Close

Mahfud MD Tegaskan 3 Terduga Teroris di Bekasi Tidak Ada Hubungannya dengan MUI

Menko Polhukam Mahfud MD dan Ketum MUI Miftachul Akhyar membahas berbagai isu, an¬tara lain, soal penangkapan tiga terduga teroris di Bekasi, yang salah satunya merupakan pengurus MUI yang kini sudah dinonaktifkan. Mahfud MD menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara ketiga terduga teroris itu dengan MUI.

JAKARTA, METRO–Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Kea­manan Mahfud MD bertemu dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Miftachul Akhyar, Bendahara Umum MUI Misbahul Ulum, dan Wakil Sekreta­ris Jenderal MUI Fahrur Rozi, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (22/11).

Dalam kesempatan itu, Menko Polhukam Mahfud MD dan Ketum MUI Miftachul Akhyar membahas berbagai isu, an­tara lain, soal penangkapan tiga terduga teroris di Bekasi, yang salah satu­nya merupakan pengurus MUI yang kini sudah dinonaktifkan. Mahfud MD menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara ketiga terduga teroris itu dengan MUI.

 “Penangkapan ketiga terduga teroris tersebut tidak dilakukan di Kantor MUI, sehingga jangan berpikir kalau itu penggerebekan di Kantor MUI. (Penangkapan) tidak terkait urusan MUI, karena memang tidak ada hubungan antara (terduga) teroris itu dengan MUI,” kata Mahfud MD dalam jumpa pers usai pertemuan. Mahfud juga menyatakan pemerintah dan aparat penegak hukum tidak pernah mengaitkan terduga teroris dengan MUI.

Menurutnya, penegak hukum dalam hal ini Densus 88 Antiteror Polri juga tidak pernah mengumumkan dan mengatakan bahwa yang bersangkutan a­dalah pengurus MUI.   “Ti­dak pernah, polisi maupun Densus,” ujar Mahfud MD. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan identitas terduga te­roris yang pernah menjabat sebagai anggota Komisi Fatwa MUI merupakan informasi dari masyarakat dan pengembangan media.

Tak berselang lama, MUI kemudian menonaktifkan keanggotaan salah satu anggota Komisi Fatwanya yang saat ini menjalani proses hukum sebagai terduga teroris.

Mahfud juga menyampaikan pemerintah tidak melarang siapa pun menilai, mengkritik, serta mengekspresikan penda­pat dan aspirasinya terkait kasus ini, baik pro maupun kontra. “Hal itu bisa dilakukan tiap warga negara se­panjang tidak dilakukan dengan tindakan keke­ra­san dan cara-cara melawan hukum,” ujar dia.

Miftachul Akhyar me­nyampaikan bahwa kerja sama antara pemerintah dan MUI berjalan baik dan terpelihara baik. “Kerja sama ini sampai sekarang bukti kami hadir di sini, walaupun sama-sama men­da­dak. Ini bentuk kerja sama yang terpelihara dan baik,” ujarnya pada jumpa pers yang sama. Mahfud MD bertemu dengan Miftachul Akhyar, Bendahara Umum MUI Misbahul U­lum, dan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Fahrur Rozi, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (22/11).

Dua pihak membahas berbagai isu, antara lain, soal penangkapan tiga terduga teroris di Bekasi, yang salah satunya merupakan pengurus MUI, yang saat ini nonaktif. Densus 88 Antiteror Polri pada 16 November 2021 menangkap tiga terduga teroris berinisial AZA, FAO, dan AA, di Bekasi, Jawa Barat. AZA, FAO, dan AA masih diperiksa oleh Tim Densus 88 Polri di Mabes Polri, Jakarta.(*/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top