Menu

Maksimalkan PAD Tahun 2020

  Dibaca : 111 kali
Maksimalkan PAD Tahun 2020
PENYAMPAIAN RANPERDA APBD— Wali Kota Pariaman Genius Umar bersama ketua DPRD Kota Pariaman saat penyampaian nota Ranperda APBD 2020. (efa nurza/posmetro)

H Genius Umar menyatakan dengan memaksimalkan potensi yang ada kami optimis, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020 yang mencapai Rp58 miliar lebih tersebut dapat dicapai.

“Karena dengan semakin tingginya PAD yang kita miliki, maka kita dapat menggunakanya dengan lebih baik lagi,” kata Wali Kota Genius Umar, usai penyampaian Nota Penjelasan Walikota Pariaman mengenai Ranperda tentang RAPBD Kota Pariaman tahun 2020. Dalam penyampaianya tersebut, PAD mengalami kenaikan 60 persen lebih, dari Rp35 miliar di tahun 2019, untuk tahun 2020 menjadi Rp58,8 miliar.

Pemko masih mengandalkan dana perimbangan dari pusat, karena rendahnya PAD terhadap APBD yang dipunyai, karena itu, pemko saat ini fokus untuk menyesuaikan kegiatan di lintas OPD yang ada di Kota Pariaman, dengan kegiatan yang ada di pusat dan Kementerian, sehingga dapat memperoleh alokasi dana dari APBN.

Pemerintah Kota Pariaman mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020 dengan pendapatan sebesar Rp726,2 miliar dan belanja Rp781 miliar kepada DPRD Pariaman.

“Pendapatan pada RAPBD tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah dan dana perimbangan, karena kita masih bertumpu pada bantuan keuangan dari pusat baik Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun dari Dana Insentif Daerah (DID), karena itulah kita harus menggenjot kenaikan PAD sebagai penopang dari APBD kita kedepanya,” ulasnya.

Ia juga menambahkan, saat ini pihaknya lebih mengutamakan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang beredar ditengah masyarakat dari banyaknya event maupun acara yang telah mereka gelar selama ini.

“Kita berupaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan wisatawan. Untuk perkiraan belanja daerah anggaran 2020 dianggarkan sebesar Rp. 781 miliar yang terdiri dari belanja tidak langsung Rp. 356 miliar dan belanja langsung Rp. 424,9 miliar.

Ia merincikan anggaran untuk belanja tidak langsung terdiri dari Rp247,6 miliar belanja pegawai, Rp5,2 miliar belanja hibah, Rp2,2 miliar untuk belanja sosial.

“Penganggaran tersebut mengacu pada visi dan misi serta program dari Wako dan Wawako, dengan menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada di tengah masyarakat,” tandasnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional