PADANG, METRO— Momentum Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) atau kegiatan Manunggal tahun 2026 di Kota Padang menorehkan prestasi luar biasa di Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Minggiu (2/8). Lewat pendekatan persuasif yang dipimpin langsung oleh Lurah Pisang, Deswarman, MM, kebuntuan sengketa lahan selama belasan tahun akhirnya pecah.
Warga RT 02 / RW 06, Sumua Gadang secara sukarela menghibahkan tanah mereka untuk pembukaan jalan alternatif baru sepanjang 600 meter menuju Kampung Chaniago. Nilai aset tanah yang diserahkan secara cuma-cuma oleh masyarakat tersebut diperkirakan menembus angka Rp1 Miliar, dengan asumsi harga tanah lokal saat ini mencapai Rp1,5 juta per meter persegi.
Salah seorang Mamak Rang Koto, Nazaruddin, didampingi Uwan Ali, menyatakan bahwa rampungnya persoalan ini menjadi berkah mendalam bagi seluruh anak kemenakan di wilayah tersebut.
“Program unggulan Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wawako Maigus Nasir di Kelurahan Pisang sungguh menggembirakan. Alhamdulillah, setelah belasan tahun tidak ada titik temu, persoalan tanah ini selesai melalui mufakat,” ujar Nazaruddin saat ikut bergotong royong bersama warga, Minggu (2/8).
Keberhasilan ini dicapai setelah pihak kelurahan menggelar serangkaian pertemuan intensif dengan melibatkan berbagai elemen. Selain Lurah Deswarman, mediasi sukses tersebut turut dikawal oleh Ketua LPM AKP Zulhendri, Ketua Pemuda Kelurahan Mayor Inf (Purn) Syamsul Rizal, serta para tokoh masyarakat setempat.
Satu-satunya di Padang, Desak Respon DPRD
Tokoh Masyarakat Kampung Chaniago, Abdullah, mengklaim aksi swadaya warga ini kemungkinan menjadi satu-satunya capaian paling fenomenal di Kota Padang sepanjang program BBGRM bergulir.
“Barangkali Kelurahan Pisang satu-satunya yang warganya rela menghibahkan tanah senilai Rp1 Miliar untuk pembukaan jalan baru dengan lebar 3,5 meter ini. Kami mendukung penuh program pemerintah,” tutur Abdullah meyakinkan.
Kendati lahan sudah aman, Abdullah yang saat itu didampingi Ketua RW 06 Darlisan, Ketua RT 01 Sarmidi, dan Ketua RT 02 Martaferi, menaruh harapan besar kepada wakil rakyat di parlemen. Mereka mendesak para anggota DPRD Kota Padang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pauh untuk segera merespons pengorbanan warga ini dengan mengucurkan dana Pokok Pikiran (Pokir) guna pengaspalan atau pengecoran jalan.
“Warga sudah memberikan modal tanahnya, sekarang tinggal perhatian dari pak dewan kita untuk memoles (membangun fisik) jalan ini melalui Pokir,” tambahnya.
Di lokasi yang sama, Lurah Pisang Deswarman, MM, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada Mamak Rang Koto Sumua Gadang, perangkat RT/RW, dan seluruh masyarakat Jalan Djamaluddin Wak Ketok. Menurutnya, pembebasan lahan sepanjang 600 meter ini menjadi bukti nyata bahwa roh gotong royong belum pudar diterpa zaman.
“Gotong royong harus terus kita hidupkan sebagai modal sosial untuk menjawab tantangan zaman. Lewat kolaborasi yang kuat, pembangunan kota akan berjalan jauh lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” papar Deswarman.
Ia menjelaskan bahwa aksi gotong royong massal pembukaan jalan baru ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 1 hingga 15 Agustus 2026. Untuk menjamin kondusivitas dan kelancaran kegiatan di lapangan, pihak kelurahan juga bersinergi erat dengan unsur TNI-Polri melalui pengawalan langsung Bhabinkamtibmas Polsek Pauh Aiptu Defial dan Babinsa Koramil Pauh Serda Irwan. (ped)






