Menu

LPEI Siap Dukung Industri Halal

  Dibaca : 156 kali
LPEI Siap Dukung Industri Halal
LPEI Siap Dukung Industri Halal

JAKARTA, METRO
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) siap mendukung langkah pemerintah untuk terus meningkatkan ekspor produk halal. Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, LPEI juga terus memperbesar share pembiayaan syariah.

“Kementerian Keuangan dalam hal ini membawahi LPEI bisa memberikan dukungan pembiayaan untuk industri yang masuk dalam National Interest Account untuk hal ini promosi ekspor dan menggunakan pembiayaan dari LPEI,” kata Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati pada paparannya di Webinar Strategis Nasional “Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia”, Sabtu (24/10).

Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas menyampaikan, share pembiayaan syariah terhadap Industri Keuangan NonBank (IKNB) terhadap total IKNB per Juni 2020 sebesar 4,2 persen. Kemudian, share pembiayaan syariah LPEI terhadap total syariah IKNB per Juni 2020 sebesar 15,3 persen.

Sedangkan share pembiayaan syariah LPEI terhadap total pembiayaan LPEI per September 2020 mencapai 17,03 persen. Adapun dari sisi pembiayaan syariah LPEI, sebesar 76 persen disalurkan dalam Rupiah dan 24 persen dalam USD. “82 persen pembiayaan syariah LPEI digunakan untuk tujuan pembiayaan investasi dan 18 persen untuk kebutuhan pembiayaan modal kerja,” ujar D. James Rompas, Sabtu (24/10).

Akad yang paling banyak digunakan yaitu Musyarakah Mutanaqishah (MMQ) sebesar 68 persen, disusul dengan Murabahah (20 persen) dan Musyarakah (11,4 persen). Dijelaskan bahwa LPEI juga melakukan pendanaan dengan instrumen syariah antara lain Sukuk Mudharabah yang diterbitkan tahun 2018-2020 untuk mendukung kegiatan pembiayaan syariah dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 1,8Triliun dengan outstanding sukuk per 20 Sep 2020 Rp 1,1 triliun.

Adapun dari sisi sektor industri, sebesar 53,6,persen setara Rp8,55 triliun pembiayaan disalurkan ke sektor perkebunan, sektor perindustrian sebesar 29,3 persen setara Rp 4,65 triliun meliputi pupuk, obat, serat dan benang untuk produk ban, alumunium foil, tekstil, dan charcoal. Selanjutnya sektor pertambangan mencapai 10,1 persen, setara Rp 1,59 triliun dan 3,9 persen atau setara Rp 610 miliar ke sektor pergudangan dan pengangkutan.

D. James Rompas menilai, potensi pasar produk halal masih sangat terbuka lebar. Permintaan domestik sangat besar, karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Belum lagi dari pasar luar negeri, terutama permintaan dari negara-negara mayoritas muslim di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan yang terus tumbuh.

Dijelaskan pula bahwa untuk tiga kawasan pasar ekspor tersebut terdapat 10 besar produk makanan halal dengan total nilai potensi ekspor senilai USD229 Juta di tahun 2020. Produk makanan halal yang berpotensi antara lain: produk margarin, biskuit, olahan buah sayur, kopi, dan ekstrak makanan. Dari nilai potensi perdagangan tersebut, Indonesia diproyeksikan baru memiliki market share sekitar 39 persen. “Masih terbuka peluang pasar ekspor sebesar 61 persen atau senilai USD139 Juta,” ucap D.James Rompas. (rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional