Menu

Mahyeldi Silaturahmi dengan 18 Kelompok Tani Padangpariaman, Jadikan Sumbar Lumbung Padi dan Jagung

  Dibaca : 99 kali
Mahyeldi Silaturahmi dengan 18 Kelompok Tani Padangpariaman, Jadikan Sumbar Lumbung Padi dan Jagung
PERTEMUAN— Mahyeldi Ansharullah bertemu dengan perwakilan 18 kelompok tani di Padangpariaman.

PADANGPARIAMAN, METRO
Calon Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah terus bergerak menyosialisasikan program-programnya dalam membangun Sumbar lima tahun ke depan. Tak tanggung-tanggung, Mahyeldi melakukan silaturahmi dengan 18 kelompok tani (keltan) yang ada di Kabupaten Padangpariaman, akhir pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, para anggota kelompok tani mengaku masih mengalami kendala dalam mengakses berbagai program perintah untuk pertanian. Seperti mendapatkan pupuk bersubsidi saat masa tanam tiba. Begitu juga dengan pembangunan dan rehabilitasi irigasi yang ada di Padangpariaman.

Mahyeldi menyebutkan, dia bersama calon Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy bertekad akan serius dan fokus dalam bidang pertanian. Apalagi, Mahyeldi adalah Sarjana Pertanian (SP) dan Audy Joinaldy juga Sarjana Peternakan (SPt) yang serius dalam membangun bisnis pertanian di Indonesia bagian Timur.

“Kami juga bertekad menjalankan program Sumbar Sejahtera dengan mengalokasikan 10 persen APBD untuk sektor pertanian secara berkelanjutan. Tentunya ini akan membuat sektor pertanian semakin kuat dan menjadikan petani lebih sejatera. Hal ini juga sangat memungkinkan dalam postur APBD Sumbar,” kata Wali Kota Padang dua periode ini.

Bahkan, Mahyeldi-Audy katanya, juga akan menjadikan Sumbar sebagai lumbung padi dan jagung nasional—minimal di Sumatra. Pasalnya, kedua hasil pertanian ini mudah ditanam di Sumbar dan didukung oleh alam yang subur dan kaya. Tentunya dengan memastikan kondisi pertanian dan petani berjalan sesuai dengan standarnya.

“Kami juga akan memastikan Sumbar lebih mandiri dalam kebutuhan ternak, tidak lagi mendapatkan dari provinsi tetangga seperti Lampung. Karena, Sumbar punya segalanya untuk menjadi penghasil sapi-sapi unggulan. Apalagi ada BPTU-HPT (Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak) Padang Mangateh di Limapuluh Kota untuk mendapatkan sapi unggul,” kata Mahyeldi yang juga ketua umum Alumni Fakultas Peternakan (AFTA) Unand ini.

Selain itu, kata Mahyeldi, jika pertanian dan peternakan sudah ditingkatkan, tentu butuh memperbaiki tata kelola BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan mendirikan BUMD Profesional di bidang pertanian. “Kalau ini bisa dilakukan, tentu tata niaga pertanian dan peternakan akan semakin baik. Dapat menyejahterakan petani yang berdampak baik meningkatnya ekonomi masyarakat,” kata Mahyeldi.

Katanya, dengan do’a masyarakat Sumbar apa yang menjadi niat baik dapat diwujudkan bersama-sama. “Kami punya program-program unggulan yang baik dan bertekad untuk menyejahterakan masyarakat banyak,” ungkap Mahyeldi yang begitu dikenal sebagai bapak UMKM di Sumbar ini.

Untuk meningkatkan kinerja pertanian, Audy Joinaldy dirasakan sangat penting. Karena, kualitas yang dimiliki Audy dalam mengelola bidang pertanian tidak dapat diragukan lagi. Namun, bakat dalam mengelola bidang pertanian yang dimiliki audy tidak mengalir secara langsung dalam darahnya. Meski orangtuanya tak memiliki latar profesi dalam bidang pertanian. Ternyata bakatnya ini diwariskan oleh kakek buyutnya yaitu Marah Adin.

Marah Adin Datuak Penghulu Sati merupakan, seorang birokrat yang pernah menjabat Kepala Jawatan Pertanian Sumatera Tengah. Marah Adin juga tercatat sebagai pendiri Fakultas Pertanian Universitas Andalas (yang semulanya berada di Payakumbuh).

Selain itu, Marah Adin merupakan Ketua Panitia Pembentukan Kota Solok yang diresmikan pada 16 Desember 1970 oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang saat itu dijabat oleh Amir Mahmud. Tertulis dalam sejarah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sehingga nama Marah Adin di abadikan menjadi nama jalan di Payakumbuh dan Solok. (uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional