Menu

Lulus Seleksi PPDB Seca­ra Online yang Dikoordinir Dinas Penddikan Kota Pa­dang Tahun Ajaran 2021/2022, Siswa bisa Sekolah Gratis di SMP Swasta

  Dibaca : 201 kali
Lulus Seleksi PPDB Seca­ra Online yang Dikoordinir Dinas Penddikan Kota Pa­dang Tahun Ajaran 2021/2022, Siswa bisa Sekolah Gratis di SMP Swasta
Lulus Seleksi PPDB Tahun Ajaran 2021/2022, Siswa bisa Sekolah Gratis di SMP Swasta

AIA PACAH, METRO–Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2021/2022 bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Siswa bisa bersekolah di swasta se­cara gratis. Namun, syarat­nya harus lulus seleksi melalui sistem PPDB seca­ra online yang dikoordinir Dinas Pendidikan Kota Pa­dang.

Sekretaris Dinas Pen­didikan Kota Padang, Danti Arfan mengatakan untuk PPDB Tahun Ajaran 2021/2022 memang melibatkan semua SMP swasta yang ada di Kota Padang. Na­mun dalam hal ini, daya tam­pungnya ditentukan SMP swasta yang ber­sang­kutan.

Dijelaskan, peserta di­dik yang yang diterima melalui PPDB online dibe­baskan biaya uang pem­bangunan, uang masuk, uang SPP/iuran bulanan. Artinya sekolah mereka gratis.

“Kita mensyaratkan begitu. Kalau sekolah swas­ta mau ikut dalam PPDB, mereka harus menggra­tiskan biaya sekolah,” kata Danti.

Saat in menurutnya, ada sekitar 50 SMP yang telah mendaftar untuk ikut PPDB online. Dengan be­gitu, diharapkan, siswa siswa yang tidak lulus di sekolah negeri, bisa me­milih sekolah swasta. Kare­na sekolahnya juga gratis.

Danti mengakui, sam­pai saat ini, daya tam­pung sekolah negeri masih ren­dah karena keterbatasan jumlah sekolah. Di Kota Padang, jumlah SMP negeri sangat terbatas. Sekolah negeri tak sanggup me­nam­pung semua lulusan SD negeri, swasta serta tamatan MIN. Karena feno­nenanya saat ini SMP ne­geri juga menjadi prima­dona bagi tamatan MIN atau SD swasta.

 “Alhamdulillah, senua SMP negeri kita selalu men­jadi pilihan masyarakat. Yang mendaftar banyak, semen­tara daya tampung kita ma­sih rendah,” se­butnya.

Untuk diketahui, pen­daftaran siswa baru akan dimulai secara online pada 14 Juni sampai 19 Juni. Sistem PPDB untuk tahun ajaran 2021-2022 ini  tetap memakai sistem zonasi dengan pertimbangan ja­rak dan umur anak.

“Berbeda dengan ta­hun lalu, penekanan kita dalam melakukan seleksi ter­hadap calon murid SD adalah jarak antara rumah siswa dengan sekolah. Yang paling dekat dengan seko­lah akan di­prioritaskan un­tuk dite­rima,” ungkap Danti.

Dalam PPDB Tahun Aja­ran 2021/2002 nanti, tim akan melakukan seleksi sesuai alamat di kartu keluarga (KK) serta titik ordinat lokasi rumah. Bagi masyarakat yang tidak sesuai antara alamat di kartu keluarga dengan titik ordinat rumah, maka sis­tem memberikan catatan khusu­s agar yang ber­sang­kutan memberikan penje­lasan secara langsung nan­tinya kepada tim atau pihak sekolah.

Selain jarak, persoalan umur menurutnya adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi. Anak yang diba­wah umur 6 tahun, 0 tahun bakal ditolak sistem. “Atu­ran soal umur ini sebenar­nya sudah kita bakukan melalui sistem.  Sistem akan merangking umur anak. Yang di bawah 6 ta­hun bakal langsung ditolak sistem,” katanya lagi. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional