Menu

Mahyeldi Dianggap Santiang Mencari Investor

  Dibaca : 140 kali
Mahyeldi Dianggap Santiang Mencari Investor
PANEN PADI— Mahyeldi Ansharullah bersama para petani saat memanen padi di Padang.

PADANG, METRO
Wali Kota Padang dua periode, Mahyeldi Ansharullah dianggap pemimpin yang santiang atau pandai mencari investor untuk pembangunan kota. Apalagi, investasi sangat penting. Investasi menggerakkan perekonomian. Dengan investasi, lapangan pekerjaan akan terbuka.

Selanjutnya, pengangguran akan berkurang. Jikalau yang mengganggur tidak banyak, kehidupan sosial akan baik. Hasrat berbuat kriminal seperti mencuri dan membegal akan merendah, bahkan bisa hilang. Kalau sudah begitu, realisasi masyarakat madani sudah di depan mata.

Juru Bicara Mahyeldi-Audy, Miko Kamal SH LLM PhD menyebutkan, sederhananya, investasi terbagi 2. Investasi dalam negeri dan investasi asing. Keduanya baik. “Bagi saya, yang berasal dari dalam negeri lebih baik,” katanya.

Katanya, hitungannya simpel saja. Kalau yang berinvestasi itu orang Jakarta, keuntungan investasinya paling jauh dibawa ke Jakarta. Masih berputar di Indonesia juga. Apalagi kalau yang berinvestasi itu orang lokal, uang hasil investasinya tetap di daerah. Tidak ada capital outflow.

“Sebaliknya, investor asing tentu akan menggunggung hasil investasinya ke negara asalnya. Itu wajar. Tidak diawak dan diorang. Kalau saya punya uang dan berinvestasi di Singapura, untung investasinya tentu saya bawa ke Padang,” katanya jebolan Macquarie University (Sydney) dan Deakin University (Melbourne) ini.

Ahli tata kelola kota ini menyebut, menarik investasi ada seninya. Tidak semua pemimpin piawai melakukannya. Tergantung kepada gaya dan nawaitu pemimpin. “Ada yang menjadikan peluang investasi sebagai kesempatan memperkaya diri. Setiap investor yang datang untuk berinvestasi habis dipalaknya,” ungkapnya.

Menurut Miko Kamal, Buya Mahyeldi Ansharullah telah membuktikan kepiawaiannya. Di masa kepemimpinannya, realisasi investasi di Padang meningkat tajam. Tahun demi tahun meningkat terus. Ini angka-angkanya yang membuat hati senang.

“Tahun 2016, investasi dalam negeri yang terealisir adalah 357,6 M. Tahun 2017 meningkat menjadi 718,2 M. Setahun beriutnya (2018), meningkat lagi menjadi 746,8 M dan puncaknya tahun 2019 terealisir 2,2 Triliun (DPMPTSP Padang, 2019). Sungguh luar biasa bukan?” kata Miko Kamal, Selasa (13/10).

Prestasi Mahyeldi, katanya, dalam bidang investasi, tahun 2018, diapresiasi oleh Tempo Media Group yang bekerjasama dengan Frontier Consulting Group. Kota Padang diganjar penghargaan Gold Kota Terbaik kategori Investasi dan penghargaan Platinum Kota Potensial kategori Pariwisata Indonesia Attractiveness Award 2018.

“Kok bisa seluar biasa itu? Apa rahasianya? Pengusaha suka berinvestasi di Padang karena selama ini mereka tidak pernah dijadikan objek pemalakan oleh aparatur pemerintahan di bawah pimpinan Mahyeldi. Itu saya dengar langsung dari mulut beberapa pengusaha,” ujar alumni UBH Padang ini.

Katanya, tidak satu dua orang yang menceritakan itu. Mahyeldi dianggap berhasil mengarahkan stafnya untuk berperan sebagai birokrat yang helpfull bagi investor. Ramah investasi.

“Saya yakin, sekarang anda tidak lagi menunggu penjelasan lain tentang catatan prestasi Buya Mahyeldi dari saya. Yang anda tunggu hanya tanggal 9 Desember saja lagi. Apalagi Buya Mahyeldi didampingi milenial profesional, Audy Joinady Dt Pasisia Alam,” tutup Miko Kamal. (uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional