Close

Mabes Polri Koordinasi dengan FBI, Diduga Pendeta Saifudin Ibrahim di Amerika

Brigjen Ahmad Ramadhan

JAKARTA, METRO–Bareskrim Polri tengah menyelidiki kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh pendeta Saifudin Ibrahim. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ra­ma­dhan mengatakan da­lam kasus ini penyidik sudah memeriksa se­jumlah ahli terkait per­buatan pidana Sai­fu­din. Penyelidikan kasus ini ditangani oleh Di­rektorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber ) Ba­res­krim Polri, berda­sar­kan pelaporan ma­sya­rakat dengan no­mor LP/B/0133/3/2022/SPKT ber­tanggal 18 Maret 2022.

“Dari laporan itu, Ba­res­krim Polri melak­sana­kan rangkaian pro­­ses penyelidikan ter­kait du­gaan penis­taan agama,” ujar Ramadhan kepada war­tawan, Sabtu (19/3). Jenderal bintang satu ini menyebut ahli yang sudah diminta keterangan yakni, pakar bahasa, pakar sosiologi hukum, ahli keaga­maan Islam, dan pendapat para pakar pidana. Kemudian Bareskrim juga melacak keberadaan Saifudin.

Dari hasil penelusuran, Saifudin diduga tengah berada di Amerika Serikat (AS). Baca Juga: Bares­krim Polri Gerak Cepat, Keberadaan Pendeta Saifudin Sudah Terlacak, Siap-Siap Saja Menyikapi hal itu, Polri langsung berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM), dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memastikan keberadaan Saifudin Ibrahim di AS tersebut. Mabes Polri juga meminta bantuan untuk melacak keberadaan Saifudin di AS, oleh Federal of Bureau Investigation (FBI).

“Dari hasil kordinasi, dan permintaan bantuan itu, selanjutnya akan diketahui pasti keberadaan saudara SI untuk dilakukan proses penyelidikan,” kata mantan Kapolres Palu itu.

Menurut dia, penyidik masih fokus mengum­pulkan alat bukti, agar dapat meningkat status perkara ke penyidikan, dan menetapkan tersangka. Dalam perkara ini, Saifudin diduga sudah melanggar Pasal 45 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) UU ITE. Kemudian Pasal 156 KUHP atau Pasal 156a KUHP, dan Pasal 14 Ayat (1) dan (2), serta Pasal 15 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Penistaan agama yang dilakukan Saifudin saat dia me­nyampaikan pesan terbuka agar Kementerian Agama (Kemenag) menghapus 300 ayat suci dalam Al-Qur’an. (cuy/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top