Close

Mahyeldi Berpeluang Besar Diusung PKS jadi Calon Gubernur Sumbar

Mahyeldi (Ilustrasi/ist)

PERMINDO, METRO—Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah berpeluang besar bakal diusung PKS pada pemilihan gubernur pada 2020 mendatang. Ketua DPW PKS Sumbar, Irsyad Syafar mengatakan, dari berbagai survei, nama Mahyeldi berada di posisi atas.

“Semua survei menempatkan Mahyeldi di atas. Termasuk survei kita (PKS), dan terus menunjukkan grafik naik,” ujar Irsyad saat Rakorwil 2019 PKS Sumbar di Hotel Rocky, Sabtu (21/12).

Irsyad menambahkan, dukungan terhadap Mah- yeldi juga terlihat saat dirinya turun ke lapangan serta di media sosial (medsos). Di medsos, saat diajukan nama-nama kandidat lain, masyarakat tetap menginginkan Mahyeldi maju sebagai gubernur periode mendatang.
“Malah ada kandidat lain yang kumpulkan KTP, tapi kata masyarakat, kami buya (Mahyeldi) juonyo. Kami mendapatkan infor- masi itu,” ulas Irsyad.

Irsyad mengungkapkan, jika Mahyeldi nanti terpilih sebagai gubernur, porsi dia membangun Kota Padang tak terhalang. Mahyeldi masih bisa membangun Kota Padang. Hal ini untuk menanggapi adanya pernyataan Mahyeldi yang akan menyelesaikan jabatan wali kota hingga akhir masa jabatan.

Menurutnya, itu hanyapernyataan Mahyeldi secara personal. “Kalau survei yang sangat ilmiah, kemudian masyarakat mengingingkan itu, saya kira tak masalah,” tegasnya.

Namun begitu terang Irsyad, untuk Pilgub Sumbar, dalam waktu dekat akan mengerucut nama-nama yang akan diusung PKS. “Insya Allah kita beru-saha secepatnya, pada waktunya akan kita sampaikan,” ungkapnya.

Untuk pilgub nanti terang Irsyad, masih terbuka peluang untuk berkoalisi dengan semua partai. “Ge-rindra tentu ingin nomor satu, Demokrat ingin nomor satu, tentu belum ketemu ini. Mungkin partai-partai lain yang memang bersedia jadi nomor dua,” ucapnya.

Pertahankan Kursi Gubernur

Irsyad menjelaskan, bahwa pada rakornas pada November lalu, DPW PKS diberikan amanah oleh DPP untuk mempertahankan kursi gubernur. Kemudian, DPW PKS ditargetkan memenangkan 60 persen pilkada di Sumbar pada 2020.

“Ini artinya, PKS harus memenangkan minimal delapan pemilihan kepala daerah dari 13 kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada pada 2020,” tandasnya.

Berdasarkan hasil pilkada 2015 lalu, kata Irsyad, PKS memenangkan posisi gubernur dan baru men- capai kemenangan di enam pilkada atau kurang dari 50 persen. “Tentunya, insya Allah dari capaian yang diperoleh dalam pemilu legislatif 2019, kita mempunyai optimis. Insya Allah keyakinan untuk target memenangkan pilkada di delapan pilkada di Sumbar bisa diraih,” sebutnya.

Untuk mencapai target tersebut terangnya, maka dibicarakan dan dirumuskan secara bersama di rakorwil yang dilaksanakan hingga Minggu (22/12). Rakorwil ini sendiri menurutnya, merupakan yang terakhir bagi pengurus periode 2015-2020, tapi menjadi rakorwil pertama pascapemilu 2019.

Maka, momen kali ini kata Irsyad, sangat stra- tegis. Pertama, tentu para pengurus DPW PKS dan DPD kabupaten/kota ingin mengakhiri masa jabatan- nya dengan husnul khotimah dengan menghasilkan karya terbaik di ujung masa jabatan. “Pada 2020 nanti, jadi tahun pembuktian seluruh janji-janji politik PKKS ketika pemilu 2019 lalu,” bebernya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar yang juga kader PKS, Irwan Prayitno mengingatkan akan pentingnya berkoalisi saat pilgub dan pilkada nanti. Sebab, dari beberapa data, tidak semua partai bisa berjalan sendiri.

“Dalam menentukan calon, juga harus melihat kiri kanan. Tidak harus dari internal partai, tapi bisa juga dari eksternal. Yang jelas, target tercapai ke depan di pilkada 2020,” harapnya.

Rakorwil ini, terang Irwan, diharapkan bisa me- nghasilkan program, panduan dan rujukan ke depan. Diantaranya koalisi dengan partai lain dalam mengusung calon kepala daerah. (uki)

 

 

 

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top