Menu

Mahyeldi Khatib di Masjid Nurul Iman, Jamaah Dicek Suhu Tubuh dan Pakai Masker

  Dibaca : 279 kali
Mahyeldi Khatib di Masjid Nurul Iman, Jamaah Dicek Suhu Tubuh dan Pakai Masker
SHALAT JUMAT— Jamaah yang melaksanakan shalat Jumat di Masjid Agung Nurul Iman Padang dicek suhu tubuhnya. Selain itu, adanya jarak antar jamaah saat shalat.

IMAM BONJOL, METRO
Masjid Agung Nurul Iman kembali melaksanakan shalat Jumat setelah sebelumnya tidak digelar karena adanya pandemi Covid-19. Pelaksanaan shalat Jumat (5/6), setiap jamaah mesti mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Pantauan POSMETRO, pintu gerbang yang dibuka cuma satu dari dua pintu masuk di masjid tersebut. Di gerbang masuk, sudah ada personel Satpol PP yang akan memeriksa jamaah yaitu terkait kelengkapan masker.

Kemudian, setiap jamaah mesti mencuci tangan terlebih dahulu. Selanjutnya, sebelum masuk ke dalam masjid, jamaah akan dicek suhu tubuhnya oleh personel Satpol PP.

Di dalam masjid, antara jamaah satu dengan yang lainnya dibuat jarak satu sama lain. Oleh karena itu, pengurus masjid membuat panduan bagi jamaah. Yaitu, jamaah hanya boleh duduk di titik yang sudah diberi slasiban berwarna hitam. Dari pengamatan di lapangan, para jamaah sangat mematuhi aturan protokol kesehatan ini.

Dalam pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Agung Nurul Iman tersebut, sebagai khatib yaitu Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah. Pada kesempatan itu, Mahyeldi tidak menyampaikan khutbah dalam waktu lama. Khutbah hanya disampaikan beberapa menit saja.

Dalam khutbahnya, Mahyeldi mengatakan bahwa di dalam Alquran, banyak ayat-ayat yang menyatakan akan pentingnya manusia untuk mempergunakan akal pikirannya. Sebab, peristiwa-peristiwa yang ada di muka bumi ini, menunjukan adanya kekuasaan Allah.

Salah satunya terang Mahyeldi, beberapa bulan ini, ditemukan adanya makhluk yang sangat kecil, tapi melumpuhkan kekuatan-kekuatan besar yaitu virus corona atau Covid-19. “Adanya peristiwa ini menunjukkan kepada kita, bahwa ada yang menguasai alam yang luas ini dan yaitu Allah SWT,” tukasnya.

Mahyeldi mengungkapkan, dengan adanya peristiwa, membuat orang makin dekat dengan Allah. Diantara mereka ada yang mendengarkan ayat Alquran dan suara azan. Sebab hal itu bisa memberikan ketenangan kepada jiwa mereka.

“Mudah-mudahan dengan peristiwa ini, menjadikan kita menjadi senantiasa kembali kepada Allah, senantiasa ingat dengan kekuasaan Allah, dan senantiasa mengembalikan segala urusan kita kepada Allah SWT,” terang Mahyeldi.

Sebelumnya, Ketua Harian Masjid Agung Nurul Iman, Mulyadi Muslim menjelaskan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dan ditaati oleh jamaah yang akan shalat di Masjid Agung Nurul Iman. Diantaranya wajib menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Jamaah akan dicek suhu tubuh ketika memasuki gerbang masjid.

“Jamaah yang sakit, dan dalam kondisi tidak sehat diharapkan tidak memaksakan diri untuk ikut shalat berjamaah,” ujar Mulyadi.

Ia menambahkan, menjaga agar diterapkannya physical distancing, jamaah diharapkan sudah berwudhu dari rumah atau kantor masing-masing. Peralatan shalat seperti sajadah dan mukena harus dibawa dari rumah.

“Shaf pelaksanaan shalat akan diberi tanda agar shaf tidak miring dan sesuai standar protokol kesehatan,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Bagian Kesra Setdako, Amriman menyebut, pihaknya telah menyiapkan thermo gun untuk pengukur suhu di masjid tersebut. Thermo gun digunakan ketika jamaah memasuki masjid untuk mengetahui kondisi kesehatan jamaah.

“Kita sudah siapkan dua buah thermo gun. Semoga dengan dibukanya masjid akan mengobati rindu jamaah untuk shalat berjamaah di masjid,” terang Amriman. (uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional