Menu

Luak Limo Puluah Berduka, Wartawan Senior Zulkifli Damhur Berpulang

  Dibaca : 101 kali
Luak Limo Puluah Berduka, Wartawan Senior Zulkifli Damhur Berpulang
Almarhum Zulkifli Damhur

SUDIRMAN, METRO–Wakil Walikota Paya­kum­buh H Erwin Yunaz, Imami Shalat Jenazah Wartawan Koran Haluan “Papi” Zulkifli Djumhur. Pemerintah Kota Payakumbuh dan insan pers berduka. Wartawan Senior Zulkifli Damhur atau yang akrab disapa Papi Zul yang telah berpulang ke rahma­tullah pada Kamis (12/8), sekitar pukul 04.30 dini se­telah dirawat selama 2 hari di RSUD Adnaan WD Kota Payakumbuh.

Papi Zul diketahui dirawat di rumah sakit karena me­nga­lami sakit gula darah. Papi juga diketahui terpapar Covid-19 setelah dilakukan hasil test PCR sebelum beliau wafat, sehingga pemula­saran jenazahnya mene­rapkan protokol Covid-19,

Bersama anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah dan teman sejawat almar­hum, Wakil Wali Kota Erwin Yunaz sempat menyalatkan salat jenazah Papi dan me­lepas jenazah Papi Zul untuk diantarkan dengan ambulance ke tempat peristi­ra­hatan terakhir Papi di kam­pungnya Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Papi yang merupakan wartawan media cetak ha­rian Haluan itu meninggal di usia 71 tahun, 18 hari lagi papi tepat berusia 72 tahun, tetapi sang Khaliq berkehendak lain, Papi Zul dijemput sang kuasa dengan meninggalkan Dua orang anak laki-laki, Satu orang anak perempuan, dan 4 orang cucu.

Wakil Wali Kota Erwin Yunaz mengatakan mewakili keluarga besar Pemerintah Kota Payakumbuh merasa­kan kehilangan dan berduka cita. Papi Zul adalah war­tawan yang masih aktif me­liput kegia­tan Pemerintah Kota Paya­kumbuh untuk me­nyajikan informasi kepada khalayak.

“Papi Zul juga meru­pa­kan sosok yang sangat di­sayangi oleh pejabat dan teman sejawatnya, beliau suka bercanda dengan lelu­connya yang menarik dan menggelitik, hal itu pula lah yang bakal membuatnya di­rindukan setiap orang. Se­moga arwahnya diterima di sisi Allah SWT, dan ke­luarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ungkap Erwin Yunaz.

Sementara itu, menurut Nur Akmal, yang merupakan wartawan “gaek” Luak Limo­puluah, kepada sejumlah wartawan di sebuah kedai kopi di Payakumbuh, Kamis (12/8), mengatakan, almar­hum semasa hidupnya suka bagarah (bercanda-red) de­ngan siapa saja. Bagi kawan-kawan wartawan.

“Almarhum adalah pem­bawa sitawa sidingin disaat usai turun ke lapangan me­liput berita, ada- ada saja bahan cerita Papi bagaimana kawan-kawannya bisa ket­a­wa,” kata Nur Akmal.

Lain lagi dengan Widyat B Arta, yang mengatakan ke­pergian Papi Zul membuat gamang beberapa wartawan junior yang selalu mendapat wejangan ilmu jurnalistik dari­nya setiap sore hari di Balai Wartawan. Disamping itu al­mar­hum juga sering menga­jak wartawan senior lainnya untuk pergi meliput berita.

“Selesai bertugas dan sudah mengumpulkan ba­han-bahan berita, pasti ada terselip kata-kata bergurau sehingga kami selalu te­rinspirasi untuk menyajikan berita menarik yang me­menuhi unsur kode etik. Untuk itu, kami ucapkan se­lamat jalan sahabat kami, semoga husnul khotimah, dan keluarga yang diting­galkan semoga selalu sabar menghadapinya, “kata Wi­dyat dengan nada parau.   (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional