Menu

Lubang Tambang Runtuh, 3 Pekerja Tewas

  Dibaca : 156 kali
Lubang Tambang Runtuh, 3 Pekerja Tewas
Garis Polisi — Polisi melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di lokasi kecelakaan tambang di Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

SAWAHLUNTO, METRO
Tragis. Kecelakaan kerja di lubang tambang batu bara di Saat berada di dalam lubang tambang batu bara yang dikelola CV Tahiti Coal, tiga orang pekerja tewas tertimbun, sedangkan satu orang lagi mengalami luka berat. Peristiwa maut itu terjadi di Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sabtu (12/9).

Ketiga pekerja yang tewas diketahui berinisial A (22), Y (28) dan I (30), yang seluruhnya berasal dari Desa Lunto, Kecamatan Lembah Segar. Sementara, pekerja berinisial B (32) yang mengalami patah tulang sudah dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Padang untuk mendapatkan perawatan intensif.

Proses pencarian dan evakuasi para korban pun baru selesai dilakukan pada Minggu pagi (13/9). Pascakecelakaan kerja, pihak Kepolisian pun memasang garis polisi (police line) di lokasi dan untuk kepentingan investigasi dari inspektur tambang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumbar, aktivitas tambang dihentikan sementara waktu.

Kapolres Kota Sawahlunto, AKBP Junaidi Nur, peristiwa kecelakaan di lubang tambang itu terjadi pada Sabtu (12/9). Para pekerja diketahui tertimbun di dalam lobang tambang. Hingga Minggu (13/9) pagi, keseluruhan pekerja yang mengalami kecelakaan telah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dalam lubang tambang.

“Korban ada empat, satu luka berat dan tiga orang lagi meninggal dunia. Tadi pagi pukul 03.00 WIB sudah ditemukan korban terakhir, dan berhasil dievakuasi pukul 06.00 WIB. Untuk sementara kecelakaan diduga karena lobang tambahan runtuh sehingga menimbun seluruh pekerjaan. Meskipun demikian, kita menunggu saksi ahli dari Dinas ESDM untuk menyelidiki kasus ini. Jadi kita bersama-sama melakukan penyelidikan,” kata AKBP Junaidi kepada wartawan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kota Sawahlunto, Iptu Roy Sinurat menjelaskan, kejadian bermula dari para pekerja lubang sif malam yang berjumlah 9 orang bekerja di dalam lubang THC 03 tunel A. Kedalaman lubang 150 meter di cabang dua dengan kedalaman 15 meter. Di dalam cabang dua tersebut ada empat pekerja berinisial B, A, Y, dan I.

“Pada saat bekerja dicabang dua itu, lubang tersebut ambruk dan mengakibatkan empat pekerja tertimpa reruntuhan.Saat kejadian itu, kata Roy, pekerja berinisial B mengalami luka berat yaitu patah kaki. Sedangkan pekerja berinisial A, Y, dan I meninggal dunia. Untuk pekerja B dan A bisa dievakuasi pada pukul 07.00 WIB, dan pekerja B sudah dirujuk ke rumah sakit di Padang. Sementara pekerja Y bisa dievakuasi sekitar pukul 17.15 WIB,” jelasnya.

Roy mengungkapkan terkahir pekerja berinisial I baru bisa dievakuasi pada Minggu (13/9) sekira pukul 05.30 WIB. Pekerja yang terkahir ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Saat ini aktivitas penambangan dihentikan sementara waktu.

“Sambil menunggu investigasi dari inspektur tambang Dinas ESDM Provinsi Sumbar, aktivitas tambang dihentikan. Kami sejak kemarin sudah melakukan penyelidikan awal dan sampai saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ambruknya lubang tambang yang menimbulkan tiga pekerja meninggal dan satu terluka,” tuturnya.

Aktifitas Tambang Kantongi Izin
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Hery Martinus mengatakan, tambang milik CV Tahiti Coal telah memiliki izin. Terkait peristiwa kecelakaan kerja ini, pihaknya pun menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Semua aktivitas di lingkungan tambang pun terpaksa dihentikan sementara.

“Kami sudah turunkan tim, aktivitas operasional dihentikan sementara. Untuk luas tambang saya lupa. Memang tambang milik CV Tahiti Coal yang memiliki izin lengkap. Penyelidikan kecelakaan itu adalah tim dari inspektorat tambang. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan. Sementara tambang yang menjadi lokasi kecelakaan telah dipasang garis polisi,” pungkas Hery.

Seperti diketahui, kecelakaan kerja di lubang tambang ini terjadi untuk kedua kalinya dalam tahun ini. Pada 25 Juni 2020, terjadi kebakaran di dalam lubang tambang. Saat itu semua pekerja tambang sedang istirahat makan siang serta sholat. Meskipun selamat saat dievakuasi dari lubang tambang, tiga pekerja yang mengalami luka bakar serius itu akhirnya meninggal dunia saat mendapat perawatan di rumah sakit. (cr2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional