Menu

Mahyeldi Potong Kurban di Sijunjung

  Dibaca : 107 kali
Mahyeldi Potong Kurban di Sijunjung
POTONG KURBAN— Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah memotong hewan kurban usai menjadi Khatib Idul Adha 1440 H di Padang Sibusuak, Kabupaten Sijunjung. (eki prima endo/posmetro)

SIJUNJUNG, METRO – Masyarakat Kabupaten Sijunjung khususnya di Nagari Padang Sibusuak berbondong-bondong melaksanakan shalat Hari Raya Idul Adha 1440 H di lapangan bola kaki. Sebagai Imam dan khatib adalah Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah. Usai melaksanakan shalat, Mahyeldi juga memotong sejumlah hewan kurban, Minggu (11/8).

Kedatangan buya Mahyeldi, tidak hanya disambut oleh masyarakat dan jemaah yang ada di kecamatan Kupitan saja, namun masyarakat dari kecamatan lainnya yang dengan sengaja datang untuk mendengarkan khutbah yang diberikan oleh Mahyeldi.

Hal itu juga menjadikan jumlah jemaah yang hadir untuk melaksanakan shalat Idul Adha di nagari tersebut lebih banyak dari pada tahun sebelumnya. Setelah mengimami shalat, Mahyeldi menaiki mimbar dan berkhutbah dihadapan ribuan jemaah yang hadir.

Dalam khutbahnya, Mahyeldi menjelaskan makna serta nilai yang terkandung dalam memperingati hari raya Idul Adha, tentang menunaikan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima dan melaksanakan kurban.

Ia menjelaskan bahwa, nilai yang diterapkan agama Islam tidak pernah terlepas dari ukhuwah dan persatuan, termasuk dalam berkurban. “Ibadah kurban adalah ibadah yang bermanfaat bagi sesama mukmin, berupa saling memberi bantuan dan makanan, serta tolong menolong antar sesama. Dan itu semua untuk memperkuat tali ukhuwah islamiah,” tutur Mahyeldi.

Disampaikannya, Ibadah haji memotivasi dan melatih umat Islam memperkuat ukhuwah, berkumpul dari seluruh penjuru dunia di satu tempat, yakni di Ka’bah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Mengenakan pakaian ihram yang berwarna putih bahwasanya manusia sama di mata Allah, tanpa membeda-bedakan status sosial dan suku bangsa.

Ia juga mengimbau, pahami Islam sebagai agama yang komprehensif dan moderat.

“Islam meliputi semua kehidupan, politik, ekonomi, pendidikan, dan budaya. Islam bukan sekadar akidah dan ibadah, tapi juga mengatur urusan dunia dan akhirat,” imbau Mahyeldi.

“Muslim yang ideal adalah muslim yang khusyuk dalam ibadah sama profesionalnya dalam politik dan bisnis, demikian seterusnya,” tutur Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat itu.

Setelah menjadi imam dan khatib, Mahyeldi beserta rombongan menyempatkan mendabih sapi kurban di Masjid Nurul Huda Jorong Simancung, Nagari Padang Sibusuk.

“Saya diminta oleh masyarakat untuk mandabiah hewan kurban di sini. Kalau hewan kurban saya saikua jawi di Masjid Nurul Imam, Padang,” kata Walikota Padang dua periode tersebut kepada awak media.

Kedatangan Mahyeldi ke Nagari Padang Sibusuk untuk memenuhi undangan dari masyarakat, meskipun ia juga dijadwalkan untuk menjadi imam dan khatib di Kota Padang.

“Saya mempercayakan kepada Sekda Kota Padang untuk menggantikan menjadi imam dan khatib salat Idul Adha 1440 Hijriah di lapangan Imam Bonjol, Padang. Saya biasa malala, memenuhi undangan mengisi ceramah di berbagai daerah di Sumbar. Saya pernah juga jadi imam dan khatib Idul Fitri di Pessel ,” ungkap Mahyeldi. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional