. Dari keterangan para saksi itu, belum ada petunjuk yang mengarah pelaku di balik aksi penganiayaan hingga berujung meninggalnya korban.

“Tetapi, kami sudah dapatkan informasi ciri-ciri khas dari pada pelaku. Kami sedang mengembangkan untuk ciri khas pelaku ini. Untuk identitas belum. Dari keterangan saksi, aksi pembacokan hanya dilakukan oleh satu orang. Meski saat kejadian terdapat empat sepeda motor yang berhenti di sekitar korban. Untuk motif pembacokan juga belum diketahui. Karena, dari keterangan saksi yang ada, tiba-tiba kendaraan pelaku dan beberapa kawannya berhenti. Dan pelaku langsung mendatangi korban hingga melakukan pembacokan,” kata dia.

Seperti diketahui, peristiwa ini terjadi seusai sahur. Kala itu, Yudha yang merupakan Warga RT 01 RW 01 Pisang, Kecamatan Pauh bersama rekannya bernama Fikri niat hati untuk menjemput sepeda motor milik orang tua Yudha di sebuah bengkel. Sebab, sepeda motor itu akan dipakai oleh ayah kandungnya.

Keduanya, pergi dengan mengendarai sepeda motor milik Fikri. Namun di pertengahan jalan kendaraan Fikri kehabisan bensin dan terpaksa mendorong di SPBU terdekat.  SPBU Pisang yang dituju, ternyata tutup. Kedua remaja ini terpaksa harus menunggu di tepi jalan. Namun seketika itu, datang segerombolan sepeda motor sebanyak empat unit menghampiri mereka.

Kemudian, salah seorang melakukan pembacokan terhadap Yudha. Usai di bacok pada Minggu (17/5) Yudha akhirnya menghembuskan nafas terahirnya Jumat (22/5). (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional