Close

LPPM Unand Gelar Sosialisasi Kegiatan Pengurusan BPOM

Kegiatan Pengabdian di Sumatra Volunteer oleh Ketua dan Tim Pengabdian dari Unand.

Oleh: Winny Alna Marlina(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masya­rakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand) telah ba­nyak melakukan kegiatan pengabdian kepada ma­syarakat. Hal ini cukup mendapat respon yang positif dari berbagai kala­ngan masyarakat, kala­ngan industri dan kelompok sosial. Kinerja lembaga pengabdian kepada ma­syarakat Perguruan Tinggi dalam bidang Penerapan IPTEKS ke masyarakat juga sangat baik sehingga hal ini bisa terus-menerus dilakukan.

Sumatra Volunteer me­rupakan Yayasan atau NGO (Non profit Organization) yang salah satu visi-nya memberikan pendidikan Bahasa Inggris gratis untuk anak-anak, pemuda dan masyarakat. Untuk pembiayaan operasional Yaya­san maka Yayasan mendirikan Sumatra Straws yang menghasilkan produk kerajinan dari bambu seperti sedotan, gelas, piring, lampu  yang ramah lingku­ngan.

Acara pengabdian me­rupakan tahun ketiga. Pe­ngabdian LPPM Universitas Andalas  dilaksanakan pada hari Minggu, 23 Oktober   2022 untuk kelima   kalinya dimana ini adalah tahun ketiga dari program kemitraan  berkelanjutan dalam rangka memberikan sosialisasi dari  “Pengurusan BPOM “.

Pengabdian dilaksanakan di Yayasan Sumatera Volunteer yang berlokasi di Tanah Datar. Skim Pengabdian berupa Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang. Kegiatan diketuai oleh I­Winny Alna Marlina, ST, MM dan anggotanya yaitu Nur Ari Sufiawan S.Pd.,­M.Si, Nefy Puteri Novani, S.Kom., MT dan juga Handoko, S.S M.Hum. Jumlah peserta pengabdian berjumlah 12 orang.

Tujuan pengabdian de­ngan tema Pengurusan BPOM adalah agar nanti­nya produk olahan bambu dari Sumatera Volunteer memiliki lisensi yang legal dan memiliki bukti bahwa produk olahan dari bambu sumatera volunteer sudah teruji dan memiliki kandu­ngan yang aman untuk digunakan. Dengan begitu konsumen akan semakin yakin dengan produk tersebut kedepannya.

Kegiatan pengabdian dimulai dari jam 10.00 WIB di kantor Yayasan pengabdian di Tanah Datar, Suma­tera Barat. Pengabdian dibuka oleh Moderator Adnan Suryadi, mahasiswa Manajemen, Kampus II Payakumbuh, UNAND. La­lu kegiatan dibuka dengan doa dan kata sambutan oleh Anggota pengabdian yaitu Nur Sufiawan, S.Pd.­,M.Si lalu kata sambutan dari Husen selaku pendiri dari Yayasan Sumatera Volunteer.

Husen menyampaikan bahwa anggota Yayasan Sumatera Volunteer saat ini masih belum memiliki izin PIRT atau BPOM untuk itu Husen sangat bersemangat dengan materi pengurusan BPOM ini de­ngan itu anggota Sumatera Volunteer dapat mening­katkan kualitas produk dan memperhatikan tahapan-tahapan produksi secara detail.

Kegiatan pengabdian dihadiri oleh 11 orang yang proses kegiatan dibantu oleh beberapa mahasiswa Universitas Andalas Kampus II. Dalam kegiatan ini, pemateri memulai sesi dengan mengingatkan pe­laku usaha bahwa dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat dan kompetitif, pengembangan Usaha Mikro Kecil (MK) menjadi salah satu skala prioritas yang secara konsisten terus dilakukan oleh Pemerintah.

Oleh karena itu Sektor ini bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Akan tetapi ada standar yang harus di­penuhi pelaku usaha terhadap produknya salah satunya yaitu lisensi dari BPOM( Badan pengawas obat dan makanan) yaitu lembaga yang mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan yang ada di Indonesia.

Berikut daftar jenis pro­duk dalam pengawasan BPOM yaitu, Produk terapetik, Kosmetik, Obat tradisional (jamu), Zat adiktif, Psiktropika, Narkotika  dan Produk pangan.

Dalam hal ini karena produk dari sumatera vo­lunteer merupakan bahan baku nya dari bambu maka dari itu produknya merupakan produk pangan dalam daftar BPOM sambut ibu Sufi.

Selanjutnya pemateri menyampaikan dengan adanya izin BPOM suatu produk maka masyarakat akan yakin dengan produk yang dijual, biasanya ma­syarakat sebelum membeli produk yang dikonsumsi langsung atau bersentuhan langsung dengan fisik akan mencek apakah su­dah ada izin BPOM di label produk yang akan mereka beli, label BPOM akan me­ningkatkan kepercayaan konsumen terhadap suatu produk.

Untuk mendapatkan izin BPOM terlebih dahulu pelaku usaha harus me­lakukan uji klinis lab untuk produk mereka. Setelah mendapatkan uji hasil lab maka dapat dilanjutkan dengan pembuatan izin BPOM.  Pembuatan Izin BPOM dapat dilakukan de­ngan 2 metode. Yang pertama adalah dengan me­laku­kan secara manual (offline), dan yang kedua bisa dilakukan melalui E-BPOM (online), syarat administrasi yang harus dipersiapkan :

  1. Form Pendaftaran
  2. SIUP (Surat Izin Usaha Perusahaan)
  3. Hasil Uji Lab
  4. Label Berwarna
  5. Merek
  6. Sample Produk
  7. Dokumen Pendukung lainnya.

Dengan itu setelah me­lakukan pembuatan izin BPOM maka produk  akan memiliki nomor registrasi atau nomor izin edar ( NIE) yang berisi dengan serangkaian angka dan huruf yang berisi informasi identitas pangan olahan yang meliputi perusahaan lokasi produsen, nomor urut produk, jenis kemasan dan jenis pangan.

Maka dari itu BPOM telah melakukan pratinjau secara menyeluruh terhadap kandungan produk pangan dan siap untuk diedarkan. Selain itu pemateri juga memperlihatkan bentuk surat asli dari berkas-berkas yang diperlukan untuk prosedur pengurusan BPOM ini, sehingga ketua dan anggota Yayasan benar-benar paham bagaimana alur dan bentuk asli dari setiap dokumen yang diperlukan untuk pengurusan BPOM.

Dengan adanya sosia­lisasi  Pengurusan ini BPOM maka anggota Yayasan Sumatera Volunteer paham secara garis besar persyaratan dan prosedur pengurusan BPOM  dengan tujuan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk Sumatera volunteer di pasaran. Ke­giatan berakhir pada jam 17.00 WIB.

Husen selaku ketua Yayasan sangat senang dan bersemangat serta menyampaikan bahwa ini me­rupakan pengetahuan yang baru untuk kami dan merupakan langkah awal bagi kami Sumatera Volunteer untuk dapat mengembangkan kualitas produk kedepannya sehingga dapat mengurus perizinan dengan mudah. (*) Kegiatan Pengabdian di Sumatra Volunteer oleh Ketua dan Tim Pengabdian dari U­nand. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top