Menu

Lulusan SD Capai 14 Ribu, Daya Tampung SMP Negeri Hanya 8 Ribu

  Dibaca : 424 kali
Lulusan SD Capai 14 Ribu, Daya Tampung SMP Negeri Hanya 8 Ribu
Kepala Disdik Padang, Habibul Fuadi

SUDIRMAN, METRO
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Habibul Fuadi menyebutkan daya tampung SMP negeri di Kota Padang hanya 8 ribu lebih. Namun lulusan SD negeri mencapai 14 ribu lebih.

Habibul mengungkapkan, masih rendahnya daya tampung SMP negeri ini, akan membuka peluang bagi sekolah-sekolah swasta untuk berkembang dan mendapatkan siswa. Siswa yang tidak lulus diterima di SMP negeri, bisa masuk ke SMP swasta atau MTsN yang dikelola Kemenag.

“Jadi bagi yang tak lulus masuk di SMP negeri, bisa bersekolah di MTsN atau sekolah swasta,” terang Habibul.

Saat ini terang Habibul, proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) sedang berlangsung. Untuk sekarang sedang berjalan PPDB jalur prestasi. Kuota yang diambil dari jalur ini adalah sebanyak 30 persen dari daya tampung. Sisanya akan direkrut pada tahap II secara daring yang akan dibuka pada 5-7 Juli 2020, pengumumannya pada 8 Juli 2020, dan pendaftaran ulang pada 8 – 9 Juli 2020.

“Pendaftaran tahap II ini untuk dua jalur yaitu jalur zonasi dan pindah orang tua. Untuk daya tampung di sekolah melalui jalur zonasi ini sekitar 50 persen,” kata mantan kepala BKPSDM Padang ini.

Ia meminta kepada wali murid untuk mengisi pendaftaran sesuai zonasi, sebab pada 5 – 7 Juli 2020 itu proses terakhir. Jika salah isi, maka anaknya tak bisa sekolah ke negeri. “Pilih sekolah sesuai domisili, bila tidak maka yang rugi para orang tua dan anak,” paparnya.

Terpisah, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Padang, Syafrizal Syair mengatakan, hingga Jumat (3/7), jumlah calon peserta didik yang mendaftar di SMP negeri di Kota Padang mencapai 9.735 orang. Angka itu merupakan jumlah siswa yang telah mendaftar pada tahap I.

“Untuk pengumuman kelulusannya diumumkan Jumat (3/7) sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ucapnya.

Jumlah pendaftar tersebut terang Syafrizal, telah final. Sebab pendaftaran telah di tutup Kamis (2/7) pada pukul 00.00 WIB. “Pengumuman hasil kelulusan tingkat SMP negeri ini dilakukan secara online,” ujar mantan kepala SMPN 7 Padang ini.

Menurutnya, pegumuman seleksi PPDB SMP negeri dilakukan secara terbuka dan transparan sehingga masyarakat juga bisa melihat hasilnya secara langsung melalui website psb.diknaspadang.id.

Ia mengatakan pada pendaftaran tahap I, melewati tiga jalur yaitu jalur prestasi akademis bagi peserta didik yang memiliki nilai rata-rata rapor dari kelas IV semester I sampai kelas VI semester I. Maksimal 30 persen dari daya tampung sekolah termasuk prestasi non akademik yang diterima secara offline.

Lalu sebut Syafrizal, jalur afirmasi atau bagi peserta didik yang berasal dari keluarga tidak mampu dan terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikeluarkan oleh Pusdatin Kementerian Sosial Republik Indonesia. “Jalur afirmasi ini maksimal 15 persen dari daya tampung sekolah,” ujarnya.

Selanjutnya terang Syafrizal, melalui jalur pindah tugasnya orang tua atau wali murid dengan maksimal 5 persen dari daya tampung sekolah. “Apabila ada sebagian orang tua yang merasa nilai anaknya tidak bagus pada pendaftaran tahap I. Maka boleh mendaftar lagi di tahap II,” paparnya

Anggota Komisi IV DPRD Padang, Wismar Pandjaitan menekankan pada wali agar memilih sekolah sesuai zonasi dan ikuti aturan Disdik. “Jangan melanggar aturan, jika melenceng, tanggung akibatnya,” ujar kader PDI P ini.

Wismar meminta kepada Disdik untuk menambah waktu pendaftaran jika terjadi nanti adanya jaringan lelet. Dengan begitu diharapkan peserta bisa terdaftar semua dan wali murid tidak mengalami kepanikan.

Ruang Kelas Baru
Sementara itu, Pemko Padang terus berupaya menambah ruang kelas baru (RKB) guna meningkatkan daya tampung. Namun pada 2020 ini, hal tersebut belum bisa dilaksanakan dan berkemungkinan pembangunan RKB akan dilanjutkan lagi tahun depan.

Rencananya terang Habibul, tahun ini bakal dibangun 500 RKB. Namun seluruh rencana tersebut pupus karena adanya pandemi Covid-19. Sebab anggaran pembangunan RKB sebesar Rp100 miliar harus direfocussing untuk penanganan Covid-19 di Kota Padang. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional