Close

Mahyeldi Dukung Penuh Chatib Sulaiman jadi Pahlawan Nasional

TERIMA—Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menerima audiensi IMA chapter Sumbar di Padang, Rabu (20/10).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat Mahyeldi mendukung penuh upaya memperjuangkan Chatib Sulaiman sebagai Pahlawan Nasional karena perannya dalam ma­sa perjuangan sangat besar hingga tewas dalam peristiwa PDRI tahun 1949. ”Cha­tib Sulaiman adalah tokoh pejuang asal Sumpur Tanah Datar Sumatera Barat yang lahir pada 1906 dan meninggal dalam peristiwa Situjuah untuk mempertahankan ke­daulatan Indonesia pada 15 Januari 1949. Beliau sangat pantas dijadikan Pahlawan Nasional,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menerima audiensi IMA chapter Sumbar di Padang, Rabu (20/10).

Dikatakan, Chatib Sulaiman terlibat dalam perjuangan PDRI yang berlangsung dari tanggal 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949 di bawah pimpinan Syafruddin Prawi­ra­negara. Pada 14 Januari 1949, Chatib Sulaiman sebagai Ketua Markas Perta­hanan Rakyat Daerah me­mimpin suatu rapat di Lurah Kincia, Situjuh Batua, Kabupaten Limapuluh Kota. Ra­pat diikuti Bupati Militer d­an beberapa pimpinan pejuang lainnya serta puluhan orang pasukan pengawal.

Hasil rapat memutuskan Kota Payakumbuh yang sedang dikuasai Belanda harus diserang dari segala arah lalu mendudukinya untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa perjuangan rak­yat Indonesia masih tetap ada. Hal ini dilakukan untuk melawan opini yang dibentuk Belanda bahwa Indonesia telah mereka kuasai se­penuhnya.

Keberadaan mereka a­khir­nya diketahui Belanda. Pada Subuh hari, 15 Januari 1949 saat para pejuang akan melaksanakan shalat subuh, mereka diberondong tembakan oleh Belanda. Chatib Sulaiman dan beberapa pim­pinan perjuangan beserta puluhan orang lainnya tewas seketika.

”Sebagai penghargaan terhadap beliau sekarang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Suma­tera Barat. Kita juga berharap beliau bisa ditetapkan sebagai Pahlawan Nasio­nal,” kata Mahyeldi.

Dukungan juga datang dari Presiden Indonesia Mar­keting chapter Padang Dharmawi. Menurut Chatib Sulaiman sangat pantas untuk dianugrahi gelar pahlawan nasional. ”Saat ini ba­nyak yang kenal dengan nama jalan Chatib Sulaiman tapi mungkin tidak banyak yang kenal dengan kisah perjuangannya yang bisa menjadi teladan bagi ge­nerasi muda. Dengan ditetapkannya sebagai pahlawan nasional maka generasi mu­da akan kembali menggali sejarahnya,” katanya. Kedatangan IMA chapter Sumbar mendampingi cucu Chatib Sulaiman yaitu Sudarman Chatib.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sumbar Jumaidi menyebutkan, Gubernur Sumbar Mahyeldi mendukung penuh Chatib Sulaiman ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Bahkan, Gubernur langsung menyerahkan dokumen pendukung kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini. “Kekurangan sesuai masukan tim penilai pusat pada penetapan Pah­lawan Nasional tahun 2021, dilengkapi dan disempurnakan,” katanya.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional itu, berdasarkan usulan dari Dewan Gelar yang diketuai oleh Menkopolhukam. Untuk tahun ini, Pemprov Sumbar kembali mengusulkan tiga calon Pah­­lawan Nasional, sama dengan tahun sebelumnya yaitu Chatib Sulaiman (Li­ma­puluh Kota), Samaun Bak­­ri (Kota Pariaman) dan Bagindo Dahlan Abdullah (Kota Pariaman).

Jumaidi menjelaskan, prosedur pengusulan Pahlawan Nasional itu diawali dari masyarakat mengajukan usulan Calon Pahlawan Nasional yang bersangkutan kepada Bupati/Walikota se­tempat. Bupati/Walikota me­ngajukan usulan Calon Pah­lawan Nasional yang bersangkutan kepada Gubernur, melalui instansi Sosial Provinsi setempat.

Kemudian,  Instansi So­sial Provinsi menyerahkan usulan Calon Pahlawan Nasional yang bersangkutan tersebut kepada Tim Pene­liti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk diadakan pe­nelitian dan pengkajian (me­­lalui Proses seminar, Diskusi maupun Sarasehan).

”Usulan Calon Pahlawan Nasional yang menurut pertimbangan TP2GD dinilai memenuhi kriteria, kemudian diajukan kepada Gubernur yang akan merekomendasikan kepada Menteri Sosial RI,” tuturnya.

Menteri Sosial RI Cq. Direktorat Jenderal Pemberdayaan sosial dan Penanggulangan Kemiskinan/Direktorat kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial mengadakan verifikasi kelengkapan administrasi. Usulan calon Pahlawan Nasional yang telah memenuhi persyaratan administrasi kemudian diusulkan kepada Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) untuk dilakukan penelitian, pengkajian dan pembahasan.

Usulan Calon Pahlawan Nasional yang menurut pertimbangan TP2GP dinilai memenuhi kriteria, kemudian oleh Menteri Sosial RI diajukan kepada Presiden RI melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan guna mendapatkan persetujuan Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional sekaligus Tanda Kehormatan lainnya. Usulan Calon Pahlawan Nasional yang tidak memenuhi persyaratan dapat diusulkan kembali 1 (satu) kali dan dapat diusulkan kembali minimal 2 (dua) tahun kemudian terhitung mulai tanggal penolakan, sedangkan usulan Calon-Pahlawan Nasional yang ditunda dapat diusulkan kembali dengan melengkapi persyaratan yang diminta dan diajukan kembali kepada Menteri. Upacara penganugerahan Gelar Pah­lawan Nasional dilaksanakan oleh Presiden RI menjelang Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top