Menu

Lompat ke Jurang malah Tersangkut di Pohon

  Dibaca : 162 kali
Lompat ke Jurang malah Tersangkut di Pohon
DIBERI PERTOLONGAN— Kawardi St Mudo (48) nekat terjun ke jurang untuk bunuh diri, tetapi tersangkut di pohon, diberikan pertolongan pertama oleh tim SAR gabungan setelah dievakuasi.

AGAM,METRO
Diduga mengalami depresi lantaran banyak masalah, seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat ke dalam jurang sedalam 140 meter di Ngarai Kaluang, Jorong Guguak Tinggi, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Senin (5/10).

Namun, upaya pria bernama Kawardi St Mudo (48) untuk melakukan bunuh diri ternyata gagal. Pasalnya, korban yang terjun ke jurang, malah tersangkut ke pohondengan ketinggian 50 meter dan kondisi korban sadarkan diri. Korban yang mengalami benturan keras akibat terjun dari ketinggian, kemudian meringis kesakitan.

Mendengar suara korban yang meringis, sontak warga beramai-ramai datang dan menyaksikan korban tersangkut di pohon. Warga pun kemudian meminta pertolongan kepada tim SAR gabungan Polisi, TNI dan BPBD. Tak lama berselang, tim SAR gabungan tiba di lokasi melakukan evakuasi terhadap korban.

Untuk mengevakuasi korban, petugas melempar tali kepada korbaan. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis karena korban sangat sulit ditarik ke atas. Apalagi, kedalamam jurangnya mencapai ratusan meter sehingga sangat berbahaya jika terjadi kesalahan. Setelah tali diikatkan ke tubuh korban, petugas pun bersama-sama menarik korban sehingga bisa diselamatkan.

Kapolsek IV Koto, Iptu Dedi Kurnia mengatakan, aksi yang diduga percobaan bunuh diri dengan cara terjun ke jurang Ngarai Kaluang terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Kendati terjatuh dari ketinggian dan sempat mendarat di batang kayu, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan sadar.

“Dugaan awal korban melakukan percobaan bunuh diri dengan meloncat ke jurang ngarai. Allah masih menolong, sehingga korban mendarat tak sampai ke dasar ngarai, melainkan tersangkut di pepohonan tebing ngarai yang cukup tinggi,” kata Iptu Dedi Kurnia.

Iptu Dedi Kurnia menjelaskan, dari kesaksian seorang petani bernama Syaiful, saat sedang menyiangi sawahnya dekat Ngarai Kaluang 15 menit sebelum korban terjatuh, Syaiful sempat melihat korban berlari di pematang sawah berjarak sekitar 150 meter darinya. Ketika itu, Syaiful berasumsi kalau korban juga akan hendak ke sawahnya untuk bekerja.

“Setelah 15 menit berselang, korban tak lagi terlihat. Syaiful pun lantas memberitahu ke petani lain sekitar lalu bersama-sama memeriksa keberadaan korban.  Sesampai di permukaan ngarai, para saksi ini memeriksa ke arah jurang ngarai. Semula tidak kelihatan ada orang, namun mereka mendengar suara seperti orang mengeluh kesakitan di pertengahan jurang yang ditumbuhi pepohonan,” ujar Iptu Dedi Kurnia.

Mendapati kondisi itu, Iptu Dedi Kurnia menuturkan, para saksi memberitahu masyarakat banyak, termasuk melaporkannya ke pihak terkait untuk mengevakuasi. Korban berhasil dievakuasi dengan selamat sekitar pukul 12.50 WIB.  Evakuasi dilakukan petugas menggunakan tali yang diikatkan ke pinggang korban selanjutnya ditarik ke atas.

“Saat ini korban telah dilarikan ke RSAM untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan secara medis. Atas peristiwa yang dialaminya, korban mengalami luka gores di bagian kaki dan badan. Diduga katanya, korban saat meloncat hingga mendarat sempat berbenturan dengan pepohonan dan batu tebing ngarai. Penyebab percobaan bunuh diri ini masih dalam penyelidikan kami. Setelah dievakuasi korban belum bisa bicara dan dalam kondisi lemas. Dugaan sementara karena korban ada masalah,” tutup Iptu Dedi. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional