Menu

Mahyeldi Minta Hidupkan Kembali Silek di Masjid dan Surau

  Dibaca : 49 kali
Mahyeldi Minta Hidupkan Kembali Silek di Masjid dan Surau
BERBINCANG— Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berbincang dengan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Rumah Sehat Covid-19 di Kampus II FIK UNP, melalui video call.

SIMAWANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menganjurkan silek (silat tradisional Minangkabau) dihidupkan kembali pada setiap masjid dan surau di daerah. Tujuannya untuk memperkuat nilai-nilai budaya dan agama demi memberikan kontribusi bagi keutuhan bangsa dan negara.

“Silek itu asal katanya sillah atau hubungan silaturahim. Setelah memperkuat hubungan dengan Allah SWT, dengan mengaji di masjid dan surau, kemudian dilanjutkan dengan memperkuat hubungan sesama manusia dengan silek,” kata Mahyeldi saat peresmian sekaligus khutbah Jumat perdana di Masjid Fathul Barri, Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (25/6).

Mahyeldi mengatakan, sejarahnya silek dan surau di Minangkabau memang sangat erat kaitannya. Hubungan erat antara unsur budaya (silek) dan agama (surau) itulah yang membentuk tokoh-tokoh Mi­nangkabau yang kemudian ikut menjadi pendiri bangsa Indonesia.

“Kita berharap Ninik Mamak (tokoh adat), Wali Nagari hingga pemerintah daerah bersama-sama dengan masyarakat untuk menjaga nilai-nilai budaya dan agama tersebut,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi menyebut, kalau ingin membangun Ranah Minang maka perbaiki bangun nagari. Kalau ingin membangun Sumbar maka bangun kabupaten/kota.

Ia menilai gerakan kembali ke nagari, kembali ke surau yang digemakan setelah reformasi, adalah momentum untuk menggali kembali nilai-nilai yang telah berhasil membentuk tokoh-tokoh Minang menjadi tokoh pendiri bangsa.

“Darah para pendiri bangsa itu mengalir dalam generasi muda kita. Dengan nilai-nilai budaya dan agama itu diharapkan generasi muda Minang sekarang bisa mengambil peran dalam pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Ia meminta Anggota DPRD ikut pula berperan untuk mengembangkan potensi generasi muda itu, dengan mengalokasikan anggaran untuk berbagai kegiatan, termasuk untuk pembangunan masjid.

Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian mengharap­kan masjid yang dibangun bisa diisi dengan berbagai kegiatan positif untuk pembangunan nagari dan SDM generasi muda.

Namun ia mengingatkan dalam kondisi pandemi, semua kegiatan harus tetap menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi penularan. “Nagari Simawang salah satu nagari yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Solok. Diharapkan masyarakat dapat menjaga kondunsifitas di tapal batas antara dua daerah itu,” harapnya.

Ikut hadir dalam kegiatan itu, Anggota DPRD Tanah Datar Ali Muhar Sutan Tunaro, Adrijinil Dt. Rang Kayo Mulie, dan St. Abu Bakar LC. Kemudian Kepala Kementrian Agama, Tanah Datar, Drs.H. Sahrul, Camat Rambatan Dra. Liza Martini, Wali Nagari Simawang Ernof S.H, dan Ketua Pembangunan Masjid H. Masrul Tanjung, S.Ag, M.Pd.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional