Menu

M Sayuti: Salut atas Respon Cepat Donny Moenek

  Dibaca : 85 kali
M Sayuti: Salut atas Respon Cepat Donny Moenek
DISKUSI—Ketua LKAAM Sumbar, Sayuti Dt Rajo Panghulu sedang berdiskusi dengan Sekjend DPD RI Reydonnyzar Moenek (swari arfan/posmetro)

PADANG, METRO – Ketua LKAAM Sumbar, Drs. M Sayuti Dt Rajo Panghulu, M.Pd membeberkan 10 kriteria Gubernur Sumbar mendatang kepada Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Reydonnyzar Moenek, saat pertemuan di Kantor LKAAM Sumbar, di Kompleks Masjid Raya Sumbar, Padang, Senin, (15/7) Donny Moenek panggilan akrab Reydonnyzar Moenek yang datang untuk melakukan kunjungan kerjanya menyimak serius penyampaian Datuk Sayuti.

“Kami baru-baru ini melakukan diskusi, para Datuak di Sumatera Barat, kata Ketua LKAAM Sumbar, Datuk Sayuti adalah 10 Kriteria Gubernur Sumbar tahun 2020 nanti, “ ujar Donny sambil menjelaskan 10 kriteria calon gubernur.

Sayuti yang juga mantan Anggota DPRD Sumbar 2004-2009 dari Partai Golkar ini memberikan testimoni.

“Pak Donny ini tahu di mana lubang-lubang pitih. Dia mampu memfungsikan Tungku Tigo Sajarangan Tali Tigo Sapilin. Saya ingat, Pak Donny meminta kami, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang duduk di depan saat acara rapat Pemprov Sumbat.

Kami disejajarkan dengan Forkompimda, karena di Sumbar memang serupa itulah hendaknya. Orang banyak tak mengerti ini. Tapi Pak Donny sangat paham dia. Pemimpin harus pandai membaca yang Tasurek, Tasirek, Tasuruak, dan Taserak seperti Pak Donny ini.” ujarnya.

Sayuti tidak memungkiri, kalau tak ada penghubung Sumbar dengan pusat, maka apa mungkin Sumbar akan diperhatikan lima tahun ke depan?” tanya Sayuti Sayuti sembari mengkaitkan kekalahan telak Jokowi di Sumbar pada Pemilu 2019.

Sayuti menegaskan, masyarakat Sumbar ke depan tidak mencari gubernur cebong atau kampret lagi. Namun, perlu mencari gubernur yang bisa diterima dan dekat dengan semua pihak.

Dengan bersemangat, Sayuti mengatakan, APBD Sumbar sedikit. Karena itu ke depan perlu gubernur yang pintar cari uang buat bangun Sumbar. “Lima tahun ke depan, kita tidak perlu gubernur yang hanya bersih-bersih pantai, menyapu trotoar, angkat-angkat sampah. Tugas serupa itu berikan sajalah pada petugas kebersihan. Ngapain pula kepala daerah kerja macam itu,” ujarnya.

Kemudian pria kelahiran Sijunjung 17 September 1959 ini mengungkapkan, sekarang, diakuinya ada 64 kasus tanah ulayat malah tidak ada penyelesaiannya. Ini diharapkan dapat diselesaikan oleh gubernur ke depan.

Sayuti mengaku, salut atas respon cepat Donny Moenek semasa menjadi Pj Gubernur Sumbar, “Kami datang tengah malam ke rumah dinas gubernur. Mengadukan mata pelajaran budaya alam Minangkabau yang akan dihilangkan dalam kurikulum sekolah. “Tidak terbayang kami kalau hal itu terjadi bakal ada ratusan guru BAM yang menganggur,” tuturnya.

Yang lebih parah, tentu generasi muda Sumbar, bakal minim ilmu dan adat Minangkabau. Respon Pak Donny luar biasa, malam itu. Dia telpon Menteri Pendidikan, memanggil Kepala Dinas Pendidikan.

“Jam dua malam sudah ditandatanganinya surat untuk dikirim pada Menteri Pendidikan.” ungkapnya.

Menurut Sayuti, Donny pulalah yang melakukan percepatan pengerjaan jalan menuju kawasan wisata Mandeh di Pesisir Selatan. Sehingga ketika peresmian oleh Presiden Jokowi jalan telah rampung dan bagus.

Donny Moenek yang juga merupakan pakar kebijakan fiskal ini mengucapkan rasa terimakasih atas sambutan Ketua LKAAM Sumbar, M Sayuti Dt Rajo Panghulu. “Senang bertemu Pak Datuk lagi, lapeh taragak ambo,” ujarnya.

“Mudah-mudahan kenangan itu bisa kita ulang kembali ya Pak Donny,” kata Sayuti sembari menyerahkan oleh-oleh sepaket buku karyanya.

“Asyiiiaaap Pak Datuk. Insya Allah, Subhanallah. Terimakasih Pak Datuak.” ujar mantan Kapuspen Menteri Dalam Negeri ini sembari tertawa. (rel/fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional