Menu

LPM Latih dan Didik Pelaku UMKM, Upaya Mengatasi Kemiskinan di Tanjung Paku

  Dibaca : 163 kali
LPM Latih dan Didik Pelaku UMKM, Upaya Mengatasi Kemiskinan di Tanjung Paku
PELATIHAN PELAKU UMKM— Salah satu bentuk kegiatan pelatihan mengasah keterampilan bagi pelaku UMKM di Kota Solok.

SOLOK. METRO
Lembaga Pemberdayaan Maskayarakat (LPM) Kelurahan Tanjung Paku, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melatih dan mendidik pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di saat pandemi Covid-19.
“Pelatihan ini sebagai bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dari Dana Alokasi Umum Tambahan tahun 2020. Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta upaya peningkatan pendapatan keluarga (UP2K). Sebagai upaya mengatasi kemiskinan di Tanjung Paku serta mengurangi angka pengangguran,” kata Yena Murniati salah seorang pelaku UMKM, kemarin.

Dikatakan Yena, memberikan pelatihan akan memberikan pengetahuan dan Strategi kepada pelaku UMKM. Terutama tentang pentingnya penerapan manajemen yang baik.Terlebih disaat Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dengan mengasah keterampilan dan manajemen yang baik. Diharapkan keberlangsungan usaha tetap berjalan.

Setidaknya, ada sebanyak 21 orang peserta mengikuti pelatihan ini selama 3 hari dengan durasi 21 jam pelajaran.ý Mereka merupakan utusan dari masing masing RT di kelurahan tersebut. “Pelatihan membatik ini, merupakan kegiatan lanjutan dari Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat pada tahun 2019 melalui Dana Alokasi Umum Tambahan tahun 2019,” jelas Yena.

Sementara itu, Ketua LPMK Tanjung Paku, Rinaldi, menyampaikan, pelatihan ini sangat positif bagi warga. Pihaknya meminta instruktur untuk melatih warga secara optimal. “Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, akan banyak bermunculan  kelompok-kelompok batik di Tanjung Paku,” kata Rinaldi.

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Tanjung Harapan, Arena Zulkarnain, meminta peserta pelatihan agar serius mengikuti kegiatan ini agar dapat membentuk kelompok UKM baru di Tanjung Paku serta dapat menghasilkn batik khas Tanjung Paku atau Kota Solok.

Sementara itu, Yusri Hendri, pengrajin batik Rumah Gadang yang menjadi instruktur dalam pelatihan ini, menyampaikan, tidak ada hal yang tidak mungkin jika melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Pada saat pelaksanaan pelatihan, baik hari pertama sampai pada saat penutupan, seluruh peserta  sangatlah bersemangat dan antusias mengikuti tahapan-tahapan pelatihan ini.

Pada saat acara penutupan, para peserta langsung bermusyawarah untuk membentuk kelompok membatik, serta susunan kepengurusan kelompok membatik yang diberi nama Kelompok Batik Batu Laweh Tanjung Paku. “Harapan kami pada Kelompok Batik Batu Laweh ini, agar masyarakat Kota Solok tidak perlu lagi mencari kebutuhan batik untuk seragam kantor, seragam organisasi ataupun seragam kegiatan keluar Kota Solok,” kata Yusri.

Warga tidak perlu lagi mencari batik ke luar daerah karena Kota Solok sudah mampu membikin bermacam-macam corak yang sangat unik, di antaranya corak rumah gadang, rangkiang, manjujuang katidiang, burung belibis, dan sebagainya. Kegiatan pelatihan ini dihadir Ketua LPMK Tanjung Paku, Rinaldi, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Tanjung Harapan, Arena Zulkarnaini; Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Tanjung Paku, Wisserni dan staf kelurahan Tanjung Paku. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional