Menu

Lonjakan Penumpang Diprediksi 6,6 Persen, Layani Pemudik, 4.377 Armada Disiapkan

  Dibaca : 143 kali
Lonjakan Penumpang Diprediksi 6,6 Persen, Layani Pemudik, 4.377 Armada Disiapkan
Ilustrasi

RADEN SALEH, METRO – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2019 terhitung mulai 26 Mei 2019 hingga 20 Juni, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar melakukan persiapan angkutan umum baik itu darat, laut, dan udara. Karena diperkirakan akan banyak digunakan pemudik dan mengalami lonjakan peningkatan jumlah penumpang.

Kepala Dishub Sumbar, Heri Nofiardi mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan angkutan lebaran dari seluruh sektor darat, laut, maupun udara. Semua petugas yang mengawal tiga armada itu, dia optimis bisa mengantisipasi lonjakan penumpang.

”Tahun ini kami prediksi terjadi lonjakan penumpang angkutan lebaran periode H minus 7 sampai H plus 7 sekitar 117.385 penumpang datang dan 129.315 penumpang berangkat,” kata Heri, Selasa (21/5).

Mengantisipasi lonjakan tersebut, Heri menyebut, Dishub telah menyiapkan 4.377 armada dengan total kapasitas angkutan per hari atau seat (tempat duduk, red) sebanyak 126.492. Rinciannya, 3.120 armada Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan 93.600 seat, 410 armada Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan 14.350 seat.

Selanjutnya, 174 armada Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP) dengan 1.400 seat per hari, 185 armada Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP) dengan 2.590 seat, 10 armada Pemadu Moda dengan 368 seat, 313 taksi dengan 1.878 kapasitas penumpang per hari, 164 bus pariwisata dengan 4.264 kapasitas penumpang.

Kemudian terangnya, untuk kereta api lintas Padang-Pariaman sebanyak 424 armada dengan 3.392 kapasitas penumpang perhari, Lubuk Alung-Kayu Tanam sebanyak 180 armada dengan 720 kapasitas penumpang, dan Padang-BIM sekitar 393 armada dengan 3.930 kapasitas penumpang perhari.

“Kalau prediksi akan ada lonjakan penumpang arus balik mudik sekitar 6,6 persen atau sekitar 744.289. Dengan estimasi itu, semua penumpang dapat terangkut oleh semua angkutan yang ada,” ujar Heri.

Batik Air Ajukan Extra Flight

Untuk maskapai udara, tutur Heri, hingga saat ini, baru ada satu maskapai yang mengajukan extra flight. Satu maskapai itu adalah Batik Air untuk rute Bandara Soekarno Hatta (CGK)-Padang, Padang-Bandara Soekarno Hatta (CGK), Halim Perdana Kusuma (HLP)-Padang, Padang-Halim Perdana Kusuma (HLP). Rencananya, extra flight ini akan dimulai pada 26 Mei hingga 18 Juni.

“Saat ini baru satu maskapai yang mengajukan extra flight, tidak menutup kemungkinan nanti ada tambahan maskapai lainnya,” sebut Heri.

Terpisah, Executive General Manager kantor cabang BIM, PT Angkasa Pura II, Dwi Ananda Wicaksana menyebutkan, pihaknya sangat bersyukur dengan adanya surat permohonan extra flight dari maskapai Batik Air, karena akan meringankan beban BIM. Hal serupa hendaknya juga diajukan oleh maskapai lainnya.

“Kondisi terkini, di mana jumlah penerbangan semakin menurun dan ditambah lagi pembatalan penerbangan oleh beberapa maskapai, termasuk Garuda Indonesia sangat membebani kondisi penerbangan di BIM,” kata Dwi.

Menurut Dwi, kondisi tersebut tentu akan sangat berdampak terhadap harga tiket yang tetap tinggi, karena terbatasnya suplai dari maskapai. Maka dari itu, dia berharap, dengan masuknya pengajuan extra flight dari Batik Air dan Xpress Air, dapat juga diikuti oleh maskapai lainnya.

Tentunya, dengan catatan penerbangan reguler sudah normal kembali dan extra flight dari banyak maskapai masuk. Hal ini akan sangat membantu dari sisi pengguna jasa bandara secara umumnya.

“Mulai dari harga tiket, sampai ketersediaan kursi, apalagi menjelang arus mudik dimulai. Mari kita lihat perkembangan lebih lanjut, dan harapan kita tentunya semua akan segera kembali normal,” tutur Dwi.

Pengecekan Armada

Sebelum beroperasi, Heri menambahkan, angkutan lebaran telah berangsur-angsur menggelar pengecekan kesiapan dan kelayakan (rump check) armada di Terminal Bukit Surungan Kota Padang Panjang. Kegiatan ini digelar untuk mengukur sejauh mana kelaikan armada bus sebelum memasuki Idul Fitri 2019.

Heri menjelaskan, bahwasanya pihaknya melakukan pemeriksaan secara mendetail terhadap seluruh sopir dan bus yang ada di Sumbar. Pertama terkait dokumen administrasi, kemudian dari sisi uji kelayakan seperti rem, lampu-lampu (sen), kaca, klakson, kemudi hingga roda akan dicek semuanya.

“Setelah menjalani pemeriksaan dan semua berfungsi dengan baik, kita akan memasang stiker, untuk memberitahukan telah diuji dan layak jalan,” kata Heri.

Lebih lanjut, kata Heri, uji berkala kendaraan dan kelengkapan surat juga tak lupa dari pemeriksaan petugas. Heri menyebut, sejauh ini belum ada kendaraan yang tercatat melanggar. Namun, pihaknya tak menampik ada sejumlah sopir armada yang perlu mendapat peringatan.

“Pemeriksaan terus kita lakukan hingga mendekati lebaran, prinsipnya kita memastikan armada yang digunakan untuk mudik dan balik nanti dalam keadaan baik. Jika ditemukan ada angkutan yang bermasalah dilakukan penindakan,” tukas Heri. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional