Close

Longsor Bantaran Sungai Lubuk Peraku, PT Semen Padang Turunkan TRC dan Alat Berat

URUNKAN ALAT BERAT— TRC Semen Padang dan satu unit alat berat diturunkan berat untuk memperbaiki bantaran sungai sungai aliran Lubuk Peraku dan membersihkan material longsor.

BATU GADANG, METRO–Empat rumah terancam akibat longsor yang terjadi di bantaran sungai aliran Lubuk Peraku, tepatnya di Jalan Liberti Indah I, RT 02/RW 05, Batu Gadang, Kecamatan Lu­buk­kilangan, Kamis (20/5) lalu.  Untuk mencegah longsor susulan yang berdampak lebih besar, PT Semen Padang  mengerahkan satu unit alat berat untuk mem­per­baiki bantaran sungai dan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mem­bersihkan material long­sor.

 “Kami  berterimakasih kepada PT Semen Padang yang merespon cepat ben­cana longsor di tebing ali­ran sungai Lubuk Peraku ini dengan langsung me­ngi­­rimkan TRC dan ban­tuan alat berat,” kata Ketua RW 05 Silviati Thaer sat ditemui di lokasi longsor.

“Kepedulian PT Semen Padang terhadap masya­rakat lingkungan semakin nyata kami rasakan. Kami bangga menjadi bagian dari masyarakat ling­ku­ngan PT Semen Padang. Semoga PT Semen Padang terus maju dan ber­kem­bang, dan semakin peduli terhadap masayarakat,” ujarnya.

Silviati menyebut long­sor terjadi pada Kamis (20/5) sekitar pukul 10.00 WIB dengan permukaan long­sor setinggi 6 meter dan lebar 6 meter. Longsor tersebut disebabkan geru­san air sungai. Warga yang merasa terancam, kemu­dian mela­por ke Ketua RW 05.

“Saya sebagai Ketua RW 05, langsung meminta warga untuk evakuasi, ka­re­na khawatir terjadi long­sor susulan. Setelah itu, kami menyampaikan ke­pada  lurah  dan LPM, BPBD dan PT Semen Padang. Alhamdulillah, hari itu juga langsung direspon oleh semua pihak,” bebernya.

Artisyah, salah se­orang warga yang rumah­nya tepat berada di atas tebing yang longsor terse­but mengaku  khawatir dengan bencana longsor sejak beberapa tahun ter­akhir. Apalagi ketika hujan lebat yang disertai me­ningkatnya debit air aliran Sungai Lubuk Peraku ini.

“Kalau sudah hujan lebat, kami semua yang tinggal di atas tebing ini selalu was-was, karena kami takut tebing ini longsor dan membawa rumah ka­mi. Sebab, jarak tebing dengan rumah kami sekitar 1 meter lebih. Jadi, kami sa­ngat berterimakasih atas kepedulian PT Semen Pa­dang terhadap kami yang tinggal di atas tebing ini,” kata wanita berusia 48 ta­hun tersebut.

Dihubungi terpisah, Ke­pala Unit Humas & Ke­sekre­tariatan PT Semen Pa­dang Nur Anita Rah­ma­wati mengatakan, peru­sahaan mengirimkan ban­tuan alat berat dan relawan TRC ke lokasi longsor yang berada di Ring 1 peru­sahaan.

“Pengiriman alat berat dan relawan TRC ke lokasi longsor,  sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat ling­kungan perusahaan, ka­rena salah satu fokus CSR  perusahaan adalah terkait kebencanaan. Jika terjadi bencana kita senantiasa membantu masyarakat sesuai kemampuan  kita,” katanya.

Alat berat berupa eks­ka­vator itu, tambah Nur Ani­ta, bekerja untuk mem­perbaiki bantaran sungai dengan cara memindah­kan batu-batu yang ada di dalam sungai untuk dija­dikan tapak-ta­pak batu di bawah tebing, su­paya ali­ran sungai tidak me­ng­hantam tebing su­ngai, se­hingga dapat me­mini­ma­lisir longsor susu­lan.

Tim TRC diturunkan ke lokasi untuk mem­bersih­kan material longsoran pada Jumat (21/5) atau sehari setelah longsor. Sementara  pengerahan alat berat  dari PT Semen Padang sejak Sabtu (22/5) hingga Rabu (26/5).

“Semoga perbaikan ban­­­taran sungai ini bisa mencegah longsor susu­lan, karena kalau dilihat, di atas tebing itu sudah nam­pak pagar dan dinding ru­mah warga dan tentunya ini berbahaya jika terjadi longsor susulan,” pungkas Nur Anita. (ren/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top