Menu

Lotting Penempatan Pedagang Pasa Ateh Dimulai, 351 Pedagang Pakaian yang Pertama

  Dibaca : 177 kali
Lotting Penempatan Pedagang Pasa Ateh Dimulai, 351 Pedagang Pakaian yang Pertama
LOTTING— Pemko Bukittinggi melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan mulai melaksanakan lotting penampatan pedagang Pasa Ateh.

BUKITTINGGI, METRO
Pemko Bukittinggi melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, mulai laksanakan lotting pedagang Pasa Ateh. Lotting dilaksanakan sesuai jenis dagangan. Seperti yang dilaksanakan Senin (6/7) di Pasa Ateh, lotting dilaksanakan untuk pedagang jenis pakaian jadi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Bukittinggi, Muhammad Idris, menjelaskan, lotting dilaksanakan secara bertahap. Pedagang ikut lotting sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pedagang pakaian jadi, mulai lotting, Senin (6/7).

Pedagang bordir dan sulaman lotting pada hari Selasa (7/7). Pedagang sepatu, sandal, tas, bahan dasar, jam, mainan, emas, aksesoris dan kacamata lotting pada hari Rabu (8/7). Pedagang kosmetik, peci, perlengkapan haji, cincin permata, pecah belah, tikar, besi, tukang jahit, lambang, alat tulis, plastik, gorden, hp, elektronik, makanan, counter mainan dan lainnya, dilotting, Kamis (9/7).

“Lotting dilaksanakan dengan syarat, pedagang yang sebelumnya memegang kartu kuning, membawa kartu pendaftaran ulang. Pedagang yang sebelumnya mengontrak, membawa nomor hasil lotting dan kartu pendaftaran, bagi yang mewakili membawa surat kuasa yang ditandatangani di atas materai 6.000. Seluruh proses lotting sesuai dengan kesepakatan para pedagang,” jelas M Idris.

Untuk lotting hari pertama, diikuti oleh 351 pedagang pakaian jadi. Dimana nantinya untuk pedagang pakaian jadi ditempatkan di lantai satu dan lantai dua. “248 pedagang pakaian jadi untuk lantai dua dan 103 untuk lantai satu,” ujarnya.

Mulai Senin hingga Kamis dilaksanakan proses lotting. Selanjutnya pedagang registrasi ulang. Dalam minggu depan, dilakukan penyerahan kunci. “Kami harap, setelah kunci diberikan, pedagang dapat membuka toko dan segera beraktifitas. Jika ada keinginan renovasi, diajukan dulu izin ke Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan. Toko pun tidak boleh disewakan, jika kedapatan akan segera disegel,” jelasnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional