Menu

M Yamin Kahar Menunggu Putusan Hakim, Yose Rizal: Jangan Coba-coba Ada yang Mengubungi Pihak Pengadilan

  Dibaca : 597 kali
M Yamin Kahar Menunggu Putusan Hakim, Yose Rizal: Jangan Coba-coba Ada yang Mengubungi Pihak Pengadilan
PLEDOI— M Yamin Kahar saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan pledoi di PN Kelas 1A Padang, kemarin.

PADANG, METRO
Ketua majelis hakim, Yose Rizal, di akhir persidangan kasus dugaan suap proyek pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan di Solok Selatan, Selasa (9/6), menyampaikan tegas kepada semua semua pihak yang terkait perkara tersebut jangan coba-coba menghubungi pihak Pengadilan.

“Komitmen pengadilan saat ini,  anti Penyuapan, karena itu jangan ganggu kami memutus perkara ini. Biarkan kami memutus sesuai fakta yang terjadi di persidangan. InsyaAllah kami tidak akan menzalimi orang,” tegas Yose Rizal.

Ketua majelis hakim bersama hakim anggota Zaleka dan M Takdir, menegaskan hal tersebut karena persidangan kasus dugaan suap proyek pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan di Solok Selatan dengan terdakwa Bos PT.Dempo Group  M Yamin Kahar tinggal menunggu sidang putusan atas perkara tersebut.

“Sidang kami tunda sampai tanggal 18 Juni 2020 mendatang untuk membacakan putusan vonis. Karena itu, kami minta kepada semua pihak agar jangan mengganggu kami dalam memutuskan perkara ini,” tegasnya.

Seperti diketahui, agenda persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Padang, Selasa (9/6) kemarin merupakan agenda pembacaan pledoi ( pembelaan terdakwa) .

Di hadapan para majelis hakim, Yamin mengatakan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada dirinya tidak menghiraukan fakta yang terungkap di persidangan.

“Merujuk pada fakta yang terungkap dalam persidangan, membuktikan bahwa dakwaan yang disusun JPU tidak ada satupun yang terbukti. Namun JPU tetap saja mengajukan tuntutan kepada saya dengan menggunakan asumsi, perasaan, rekaan, dan atau praduga,” katanya saat membacakan pledoi.

Penasihat Hukum (PH) Terdakwa, Halius Hosen menyampaikan, dengan memperhatikan semua dalil yang telah dikemukakan dalam nota pembelaan, pihaknya yakin bahwa terdakwa M Yamin Kahar tidak terbukti bersalah melakukan pelanggaran terhadap pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Kami mohon kepada yang mulia majelis hakim untuk menyatakan terdakwa M Yamin Kahar tidak terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan yang didakwakan, baik dakwaan alternatif pertama maupun subsider atau dakwaan alternatif kedua,” sebutnya.

“Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum, memerintahkan JPU KPK untuk mengeluarkan terdakwa dari tahanan, dan mengembalikan nama baik, harkat dan martabat terdakwa kepada keadaan semula,” sambung Halius Hosen.

Terhadap pembelaan terdakwa itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi Rikhi B Maghaz menyatakan tetap dengan tuntutan. “Pada prinsipnya kami tetap pada tuntutan kami. Demikian yang mulia majelis hakim,” tegasnya.(cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional