Menu

Seleksi CPNS Dibuka, Pemohon SKCK Belum Meningkat

  Dibaca : 93 kali
Seleksi CPNS Dibuka,  Pemohon SKCK Belum Meningkat
MASIH NORMAL— Meski pendaftaran CPNS sudah dibuka sejak Senin (11/11), namun pengurusan SKCK di Mapolresta Padang masih normal, Selasa (12/11). (romi rahmat/posmetro)

M YAMIN, METRO – Dibukanya jadwal pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai Senin (11/11) pemerintah pusat belum berdampak terhadap peningkatan jumlah pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Selasa (12/11), di lokasi pelayanan SKCK Polresta Padang, sekitar pukul 11.00 WIB, belum terlihat keramaian pengurusan surat. Putri (24), salah seorang pemohon saat mengurus SKCK di Polresta Padang mengakui, ia datang ke Polresta untuk membuat SKCK, sebagai syarat berkas pendaftaran CPNS.

“Sekarang, sudah ada kementerian yang buka pendaftaran. Lebih baik saya urus SKCK dulu biar tak buru-buru,” ujar Putri.

Dikatakan, ia yang datang sejak pukul 09.30 WIB, dan keadaan kantor masih sepi. “Dari tadi saya melihat seperti biasanya, tidak ada tanda-tanda peningkatan jumlah orang yang ingin membuat SKCK,” ujar Putri.

Sementara itu, ditanya mengenai pelayanan pengurusan SKCK di Polresta Padang, Putri mengaku puas dengan pengurusan SKCK di Polresta Padang. Karena hanya butuh waktu 30 menit, SKCK sudah bisa dibawa pulang.

“Hanya sekitar 30 menit langsung selesai. Kebetulan saya sudah menyiapkan persyaratannya dari rumah, sehingga ketika sampai di Polresta langsung menyerahkan semua persyaratan,” pungkas Putri.

Kasat Intelkam Polresta Padang Kompol Jon Hendri mengatakan, jumlah warga yang mengurus SKCK di Polresta Padang rata-rata mencapai 100 hingga 150 orang perhari. Biasanya terjadi peningkatan apabila adanya informasi penerimaan CPNS.

“Namun, sejak ada pengumuman jika lowongan CPNS dimulai November ini, belum terlihat adanya peningkatan jumlah, masih seperti biasa,” ujar Jon Hendri.

Dikatakan, meskipun nantinya ada peningkatan pengurusan SKCK disaat adanya informasi penerimaan CPNS, Ia mengklaim tidak mempengaruhi layanan dari petugas kepada warga.

“Kami tetap memberikan pelayanan secara maksimal sebagai komitmen, sehingga SKCK yang diurus warga bisa segera selesai,” ujarnya.

Untuk pembuatan SKCK secara manual, jam pelayanan di Polresta Padang dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB pada hari kerja dan estimasi waktu penyelesaian SKCK sekitar 30 menit bagi warga yang telah memenuhi kelengkapan persyaratan administrasi.

“Jika seluruh persyaratan sudah dilengkapi, sekitar 30 menit SKCK selesai,” katanya.

Selain itu, untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga yang memang membutuhkan pelayanan SKCK ini setiap harinya, maka Polresta Padang juga mempunyai program pelayanan pengurusan SKCK keliling yang ada pada hari Minggu maupun libur nasional. Pelayanan ini diharapkan bisa menyentuh masyarakat langsung dan memudahkan keperluan tanpa harus datang ke kantor polisi.

“Jadi sistemnya pelayanan keliling ini akan berpindah-pindah tempat terus, lokasi yang disasar adalah tempat keramaian seperti objek wisata, pasar, dan lainnya, mulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB,” ucap Jon Hendri.

Seperti diketahui, tahun ini Kota Padang mendapat jatah kuota CPNS tahun 2019 sebanyak 375 formasi. Jumlah ini berkurang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 485 formasi.

Kepala BKPSDM Habibul Fuadi mengatakan, penentuan jumlah kuota Padang tersebut adalah hak prerogratif pemerintah pusat. Yang jelas, Pemko Padang telah mengajukan jumlah 500 formasi yang sudah disesuaikan dengan komposisi keuangan serta luas wilayah Kota Padang.

“Kita ajukan 500 formasi, tapi yang di-acc cuma 375 orang. Mau tak mau tentu kita terima,” terang Habibul

Dari 375 tersebut, sekitar 200 lebih adalah guru. Sementara sisanya tersebar pada OPD teknis yang ada di lingkungan Pemko Padang. Di satu sisi diakuinya saat ini, pegawai Pemko Padang sudah sangat minim.

Saat ini jumlah yang pensiun adalah sebanyak 400 orang lebih. Saat ini PNS di lingkungan Pemko Padang berjumlah sekitar 9000 orang. Jumlah itu sangat kurang. Kekurangan kota Padang adalah sejumlah 3000 orang lagi.

Akibat kekurangan ini, sejumlah pelayanan publik banyak yang kurang maksimal. Pelayanan hanya dimaksimalkan dengan petugas yang ada. Seperti di kelurahan dan kecamatan. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional