Close

LPPM Universitas Andalas Gelar Sosialisasi Kegiatan Pengurusan Merek Dagang

TIM PENGABDIAN— Kegiatan Pengabdian di Sumatra Volunteer oleh Tim Pengabdian dari Unand Padang.

Oleh: Winny Alna Marlin (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masya­rakat (LPPM) Universitas Andalas telah banyak me­la­kukan kegiatan pengab­dian kepada masyarakat dan hal ini cukup mendapat respon yang positif dari berbagai kalangan ma­syarakat, kalangan industri dan kelompok sosial. Ki­nerja lembaga pengabdian kepada masyarakat Per­guruan Tinggi dalam bi­dang Penerapan ilmu pe­nge­­tahuan dan teknologi (Iptek) ke masyarakat juga sangat baik sehingga hal ini bisa terus-menerus dila­kukan.

Sumatra Volunteer me­ru­pakan Yayasan atau NGO­ (Non profit Organization) yang salah satu visi­nya memberikan pendi­dikan Bahasa Inggris gratis untuk anak-anak, pemuda dan masyarakat. Untuk pembiayaan operasional Yayasan maka Yayasan men­dirikan Sumatra Stra­ws yang menghasilkan pro­­duk kerajinan dari bam­bu seperti sedotan, gelas, piring, lampu  yang ramah lingkungan.

Acara pengabdian me­ru­­pakan tahun ketiga dengan kegiatan keenam. Pe­ngab­dian LPPM Universitas Andalas  dilaksa­nakan pada hari Senin, 24 Oktober 2022 untuk keenam  kalinya dimana ini adalah tahun ketiga dari program kemitraan  berkelanjutan dalam rangka memberikan sosialisasi dari  “Pengurusan Merek Dagang “.

Pengabdian dilaksanakan di Yayasan Sumatera Volunteer yang berlokasi di Tanah Datar. Skim Pengabdian berupa Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang. Kegiatan diketuai oleh Win­ny Alna Marlina, ST, MM dan anggotanya yaitu Nur Ari Sufiawan S.Pd.,M.Si, Nefy Puteri Novani, S.Kom., MT dan juga Handoko, S.S M.Hum.­ Jumlah peserta pe­ngab­dian berjumlah 12 orang.

Tujuan pengabdian de­ngan tema “prosedur pengurusan merek dagang” ini adalah agar nantinya pro­duk Sumatera Volunteer memiliki merek dagang sendiri dan dapat membedakan produk yang dipro­duksi dengan produk  perusahaan lain yang sejenis. Sehingga produk sumatera volunteer dapat mendapatkan HKI (Hak kekayaan Intelektual) dan sertifikat dari kementrian Hukum dan HAM. Selanjutnya merek dagang setelah didaftarkan mendapatkan perlindungan hukum dan tidak dapat di klaim oleh perusahaan lain jika terdapat kesamaan produk dan nama.

Kegiatan pukul 10.00 WIB di kantor Yayasan pengabdian di Tanah Datar, Sumatera Barat. Pengabdian dibuka oleh Moderator Adnan Suryadi, mahasiswa Manajemen, Kampus II Payakumbuh, UNAND. Lalu kegiatan dibuka dengan doa dan kata sambutan oleh Anggota pengabdian yaitu Nur Ari Sufiawan S.Pd.,M.Si lalu kata sambutan dari Husen selaku pendiri dari Yayasan Sumatera Volunteer.

Husen menyampaikan, anggota Yayasan Sumatera Volunteer masih belum mengetahui prosedur pengurusan, fungsi dan belum memiliki merek dagang sehingga nantinya sosialisasi mengenai merek dagang ini menjadi acuan Sumatera Volunteer dalam mengurus HKI dan mendapatkan sertifikat merek dagang dalam produksi dan pemasaran produk.

Kegiatan dihadiri 12 orang yang proses kegiatan dibantu oleh beberapa ma­hasiswa Universitas Andalas Kampus II. Dalam kegiatan ini, pemateri me­mulai sesi dengan dengan mengingatkan bahwa  sejalan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang semakin maju dibarengi dengan penerapan tek­nologi di bidang bisnis dan pemasaran, ketatnya persaingan usaha membuat para pelaku usaha baik IKM maupun UMKM harus pandai mengambil peluang bisnis dengan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan brand (merek) dagang maupun jasa.

Selanjutnya pemateri menyampaikan merek me­rupakan salah satu ke­kayaan intelektual yang dilindungi oleh Negara apabila telah terdaftar di Direktorat Jenderal KI Ke­men­terian Hukum dan HAM. Fungsi merek tidak hanya sebagai tanda pengenal suatu produk tetapi juga sebagai alat promosi dan jaminan atas mutu barang. Jauh dari itu, me­rek merupakan suatu tanda pengenal bagaimana positioning produk kita di dalam benak dan pikiran konsumen yang representasikan dengan logo.

Merek secara grafis terdiri dari logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau perusahaan lain.

Dengan adanya Merek, maka barang dan/atau jasa yang dihasilkannya dapat dibedakan dengan produk sejenis lainnya dengan diberikannya suatu tanda, karena dengan adanya merek, para konsumen akan lebih paham atas penjelasan para pelaku usaha tentang produk yang diciptakannya dengan tujuan akan banyak yang meng­konsumsi dan menggu­nakan produknya tersebut.

Oleh karena Merek ter­sebut harus didaftarkan di Direktorat Jenderal Ke­kayaan Intelektual  (DJKI) Kementerian Hukum Dan HAM RI dengan tujuan sertifikat Hak Merek yang dapat memberikan kepastian hukum sehingga terlindungi hukum berdasarkan UU Merek dan Indikasi Geografis. Tujuan didaftarkannya agar tidak terjadi peniruan, pemalsuan, bahkan penyalahgunaan me­rek oleh pihak lain yang berujung pada kerugian pelaku usaha.

Pemateri tidak hanya memberikan pemahaman secara teori tetapi juga memberikan simulasi tata cara pendaftaran merek dengan mendaftarkan me­rek dagang pada Direktorat Jenderal kekayaan Intelektual kementerian Hukum dan HAM dengan mem­persiapkan beberapa persyaratan yaitu Etiket atau label merek, Tanda tangan pemohon, Surat rekomendasi UMK binaan atau syarat keterangan UMK bisnis dan Surat permohonan dan pernyataan UMK bermaterai.

Selanjutnya untuk pen­daftaran dapat dilakukan secara online dengan mengupload semua berkas me­lalui link https://dgip.go.id/menu-utama/merek/proses-pendaftaran-merek dengan mengisi formulir yang sesuai dengan format yang sudah di persiapkan  Direktorat Jendral ke­ka­yaan Intelektual kementrian Hukum dan HAM.

Dengan adanya sosialisasi Pengurusan merek dagang ini anggota Yayasan Sumatera Volunteer paham secara garis besar persyaratan dan prosedur pengurusan merek dagang, dengan tujuan pro­duk olahan Sumatera Volunteer memiliki merek dagang sendiri dan dapat menjadi tanda pengenal produk serta positioning produk dalam benak konsumen.

Kegiatan berakhir pukul 17.00 WIB. Pak Husen selaku ketua Yayasan sangat senang dan bersemangat serta menyampaikan bahwa ini merupakan pengetahuan yang baru bagi anggota yayasan Sumatera Volunteer untuk dapat membuat merek dan logo produk dan mendaftarkannya di kementrian  Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top